Mitos atau Fakta: Kasur Keras Lebih Baik untuk Punggung?

Mitos atau Fakta #1: benarkah kasur keras atau tidur di lantai lebih baik untuk punggung? Simak kata penelitian The Lancet dan cara memilih kasur.

Tim Petos Sehat

10/15/20266 min read

Pria duduk di tepi kasur memegang punggung bawah setelah bangun tidur, mitos kasur keras lebih baik untuk punggung
Pria duduk di tepi kasur memegang punggung bawah setelah bangun tidur, mitos kasur keras lebih baik untuk punggung

Ilustrasi: pria duduk di tepi kasur sambil memegang punggung bawah setelah bangun tidur, keluhan yang sering dikaitkan dengan pilihan kasur.

"Kalau punggung sakit, tidurnya di kasur yang keras, jangan yang empuk." Nasihat ini sering kita dengar dari orang tua, teman, bahkan penjual kasur. Ada juga yang lebih ekstrem: menaruh papan di bawah kasur atau sekalian tidur di lantai beralas tikar. Kedengarannya masuk akal, karena permukaan keras dianggap membuat tulang belakang tetap lurus. Tapi apakah tubuh kita setuju?

Selamat datang di seri baru Mitos atau Fakta #1 dari Tim Petos Sehat Estetika. Di seri ini, kita membedah anggapan populer seputar tubuh dan kesehatan dengan melihat apa kata penelitian.

Dari mana anggapan "kasur keras lebih baik" muncul?

Anggapan ini sudah lama beredar dan terdengar logis. Kasur yang terlalu empuk membuat badan "tenggelam", terutama di bagian pinggul yang paling berat, sehingga tulang belakang melengkung seperti tempat tidur gantung. Dari situ banyak orang menyimpulkan bahwa semakin keras kasur, semakin baik untuk punggung.

Masalahnya, tulang belakang manusia memang tidak lurus. Ia punya lengkung alami berbentuk huruf S, seperti dibahas di Kenali Tubuhmu #1: Tulang Belakang. Permukaan yang terlalu keras justru menekan titik-titik menonjol seperti bahu dan pinggul, sementara bagian pinggang dibiarkan "menggantung" tanpa topangan.

Apa kata penelitian?

  • Uji klinis di The Lancet. Penelitian Kovacs dan rekan di Spanyol yang terbit di jurnal The Lancet (2003) membagi 313 orang dengan nyeri punggung bawah menahun ke dua kelompok: kasur keras dan kasur sedang-keras (medium-firm). Setelah 90 hari, kelompok kasur sedang-keras sekitar dua kali lebih mungkin merasakan perbaikan nyeri saat berbaring, nyeri saat bangun tidur, dan keterbatasan aktivitas akibat nyeri punggung, seperti dilaporkan Newswise.

  • Kasur keras justru paling lemah. Penelitian Bergholdt dan rekan (2008) pada 160 orang dengan nyeri punggung menahun menemukan kelompok kasur keras memiliki skor nyeri punggung dan jam tidur yang lebih buruk dibanding kelompok kasur air dan busa memori, seperti dirangkum WikiMSK.

  • Tinjauan 39 penelitian. Tinjauan Caggiari dan rekan di Journal of Orthopaedics and Traumatology (2021) menyimpulkan kasur sedang-keras paling menguntungkan bagi orang dengan nyeri punggung bawah, dan berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Para peneliti juga mencatat klaim "kasur ortopedi" dari produsen belum didukung bukti yang cukup.

Jadi, mitos atau fakta?

Mitos, setidaknya sebagian. Kasur yang terlalu empuk memang kurang baik, tetapi kasur yang terlalu keras juga bukan jawabannya. Penelitian yang ada cenderung mendukung kasur sedang-keras: cukup kokoh untuk menahan pinggul agar tidak tenggelam, tetapi cukup lentur untuk mengikuti lengkung alami tubuh.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bukti yang ada belum sempurna, dan setiap orang bisa merasa nyaman di tingkat kekerasan yang sedikit berbeda, tergantung berat badan dan posisi tidur favoritnya.

Bagaimana dengan tidur di lantai?

Sampai saat ini belum ada penelitian kuat yang membuktikan tidur di lantai lebih baik untuk punggung. Sebagian orang memang merasa nyaman beralas tikar atau kasur tipis, terutama bila sudah terbiasa. Tetapi bagi banyak orang, permukaan sekeras lantai memberi tekanan berlebih di bahu, pinggul, dan tulang ekor, sehingga tidur jadi gelisah dan sering berganti posisi.

Pegangannya sederhana: bila bangun tidur badan terasa lebih kaku atau pegal dibanding saat berangkat tidur, permukaan tidur Anda mungkin perlu dievaluasi, entah itu kasur, lantai, maupun sofa.

Bagaimana memilih kasur dan posisi tidur yang ramah punggung?

  1. Pilih kasur sedang-keras. Saat berbaring telentang, coba selipkan tangan di bawah pinggang. Bila tangan masuk terlalu longgar, kasur mungkin terlalu keras; bila sulit masuk karena pinggul tenggelam, kasur mungkin terlalu empuk.

  2. Perhatikan usia kasur. Kasur yang sudah kempis atau melengkung di tengah tidak lagi menopang tubuh dengan baik. Penelitian Jacobson dan rekan di Journal of Chiropractic Medicine (2009) pada 59 orang yang kasurnya rata-rata berumur 9,5 tahun mencatat nyeri punggung berkurang sekitar 48% setelah 4 minggu memakai kasur baru sedang-keras, meski penelitian ini kecil dan tanpa kelompok pembanding.

  3. Tidur miring? Selipkan bantal di antara lutut agar panggul tidak terpuntir.

  4. Tidur telentang? Letakkan bantal tipis di bawah lutut untuk mengurangi tekanan di pinggang.

  5. Hindari tidur tengkurap terlalu lama karena membuat leher berputar dan pinggang melengkung berlebihan. Kaitannya dengan leher kaku dibahas di artikel leher kaku saat bangun tidur.

  6. Pilih bantal setinggi bahu saat tidur miring, agar kepala sejajar dengan tulang belakang.

  7. Beri waktu adaptasi. Tubuh butuh beberapa minggu untuk terbiasa dengan kasur atau posisi tidur yang baru.

Bila punggung tetap pegal saat bangun tidur

Kasur yang tepat membantu, tetapi otot punggung yang sudah lama tegang sering butuh bantuan lebih. Bila punggung bawah terasa kaku setiap bangun tidur atau pegal setelah lama duduk, terapi manual bisa membantu otot kembali rileks. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu menyesuaikan tekniknya, misalnya akupresur, Tuina, atau Bone Setting dengan teknik kretek khas Petos:

  • Physical Problem Intensive bila keluhan berpusat di satu area, misalnya punggung bawah.

  • Petos Sehat Komplit untuk dua area keluhan, misalnya punggung dan leher, terutama yang sudah menahun.

  • Traksi, layanan tambahan yang membantu meregangkan tulang belakang secara bertahap.

Baca juga: Sakit Pinggang Bawah: Penyebab, Ciri, dan Cara Meredakannya

Mitos atau Fakta berikutnya: saat otot pegal, lebih baik dikompres hangat atau dingin?

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah kasur keras lebih baik untuk sakit punggung?
Tidak selalu. Penelitian di The Lancet (2003) pada 313 orang dengan nyeri punggung bawah menemukan kasur sedang-keras sekitar dua kali lebih mungkin memberi perbaikan nyeri dibanding kasur keras.

Kasur seperti apa yang baik untuk punggung?
Kasur sedang-keras yang cukup kokoh menahan pinggul agar tidak tenggelam, tetapi cukup lentur mengikuti lengkung alami tulang belakang. Tinjauan 39 penelitian di Journal of Orthopaedics and Traumatology (2021) mendukung jenis kasur ini.

Apakah tidur di lantai bagus untuk punggung?
Belum ada penelitian kuat yang membuktikannya. Bagi banyak orang, permukaan sekeras lantai justru memberi tekanan berlebih di bahu dan pinggul.

Posisi tidur apa yang baik untuk punggung?
Tidur miring dengan bantal di antara lutut, atau telentang dengan bantal tipis di bawah lutut. Hindari tidur tengkurap terlalu lama.

Tidur seharusnya memulihkan tubuh, bukan membuat punggung makin pegal. Bila keluhan punggung tidak kunjung reda, konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.