Tangan Kebas Sampai Terbangun Malam, Kenapa Ya?

Sering terbangun karena tangan kebas dan kesemutan? Kenali carpal tunnel syndrome (CTS), siapa yang berisiko, dan kebiasaan yang membantu.

Tim Petos Sehat

11/3/20264 min read

Perempuan duduk di tempat tidur pada malam hari sambil memegang pergelangan tangan yang kebas, salah satu keluhan carpal tunnel syndrome
Perempuan duduk di tempat tidur pada malam hari sambil memegang pergelangan tangan yang kebas, salah satu keluhan carpal tunnel syndrome

Ilustrasi: perempuan terbangun di malam hari sambil memegang pergelangan tangan yang kebas dan kesemutan, keluhan yang sering dikaitkan dengan carpal tunnel syndrome (CTS)

Tengah malam Anda terbangun karena tangan terasa kebas dan kesemutan. Refleks, tangan dikibas-kibaskan sampai rasanya kembali normal. Malam berikutnya kejadian yang sama terulang, dan pagi hari jari jempol sampai jari manis terasa tebal. Mengapa keluhannya justru sering datang saat tangan sedang beristirahat?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas carpal tunnel syndrome (CTS) atau sindrom terowongan karpal: apa yang terjadi di pergelangan tangan, siapa yang lebih berisiko, dan kebiasaan yang membantu meredakannya.

Apa itu carpal tunnel syndrome?

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi ketika saraf medianus tertekan di dalam terowongan karpal, yaitu lorong sempit di pergelangan tangan sisi telapak. Terowongan ini dibentuk oleh tulang-tulang kecil pergelangan dan ligamen yang melintang di atasnya. Di dalamnya lewat saraf medianus bersama tendon-tendon penggerak jari.

Bila ruang di terowongan menyempit atau jaringan di dalamnya membengkak, saraf medianus ikut tertekan. Hasilnya adalah kesemutan, kebas, atau nyeri di jempol, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Kelingking biasanya tidak terkena, dan ciri ini sering membantu membedakannya dari keluhan saraf lain.

Mengapa keluhan sering muncul di malam hari?

NHS menyebut gejala CTS biasanya lebih berat di malam hari, dan Mayo Clinic mencatat gejalanya bisa membuat penderita terbangun dari tidur. Saat tidur, banyak orang tanpa sadar menekuk pergelangan tangan dalam waktu lama, misalnya tangan terlipat di bawah bantal. Posisi menekuk ini menambah tekanan di dalam terowongan karpal.

Seberapa sering CTS terjadi dan siapa yang berisiko?

CTS cukup umum: StatPearls mencatat angka kejadiannya 1% hingga 5% pada populasi umum, dengan perempuan tiga kali lebih sering terkena dibanding laki-laki. Studi di Swedia yang dimuat di JAMA (Atroshi dkk., 1999) menemukan 14,4% orang dewasa pernah mengalami nyeri, kebas, atau kesemutan di area saraf medianus, dan 2,7% terkonfirmasi CTS lewat pemeriksaan klinis dan tes saraf.

Faktor risiko yang disebut StatPearls dan NHS antara lain kehamilan, berat badan berlebih, diabetes, radang sendi, gangguan tiroid, serta pekerjaan atau hobi yang sering menekuk pergelangan dan menggenggam kuat, seperti memakai alat bergetar. Bagaimana dengan mengetik? Mayo Clinic menyebut ada bukti yang mengaitkan penggunaan mouse, tetapi bukti untuk keyboard dan penggunaan komputer secara umum masih belum cukup.

Apa yang membantu meredakan CTS?

Penanganan awal yang paling sering dianjurkan adalah menjaga pergelangan tetap lurus (netral), terutama saat tidur, misalnya dengan bebat pergelangan (wrist splint). NHS mencatat bebat malam mungkin perlu dipakai hingga sekitar 6 minggu sebelum keluhan terasa membaik. NHS juga menyebut CTS kadang membaik sendiri dalam beberapa bulan, terutama yang berkaitan dengan kehamilan.

Dalam keseharian, hindari menekuk pergelangan terlalu lama saat memegang HP atau mouse. Gunakan mouse dengan posisi tangan rileks dan beri jeda setiap 30–45 menit. Gerakan ringan membuka-tutup jari dan memutar pergelangan perlahan bisa dilakukan; NHS menyebut ada sedikit bukti bahwa latihan tangan membantu. Bila keluhan tidak membaik atau tangan mulai terasa lemah, periksakan ke dokter untuk evaluasi.

Layanan yang sesuai di Petos Sehat Estetika

Keluhan tangan kebas sering datang bersama lengan bawah, bahu, dan leher yang tegang akibat posisi kerja. Terapis Petos Sehat Estetika mengecek kondisi terlebih dahulu, lalu memadukan Akupresur, Tuina, dan peregangan untuk membantu meredakan otot lengan bawah dan bahu yang kaku. Physical Problem Intensive berfokus pada satu area, sedangkan Petos Sehat Komplit untuk dua area sekaligus, misalnya tangan dan bahu. Baca juga: Tangan Sering Kesemutan? Bisa Jadi Ini Pemicunya dan Lama Bersepeda, Kenapa Tangan Kebas?

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Jari mana saja yang kebas pada carpal tunnel syndrome?
Biasanya jempol, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Kelingking umumnya tidak terkena.

Mengapa tangan kebas saat tidur?
Pergelangan sering tertekuk lama saat tidur sehingga tekanan di terowongan karpal meningkat. Karena itu gejala CTS biasanya lebih berat di malam hari.

Apakah mengetik menyebabkan CTS?
Bukti untuk keyboard masih belum cukup. Penggunaan mouse lebih sering dikaitkan, begitu pula pekerjaan yang sering menggenggam kuat atau memakai alat bergetar.

Apakah CTS bisa membaik tanpa operasi?
Banyak kasus ringan membaik dengan menjaga pergelangan tetap lurus saat tidur dan mengurangi gerakan pemicu. Keputusan penanganan lanjutan tetap ditentukan dokter.

Siapa yang lebih berisiko?
Perempuan, ibu hamil, penderita diabetes, gangguan tiroid, radang sendi, dan orang dengan berat badan berlebih.

Tangan sering kebas di malam hari? Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Cek 11 lokasi kami di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.