Ada Simpul Keras di Otot Bahu yang Nyeri Ditekan?
Menemukan titik keras di bahu yang nyerinya menjalar saat ditekan? Kenali myofascial pain syndrome (MPS), titik picu otot, dan cara meredakannya.
Tim Petos Sehat
11/3/20264 min read


Ilustrasi: perempuan menekan simpul otot yang nyeri di bahu atas dekat leher, ciri khas titik picu pada myofascial pain syndrome (MPS)
Saat memijat sendiri bahu yang pegal, jari Anda tiba-tiba menemukan satu titik keras seperti kelereng kecil. Ditekan sedikit saja, nyerinya terasa tajam dan kadang malah menjalar ke leher atau kepala. Orang sering menyebutnya "urat kaku" atau "otot tegang", padahal ada nama khusus untuk keluhan ini. Sebenarnya, simpul apa yang tersembunyi di dalam otot itu?
Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas myofascial pain syndrome (MPS) dan titik picu otot: apa itu, mengapa bisa muncul, dan langkah yang membantu meredakannya.
Apa itu myofascial pain syndrome?
Myofascial pain syndrome (MPS) adalah nyeri setempat yang berasal dari otot dan fasia (selaput pembungkus otot), ditandai adanya titik picu atau trigger point di dalam pita otot yang tegang. Titik picu terasa seperti simpul atau benjolan kecil yang sangat peka. Saat ditekan, nyerinya bisa terasa di tempat itu saja atau menjalar ke area lain dengan pola tertentu.
Contohnya, titik picu di otot bahu atas sering membuat nyeri terasa sampai ke leher samping atau pelipis. Karena itulah banyak orang mengira sakitnya berasal dari kepala, padahal sumbernya di otot bahu.
Seberapa sering MPS ditemukan?
MPS termasuk penyebab nyeri otot yang sangat sering, meski angka pastinya di masyarakat umum jarang dilaporkan. Ringkasan klinis StatPearls mencatat MPS ditemukan pada 30% hingga 93% pasien yang datang dengan keluhan nyeri otot dan tulang. Area yang paling sering terkena adalah leher, bahu, dan punggung.
Mengapa titik picu bisa muncul?
Penyebab pasti titik picu belum sepenuhnya dipahami, tetapi beban berlebih pada otot, baik karena terlalu sering dipakai maupun terlalu lama diam, diduga menjadi faktor utamanya. Postur yang kurang baik dan posisi kerja yang tidak ergonomis, misalnya menunduk ke laptop berjam-jam, ikut berperan.
StatPearls juga menyebut faktor lain seperti cedera, kelainan struktur tulang belakang (misalnya skoliosis), serta kondisi tertentu seperti kekurangan vitamin D, kekurangan zat besi, atau gangguan tiroid. Karena itu, nyeri otot yang terus kambuh sebaiknya juga dibicarakan dengan dokter.
Apa bedanya dengan pegal biasa?
Pegal biasa terasa merata dan cenderung hilang setelah istirahat. Pada MPS, nyeri terasa di titik-titik tertentu yang bisa ditemukan dengan rabaan, terasa seperti pita kencang di dalam otot, dan bisa menjalar ke area lain. Gerakan otot tersebut juga sering terasa terbatas, misalnya sulit menoleh penuh karena bahu terasa "terkunci".
Apa yang membantu meredakannya?
StatPearls menganjurkan peregangan dan penyesuaian ergonomi untuk semua penderita MPS, serta peregangan dan penguatan otot secara rutin untuk mencegahnya kambuh. Terapi manual disebut dapat membantu menurunkan nyeri. Salah satu tekniknya adalah penekanan bertahap pada titik picu (ischemic compression), yang dalam penelitian meningkatkan ambang toleransi nyeri.
Di rumah, atur meja kerja agar layar sejajar mata dan siku bertumpu. Beri jeda gerak setiap 30–45 menit. Lakukan peregangan leher dan bahu perlahan, tahan 20–30 detik, tanpa menyentak. Kompres hangat juga bisa membantu otot lebih rileks sebelum peregangan.
Layanan yang sesuai di Petos Sehat Estetika
Terapis Petos Sehat Estetika terbiasa meraba dan menemukan titik otot yang tegang. Setelah mengecek kondisi, terapis memadukan Tuina, Akupresur, dan peregangan untuk membantu melonggarkan pita otot yang kaku, dengan tekanan yang disesuaikan. Physical Problem Intensive cocok untuk satu area seperti bahu dan leher, sedangkan Petos Sehat Komplit untuk keluhan menahun di dua area, misalnya bahu dan punggung. Baca juga: Kenali Tubuhmu: fascia dan Pikiran penuh, kenapa bahu dan leher ikut kaku?
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu trigger point atau titik picu?
Titik picu adalah titik yang sangat peka di dalam pita otot yang tegang. Saat ditekan terasa nyeri dan bisa menjalar ke area lain.
Di mana titik picu paling sering ditemukan?
Paling sering di leher, bahu, dan punggung.
Apakah MPS bisa kambuh?
Bisa, terutama bila kebiasaan yang membebani otot tidak berubah. Peregangan rutin, penguatan otot, dan posisi kerja yang ergonomis membantu mencegahnya.
Apakah pijat membantu MPS?
Terapi manual, termasuk penekanan bertahap pada titik picu, tercatat dapat membantu menurunkan nyeri. Terapis Petos menyesuaikan tekanan setelah mengecek kondisi.
Apakah MPS sama dengan saraf kejepit?
Tidak. MPS berasal dari otot dan fasia, sedangkan saraf kejepit berasal dari saraf yang tertekan. Keduanya bisa terasa mirip, sehingga pemeriksaan penting untuk membedakannya.
Sering menemukan simpul nyeri di bahu atau punggung? Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Cek 11 lokasi kami di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
