Masuk Angin Itu Sebenarnya Apa? Ini Kata Penelitian
Perut kembung, badan pegal, dan meriang sering disebut masuk angin. Tapi istilah ini tak ada di buku kedokteran. Lalu sebenarnya apa yang terjadi?
Tim Petos Sehat
10/13/20265 min read


Ilustrasi: beristirahat berselimut sambil menikmati minuman jahe hangat saat badan terasa masuk angin di musim hujan.
Perut kembung, badan pegal, kepala berat, dan rasanya ingin sendawa terus. Hampir semua orang Indonesia langsung tahu namanya: masuk angin. Tapi coba cari istilah ini di buku kedokteran mana pun, Anda tidak akan menemukannya. Lalu, sebenarnya apa yang kita rasakan saat "masuk angin"?
Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda melihat masuk angin dari sisi budaya, penelitian, dan kebiasaan sehari-hari, termasuk kenapa kerokan atau pijat sering terasa begitu melegakan.
Apa sebenarnya masuk angin?
Masuk angin adalah istilah budaya, bukan nama penyakit. Orang Indonesia memakainya untuk menyebut sekumpulan keluhan yang muncul bersamaan, biasanya setelah tubuh kelelahan, kurang tidur, telat makan, atau terpapar udara dingin. Karena itu, masuk angin pada satu orang bisa berbeda dengan masuk angin pada orang lain.
Penelitian Anggoro dan Jee di jurnal Frontiers in Psychology (2021) mewawancarai 78 orang di Jakarta, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga dokter. Hasilnya menarik:
Sebagian besar anak dan orang dewasa awam mengaitkan masuk angin dengan angin atau udara dingin, sementara para dokter tidak.
Masuk angin dianggap tidak menular, berbeda dengan pilek dan flu yang dianggap menular karena kuman.
Kerokan dan jamu disebut sebagai cara mengatasi masuk angin oleh sekitar separuh responden di setiap kelompok, termasuk para dokter.
Keluhan apa saja yang biasa disebut masuk angin?
Keluhan yang paling sering disebut masyarakat antara lain:
Perut kembung, sering bersendawa, atau buang angin.
Badan pegal dan linu, terutama di punggung, pundak, dan tengkuk.
Meriang, yaitu rasa dingin atau panas dingin tanpa sebab yang jelas.
Kepala berat atau pusing.
Mual dan nafsu makan turun.
Badan lemas dan rasanya ingin rebahan terus.
Keluhan-keluhan ini sebenarnya bisa punya penyebab berbeda, misalnya kelelahan, kurang tidur, pola makan tidak teratur, atau gejala awal pilek. Itulah sebabnya istirahat sering menjadi bagian terpenting saat merasa masuk angin.
Kenapa naik motor malam atau tidur kena AC sering bikin masuk angin?
Udara dingin membuat otot tubuh menegang untuk menjaga suhu, terutama otot leher, pundak, dan punggung. Bila ditambah kondisi tubuh yang sedang lelah atau belum makan, kombinasi ini membuat badan terasa pegal, kaku, dan tidak nyaman keesokan harinya. Sensasi inilah yang sering kita sebut masuk angin.
Kenapa kerokan atau pijat terasa melegakan?
Banyak orang merasa badan langsung lebih ringan setelah dikerok atau dipijat. Prof. Didik Gunawan Tamtomo dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pernah meneliti efek kerokan pada 38 perempuan usia 40–50 tahun dengan keluhan pegal otot. Seperti dilaporkan detikHealth, hasilnya menunjukkan:
Kadar beta-endorfin meningkat, yaitu zat alami tubuh yang memberi rasa nyaman dan meredakan pegal.
Kadar prostaglandin menurun, zat yang berperan dalam rasa pegal dan linu.
Pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah ke otot menjadi lebih lancar.
Efek serupa juga dicari orang saat dipijat: otot yang tegang menjadi lebih rileks dan tubuh terasa lebih hangat.
Bagaimana mencegah dan meredakan masuk angin sehari-hari?
Istirahat dan tidur cukup. Tidur siang singkat juga membantu, seperti dibahas di artikel tidur siang power nap.
Makan teratur dan jangan biarkan perut kosong terlalu lama.
Minum minuman hangat seperti air jahe atau teh hangat.
Pakai jaket dan penutup leher saat naik motor di malam hari atau saat hujan.
Atur suhu dan arah AC agar tidak langsung mengenai badan saat tidur.
Bergerak ringan dan peregangan untuk melancarkan aliran darah dan melemaskan otot.
Kapan tubuh bisa dibantu dengan terapi?
Bila badan sering terasa pegal, pundak berat, atau tubuh terasa drop setelah aktivitas padat, terapi manual bisa membantu otot kembali rileks dan tubuh terasa lebih segar. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu menyesuaikan layanannya:
Kop Angin/Bekam, layanan tambahan yang banyak dipilih saat badan terasa pegal dan "masuk angin".
Pijat Limfatik untuk membantu meredakan pegal dan saat daya tahan tubuh terasa menurun.
Petos Fresh untuk relaksasi dan stretching seluruh badan, termasuk teknik kretek khas Petos.
Baca juga: Bingung Pilih Layanan Petos Sehat? Ini Panduannya
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Masuk angin itu sebenarnya apa?
Masuk angin adalah istilah budaya Indonesia untuk sekumpulan keluhan seperti perut kembung, badan pegal, meriang, dan pusing yang sering muncul saat tubuh lelah, kurang tidur, telat makan, atau terpapar udara dingin. Istilah ini tidak ada di dunia kedokteran.
Apakah masuk angin menular?
Masuk angin umumnya dianggap tidak menular. Namun bila keluhannya disertai pilek, batuk, dan demam, bisa jadi itu gejala flu yang menular.
Kenapa badan terasa enak setelah dikerok atau dipijat?
Penelitian di UNS menunjukkan kerokan meningkatkan beta-endorfin, menurunkan prostaglandin, dan melebarkan pembuluh darah, sehingga pegal terasa berkurang dan tubuh lebih nyaman.
Minuman apa yang baik saat masuk angin?
Minuman hangat seperti air jahe, teh hangat, atau air putih hangat, ditambah istirahat yang cukup.
Masuk angin mungkin tidak ada di buku kedokteran, tetapi keluhannya nyata dan sering menjadi tanda tubuh butuh istirahat. Bila badan sering pegal atau terasa drop, konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
