Rajin Cuci Tangan, Tapi Kuman Masih Tertinggal di Sini

Hampir semua orang merasa sudah rajin cuci tangan. Tapi ada bagian tangan yang sering terlewat. Bagian mana, dan berapa lama seharusnya mencuci tangan?

Tim Petos Sehat

10/22/20265 min read

Mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir dengan menggosok sela-sela jari
Mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir dengan menggosok sela-sela jari

Ilustrasi: mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, termasuk menggosok sela-sela jari

Air mengalir, sabun sedikit, gosok sebentar, lalu tangan dikibas-kibaskan atau dilap ke celana. Selesai. Begitulah cuci tangan bagi banyak dari kita, dan rasanya sudah cukup bersih. Tapi kalau ditanya berapa detik seharusnya mencuci tangan dan bagian mana yang paling sering terlewat, apakah Anda yakin bisa menjawabnya?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda memeriksa ulang kebiasaan sederhana yang sering dianggap remeh ini, masih dalam suasana Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober.

Berapa lama cuci tangan yang benar?

Menurut panduan WHO, seluruh proses cuci tangan dengan sabun dan air sebaiknya berlangsung 40 sampai 60 detik. Angka yang sama juga dipakai dalam artikel kesehatan Kementerian Kesehatan. Sementara CDC Amerika Serikat menyebut tangan perlu digosok dengan sabun minimal 20 detik. Jadi 20 detik itu khusus untuk bagian menggosok, belum termasuk membasahi, membilas, dan mengeringkan.

Data Indonesia menunjukkan kebiasaan ini masih perlu diperbaiki. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar yang dikutip Kementerian Kesehatan, penduduk usia 10 tahun ke atas yang mencuci tangan dengan benar memang naik dari 23,2% pada 2007 menjadi 47,0% pada 2013. Artinya, pada 2013 lebih dari separuh penduduk belum mencuci tangan dengan benar.

Langkah cuci tangan pakai sabun

WHO menguraikan caranya secara berurutan. Basahi tangan, lalu ambil sabun secukupnya hingga menutupi seluruh permukaan tangan. Gosok kedua telapak tangan, kemudian gosok punggung tangan dengan telapak tangan lainnya sambil jari-jari saling menyilang. Setelah itu gosok kedua telapak dengan jari-jari saling mengunci, lalu gosok punggung jari pada telapak tangan yang berlawanan.

Lanjutkan dengan menggosok ibu jari secara memutar di dalam genggaman tangan lainnya, lalu gosok ujung-ujung jari secara memutar di telapak tangan yang berlawanan. Bilas dengan air mengalir, keringkan dengan handuk sekali pakai, dan gunakan handuk itu untuk menutup keran. CDC menambahkan agar sabun juga menjangkau sela-sela jari dan bagian bawah kuku, serta mengeringkan tangan dengan handuk bersih atau pengering udara.

Bagian tangan yang paling sering terlewat

Penelitian klasik Taylor di jurnal Nursing Times (1978) menemukan ibu jari dan ujung jari sebagai bagian yang paling sering terlewat saat mencuci tangan. Sebuah uji pewarna pada 102 staf rumah sakit universitas yang dilaporkan di Medical Journal of Malaysia (1993) juga menunjukkan pola serupa: sela-sela jari terlewat pada 72% staf, punggung jari 53%, punggung ibu jari 51%, dan punggung tangan 44%.

Temuan ini menjelaskan kenapa langkah menggosok ibu jari dan ujung jari ada dalam panduan WHO. Padahal, menurut CDC, orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa sadar, sehingga bagian tangan yang kotor bisa menjadi jalan masuk kuman.

Kapan saja harus cuci tangan?

Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat membiasakan cuci tangan pakai sabun pada lima waktu penting: sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makanan, dan sesudah menceboki bayi, ditambah setelah memegang hewan. Kajian Kemenkes tahun 2010 mencatat waktu yang paling jarang dilakukan dengan benar justru sebelum makan, yaitu hanya 35,6%. Ini patut diingat karena banyak dari kita terbiasa makan langsung dengan tangan.

Manfaatnya nyata. CDC mencatat edukasi cuci tangan di masyarakat mengurangi jumlah orang yang terkena diare sebesar 23–40% dan mengurangi penyakit pernapasan seperti pilek pada masyarakat umum sebesar 16–21%.

Hand sanitizer atau sabun, mana yang lebih baik?

Keduanya punya tempat masing-masing. CDC menyarankan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% bila sabun dan air tidak tersedia, dengan cara digosok sampai kering yang biasanya memakan waktu sekitar 20 detik. Namun hand sanitizer kurang efektif bila tangan tampak kotor atau berminyak, dan tidak menghilangkan semua jenis kuman. WHO juga menganjurkan sabun dan air setelah dari toilet dan ketika tangan tampak kotor. Jadi setelah makan gorengan atau makan dengan tangan, sabun tetap pilihan utama.

Tangan bersih, badan juga perlu dirawat

Kebiasaan sehat sehari-hari tidak berhenti di cuci tangan. Tubuh yang seharian beraktivitas juga butuh perhatian, terutama bila otot leher, bahu, dan pinggang mulai terasa kaku dan pegal. Terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, Tuina, dan Pijat Limfatik. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Baca juga: kapan terakhir ganti sprei dan sarung bantal?

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa lama cuci tangan yang benar?
WHO menganjurkan seluruh proses cuci tangan dengan sabun dan air berlangsung 40 sampai 60 detik, dengan waktu menggosok minimal 20 detik menurut CDC.

Bagian tangan mana yang paling sering terlewat?
Penelitian menemukan ibu jari, ujung jari, dan sela-sela jari paling sering terlewat saat mencuci tangan.

Kapan saja waktu penting untuk cuci tangan pakai sabun?
Menurut Kementerian Kesehatan: sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makanan, sesudah menceboki bayi, dan setelah memegang hewan.

Apakah hand sanitizer bisa menggantikan sabun?
Hanya bila sabun dan air tidak tersedia. CDC menyarankan kandungan alkohol minimal 60%, tetapi hand sanitizer kurang efektif pada tangan yang tampak kotor atau berminyak.

Seberapa besar manfaat cuci tangan?
Menurut CDC, edukasi cuci tangan di masyarakat mengurangi kasus diare sebesar 23–40% dan penyakit pernapasan seperti pilek sebesar 16–21%.

Badan terasa pegal setelah aktivitas seharian? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.