Lama Bersepeda, Kenapa Tangan Kebas dan Kesemutan?

Kelingking kebas di tengah gowes? Kenali pergelangan tangan, saraf yang tertekan saat memegang stang, dan cara mencegah kesemutan saat bersepeda.

Tim Petos Sehat

10/22/20265 min read

Perempuan pesepeda berhijab memakai helm dan sarung tangan memegang stang roadbike
Perempuan pesepeda berhijab memakai helm dan sarung tangan memegang stang roadbike

Ilustrasi: pesepeda perempuan memegang stang roadbike, posisi saat beban badan bertumpu di telapak dan pergelangan tangan

Baru setengah jalan gowes pagi, kelingking dan jari manis mulai terasa kebas. Tangan dikibas-kibaskan, posisi pegangan diganti, lalu kesemutan itu perlahan hilang, sampai muncul lagi di tanjakan berikutnya. Banyak pesepeda menganggapnya biasa, bagian dari hobi. Tapi sebenarnya apa yang terjadi di pergelangan tangan saat kita lama memegang stang, dan kapan rasa kebas itu perlu diwaspadai?

Artikel ini bagian dari seri Kenali Tubuhmu dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah mengenal sendi rahang, kali ini kita mengenal pergelangan tangan, bagian tubuh yang menanggung banyak beban saat bersepeda.

Apa saja yang ada di pergelangan tangan?

Pergelangan tangan tersusun dari delapan tulang kecil yang disebut tulang karpal, tersusun dalam dua baris. Menurut referensi anatomi StatPearls, lengkungan tulang-tulang ini membentuk dasar lorong yang disebut terowongan karpal. Di dalamnya lewat saraf median, yang menurut NINDS memberi rasa pada sisi telapak ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

Di sisi kelingking ada lorong lain yang lebih kecil, yaitu kanal Guyon, tempat lewatnya saraf ulnaris. Saraf inilah yang memberi rasa pada kelingking dan separuh jari manis. Kedua lorong ini berada tepat di bagian telapak yang menekan stang saat kita bersepeda.

Kenapa tangan kebas dan kesemutan saat bersepeda?

Penyebab paling umum adalah saraf yang tertekan. Tinjauan di Journal of Pre-Clinical and Clinical Research (2023) menjelaskan bahwa penekanan saraf ulnaris di kanal Guyon pada pesepeda dikenal dengan sebutan handlebar palsy atau cyclist's palsy, dan berkaitan dengan bersepeda jarak jauh, getaran berulang, serta berat badan yang bertumpu pada pergelangan dan telapak tangan. Gejalanya berupa kebas dan kesemutan di kelingking dan sisi jari manis.

Bila yang kebas justru ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, yang tertekan kemungkinan saraf median di terowongan karpal, kondisi yang dikenal sebagai carpal tunnel syndrome. Mayo Clinic mencatat keluhan ini sering muncul saat memegang setir, HP, atau buku. Menurut ulasan para ahli bedah tangan di Aspetar Sports Medicine Journal (2016), memegang bagian atas stang dengan pergelangan lebih menekuk ke belakang berkaitan dengan saraf median, sedangkan memegang hood atau drop pada stang roadbike menekan langsung kanal Guyon.

Seberapa sering dialami pesepeda?

Cukup sering. Survei terhadap 518 pesepeda rekreasi yang dimuat di International Journal of Sports Medicine (1995) menemukan 85% pernah mengalami setidaknya satu cedera akibat penggunaan berlebih, dan keluhan di tangan dilaporkan oleh 31,1% responden.

Penelitian di American Journal of Sports Medicine (2005) memeriksa saraf 14 pesepeda dewasa sebelum dan sesudah tur sepeda 6 hari sejauh 420 mil. Setelah tur, hantaran saraf ulnaris bagian motorik melambat secara bermakna, sementara gejala carpal tunnel memburuk pada 3 tangan dan muncul baru pada 1 tangan.

Posisi tangan dan sarung tangan, apa pengaruhnya?

Penelitian di jurnal Clinical Biomechanics (2011) mengukur tekanan pada telapak tangan 36 pesepeda berpengalaman di tiga posisi pegangan stang. Posisi drop menghasilkan tekanan tertinggi di sisi kelingking telapak tangan sekaligus posisi pergelangan paling menekuk. Sarung tangan berbantalan menurunkan tekanan di area itu sebesar 10–28%, dan para peneliti menyimpulkan bahwa sarung tangan berbantalan serta sering berganti posisi tangan dapat mengurangi besar dan lamanya tekanan.

Posisi duduk juga berpengaruh. Dokter kedokteran olahraga dari University of Calgary, Victor Lun, menjelaskan bahwa sadel yang terlalu tinggi atau terlalu maju membuat badan lebih condong ke depan sehingga beban di tangan bertambah. Karena itu, bike fitting atau penyetelan sepeda yang pas dengan tubuh termasuk langkah penting.

Cara mencegah tangan kebas saat gowes

Ulasan di Aspetar Sports Medicine Journal menyarankan bar tape yang lebih tebal dan berbantalan, sarung tangan berbantalan, posisi berkendara yang mengurangi beban di lengan, dan rutin berganti posisi tangan. Biasakan memindahkan pegangan dari bagian atas stang ke hood lalu ke drop secara bergantian, apalagi saat gowes bareng komunitas yang berlangsung berjam-jam.

Panduan fisioterapi Physiopedia menambahkan agar pergelangan tidak terlalu menekuk ke belakang, siku sedikit ditekuk, genggaman santai, dan daya tahan otot badan dilatih agar tangan tidak menanggung beban saat badan mulai lelah. Di sinilah otot inti ikut berperan. Setelah gowes, lakukan peregangan pergelangan ke atas dan ke bawah seperti dicontohkan OrthoInfo, masing-masing ditahan 15 detik dan diulang 5 kali.

Kapan rasa kebas perlu diperiksakan?

Menurut ulasan Aspetar, sebagian besar kasus membaik tanpa operasi. Namun bila kebas tidak hilang setelah beristirahat, terasa makin berat, atau tangan menjadi lemah, sulit mencubit, atau sering menjatuhkan barang, segera periksakan ke dokter. Mayo Clinic mengingatkan bahwa penekanan saraf yang dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang menetap. Baca juga: tangan sering kesemutan.

Bila lengan, bahu, dan punggung atas ikut pegal

Posisi membungkuk di atas sepeda berjam-jam sering membuat lengan bawah, bahu, leher, dan punggung atas ikut tegang. Untuk otot yang kaku dan pegal setelah gowes, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, dan Tuina. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Untuk kebas yang menetap atau tangan yang melemah, dokter tetap menjadi tempat pemeriksaan pertama.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa kelingking dan jari manis kebas saat bersepeda?
Biasanya karena saraf ulnaris tertekan di kanal Guyon, sisi kelingking pergelangan tangan, akibat beban badan bertumpu di telapak tangan saat memegang stang. Kondisi ini disebut handlebar palsy.

Kalau yang kebas ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, apa artinya?
Kemungkinan saraf median yang tertekan di terowongan karpal, atau carpal tunnel syndrome, yang berkaitan dengan pergelangan yang terlalu menekuk ke belakang.

Apakah sarung tangan sepeda berbantalan membantu?
Penelitian di Clinical Biomechanics (2011) menemukan sarung tangan berbantalan menurunkan tekanan di sisi kelingking telapak tangan sebesar 10–28%.

Bagaimana cara mencegah tangan kebas saat gowes?
Sering berganti posisi tangan, pakai sarung tangan dan bar tape berbantalan, genggam stang dengan santai, jaga pergelangan tidak terlalu menekuk, dan pastikan posisi sadel serta stang pas dengan tubuh.

Kapan tangan kebas setelah bersepeda perlu diperiksakan?
Bila kebas tidak hilang setelah beristirahat, makin berat, atau disertai tangan lemah, sulit mencubit, atau sering menjatuhkan barang.

Lengan dan bahu sering pegal setelah gowes? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.