Mengenal Terapi Herbal TCM dan Cara Aman Memakainya
Kenapa resep sinse untuk dua orang dengan keluhan mirip bisa berbeda? Kenali cara kerja terapi herbal TCM, kaitannya dengan jamu, dan hal yang wajib diwaspadai.


Ilustrasi: Teh herbal krisan dan goji, salah satu racikan sederhana dalam tradisi TCM.
Pernah masuk ke toko herbal Tionghoa di kawasan Glodok atau pecinan kota Anda? Laci-laci kayu berjajar sampai ke langit-langit, masing-masing berisi akar kering, irisan kayu, bunga, atau biji berwarna merah. Sang sinse menimbang beberapa jenis, membungkusnya dengan kertas, lalu berpesan, "Rebus sampai airnya tinggal separuh." Bagaimana ia tahu harus memilih yang mana, dan kenapa resep untuk dua orang dengan keluhan yang mirip bisa berbeda sama sekali?
Dalam edisi Info Kesehatan kali ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda mengenal terapi herbal dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), dari kitab kuno sampai cara aman memakainya.
Apa itu terapi herbal TCM dan dari mana asalnya?
Terapi herbal adalah salah satu pilar utama TCM, berdampingan dengan akupunktur dan Tuina. Bahannya sebagian besar dari tumbuhan, ada pula bahan hewani dan mineral. Kitab tertua yang dikenal, Shennong Bencao Jing (Kitab Bahan Alam Shennong), mencatat 365 bahan yang dibagi ke dalam tiga tingkatan: atas, tengah, dan bawah, masing-masing 120, 120, dan 125 bahan, seperti diuraikan dalam The Journal of Chinese Medicine.
Ribuan tahun kemudian, tabib era Dinasti Ming, Li Shizhen (1518–1593), menyusun Bencao Gangmu selama 27 tahun dan menyelesaikannya pada 1578. Menurut Encyclopaedia Britannica, karya ini memuat 1.892 bahan, terdiri atas 1.094 herbal, 444 bahan hewani, dan 275 bahan mineral, serta sekitar 11.000 resep. UNESCO memasukkan Bencao Gangmu sebagai warisan dokumenter dunia.
Prinsip dasar: sifat, rasa, dan keseimbangan
Berbeda dengan cara pandang yang mencari satu zat aktif untuk satu keluhan, TCM menilai setiap herbal dari sifat dan rasanya. Menurut basis data herbal The Hong Kong Polytechnic University, ada empat sifat (dingin, sejuk, hangat, panas) dan lima rasa (asam, pahit, manis, pedas, asin). Rasa juga menggambarkan kerja herbal: yang asam bersifat mengikat, yang pahit membersihkan panas, dan yang pedas menyebarkan qi serta melancarkan peredaran darah.
Sifat ini dipakai untuk mengembalikan keseimbangan yin–yang. Tubuh yang cenderung "dingin" diberi bahan hangat, tubuh yang "panas" diberi bahan sejuk. Karena itu sinse tidak meresepkan berdasarkan nama keluhan saja, melainkan berdasarkan pola atau sindrom (bian zheng) yang dibaca dari keluhan, lidah, nadi, dan kondisi tubuh. Perlu diingat, organ dalam TCM seperti Ginjal, Limpa, atau Hati adalah sistem fungsi, tidak sama dengan organ anatomi modern.
Herbal jarang diberikan sendirian. Satu formula disusun dengan prinsip jun–chen–zuo–shi (君臣佐使), yaitu "raja–menteri–asisten–utusan". Herbal raja menangani keluhan utama, menteri memperkuat kerja raja, asisten membantu keluhan penyerta atau meredam efek yang terlalu keras, dan utusan menyelaraskan seluruh racikan. Tinjauan di Journal of Ethnopharmacology (2020) yang diarsipkan Liverpool John Moores University menyebut prinsip kompatibilitas ini kini mulai diteliti lewat pendekatan senyawa.
Bentuk sediaan: dari rebusan hingga teh
Bentuk paling klasik adalah rebusan (tang): herbal kering direbus dalam air dengan takaran dan lama tertentu, lalu airnya diminum hangat. Kini tersedia pula granul, yaitu ekstrak herbal yang dikeringkan dan tinggal diseduh air panas. Ada pula pil dan tablet yang praktis dibawa, serta teh herbal dari bahan yang lebih ringan seperti bunga krisan atau buah goji.
Herbal yang dikenal luas dan keluhan yang secara tradisional dibantu
Jahe segar (sheng jiang) bersifat hangat dan pedas. Pedoman pangan TCM dari Chinese Medicine Regulatory Office, Departemen Kesehatan Hong Kong menyebut jahe dapat menghangatkan lambung dan mengusir angin dan dingin, sehingga secara tradisional digunakan saat masuk angin dan mual. Dari sisi riset, NCCIH, National Institutes of Health AS (2025) mencatat jahe mungkin membantu mual dan muntah saat hamil, sementara manfaatnya untuk mual akibat kemoterapi atau setelah operasi masih belum pasti.
Ginseng (ren shen) secara tradisional digunakan untuk menambah qi saat tubuh lelah. Lembar fakta NCCIH (2025) merangkum tinjauan tahun 2023 atas 19 studi dengan 2.413 peserta yang menunjukkan ginseng Asia mungkin memberi manfaat kecil untuk kelelahan umum, meski hasil penelitian belum seragam.
Buah goji (gou qi zi) dan bunga krisan (ju hua) sering dipadukan menjadi teh. Dalam teori TCM, goji dikaitkan dengan menutrisi Hati dan Ginjal, sementara krisan bersifat sejuk dan secara tradisional dipakai untuk mata lelah dan rasa panas di kepala. Dang gui (Angelica sinensis) dikenal sebagai herbal untuk menutrisi darah dan sering dipakai perempuan terkait siklus haid. Bukti uji klinis modern untuk ketiganya masih terbatas.
Kaitannya dengan jamu di Indonesia
Indonesia punya tradisi serupa: jamu, dengan sejumlah bahan yang sama seperti jahe. Di tingkat global, laporan WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine 2019 disusun dari data 179 negara anggota, dan pada WHO Traditional Medicine Global Summit 2023 WHO mencatat 170 negara anggota telah melaporkan pemakaian obat tradisional.
Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan (2023) menjelaskan tiga kelompok obat bahan alam menurut kekuatan buktinya. Jamu bertumpu pada bukti empiris turun-temurun, obat herbal terstandar sudah lolos uji praklinik dengan bahan baku terstandar, dan fitofarmaka sudah melalui uji klinik pada manusia. Data BPOM per September 2024 mencatat lebih dari 15.000 produk terdaftar sebagai jamu, sementara obat herbal terstandar baru 77 produk dan fitofarmaka 20 produk.
Aman memakai herbal: yang perlu diperhatikan
Alami tidak selalu berarti aman untuk semua orang. Herbal dapat berinteraksi dengan obat yang sedang diminum. Laporan kasus di jurnal Pharmacotherapy (1999) yang tercatat di PubMed menggambarkan seorang pasien pengguna warfarin, obat pengencer darah, yang nilai pembekuan darahnya (INR) naik lebih dari dua kali lipat setelah empat minggu minum dang gui. NCCIH juga mengingatkan ginseng dapat memengaruhi pembekuan darah dan menurunkan gula darah, sehingga perlu kehati-hatian bagi pengguna pengencer darah dan obat diabetes.
Kehamilan dan menyusui juga butuh perhatian khusus. NCCIH menyebut beberapa ahli tidak menganjurkan ginseng bagi ibu hamil dan menyusui, dan jahe sekalipun sebaiknya dikonsultasikan dulu. Soal kualitas, pilih produk yang memiliki nomor izin edar BPOM dan beli dari penjual tepercaya. Chinese Medicine Regulatory Office Hong Kong pernah memperingatkan kasus produk herbal yang dicampur obat kimia tanpa label. Sebelum memakai racikan herbal, konsultasikan dengan sinse atau tenaga ahli herbal berizin, dan beri tahu dokter bila Anda sedang minum obat rutin.
Prinsip TCM di Petos Sehat: lewat sentuhan tangan
Petos Sehat Estetika tidak menjual atau meresepkan herbal. Prinsip TCM yang sama, yaitu membaca kondisi tubuh dan melancarkan aliran qi dan darah, kami terapkan lewat tangan terapis untuk otot pegal dan kaku. Tuina melonggarkan otot yang tegang, Akupresur menekan titik-titik meridian, dan Bone Setting membantu meredakan rasa kaku di sendi dan postur, bertahap sesuai respons tubuh. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Terapi ini menjadi pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti saran dokter.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu terapi herbal TCM?
Terapi herbal TCM adalah pemakaian bahan alam, sebagian besar tumbuhan, yang dipilih berdasarkan sifat, rasa, dan pola kondisi tubuh dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, biasanya dalam bentuk racikan formula.
Apa arti prinsip raja–menteri–asisten–utusan?
Itu prinsip penyusunan formula herbal TCM (jun–chen–zuo–shi): herbal raja untuk keluhan utama, menteri memperkuatnya, asisten menangani keluhan penyerta atau meredam efek keras, dan utusan menyelaraskan racikan.
Apakah jahe terbukti membantu mual?
NCCIH (2025) mencatat jahe mungkin membantu mual dan muntah saat hamil, sedangkan manfaatnya untuk mual akibat kemoterapi atau setelah operasi masih belum pasti.
Apa beda jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka?
Jamu bertumpu pada bukti empiris turun-temurun, obat herbal terstandar sudah lolos uji praklinik, dan fitofarmaka sudah lolos uji klinik pada manusia.
Apakah herbal aman diminum bersama obat dokter?
Belum tentu. Dang gui dan ginseng, misalnya, dapat memengaruhi kerja pengencer darah. Konsultasikan dulu dengan sinse berizin dan dokter Anda.
Otot sering pegal dan kaku? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Konsep qi, yin–yang, Hati, dan Ginjal dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
