Hari Osteoporosis Sedunia: Tulang Keropos Tak Terasa
Setiap 3 detik terjadi patah tulang akibat osteoporosis di dunia, dan banyak yang tidak tahu tulangnya sudah rapuh. Siapa yang berisiko?
Tim Petos Sehat
10/19/20263 min read


Ilustrasi: seorang perempuan berjalan kaki di taman pada pagi hari, salah satu kebiasaan untuk menjaga tulang tetap kuat.
Tidak ada rasa sakit, tidak ada demam, tidak ada tanda apa pun. Lalu suatu hari, seseorang terpeleset ringan di kamar mandi, dan tulang pinggulnya patah. Baru saat itulah ia tahu tulangnya sudah lama keropos. Bagaimana mungkin tulang menjadi rapuh tanpa memberi tanda?
Setiap 20 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas apa itu osteoporosis, siapa yang berisiko, dan kebiasaan yang membantu menjaga tulang tetap kuat.
Apa itu osteoporosis?
Osteoporosis adalah kondisi tulang menjadi tipis dan rapuh sehingga mudah patah. Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF), banyak orang tidak tahu dirinya mengalami osteoporosis, karena tulang bisa menjadi sangat rapuh tanpa gejala. Pada kondisi berat, jatuh ringan, bersin, atau membungkuk saja bisa menyebabkan patah tulang.
Seberapa umum osteoporosis?
Menurut IOF, osteoporosis dialami sekitar 200 juta orang di dunia. Setiap 3 detik, terjadi satu patah tulang akibat osteoporosis di suatu tempat di dunia. Risikonya juga tidak kecil: sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia 50 tahun ke atas akan mengalami patah tulang yang terkait osteoporosis.
Kampanye Hari Osteoporosis Sedunia 2026 bertema "THAT'S OSTEOPOROSIS", mengajak masyarakat mengenali osteoporosis lewat kisah nyata, mencegah patah tulang, dan mendeteksinya lebih dini.
Siapa yang berisiko?
IOF menyebut beberapa tanda risiko yang perlu diperhatikan. Yang paling jelas adalah pernah patah tulang setelah usia 50 tahun hanya karena jatuh ringan. Tinggi badan yang berkurang lebih dari 4 cm juga bisa menjadi pertanda, karena tulang belakang yang keropos dapat memendek tanpa disadari.
Risiko juga meningkat pada orang yang memakai obat golongan glukokortikoid (steroid) atau obat lain yang memengaruhi tulang dalam jangka panjang, orang dengan tubuh lemah atau berat badan rendah, serta orang yang orang tuanya pernah mengalami osteoporosis atau patah tulang pinggul.
Bila ada salah satu tanda tersebut, IOF menganjurkan bertanya kepada dokter tentang pemeriksaan kepadatan tulang.
Kenapa patah tulang pinggul perlu diwaspadai?
Menurut IOF, patah tulang pinggul dapat menyebabkan disabilitas jangka panjang. Satu tahun setelahnya, 40% penyintas tidak dapat berjalan sendiri dan 60% membutuhkan bantuan. Karena itu, mencegah jatuh sama pentingnya dengan menjaga kekuatan tulang. Baca juga: orang tua jalan seperti penguin.
Bagaimana menjaga tulang tetap kuat?
Tulang ikut menguat ketika tubuh rutin bergerak. Latihan menahan beban seperti jalan kaki dan latihan kekuatan membantu tulang dan otot tetap kokoh. Asupan kalsium, protein, dan vitamin D dari makanan serta sinar matahari pagi juga berperan menjaga kepadatan tulang, sementara rokok dan alkohol sebaiknya dihindari atau dibatasi.
Karena patah tulang sering berawal dari jatuh, rumah juga perlu dibuat lebih aman. Pasang pegangan dan alas antiselip di kamar mandi, serta pastikan jalan di dalam rumah cukup terang, terutama di malam hari. Bila memiliki faktor risiko, periksakan diri ke dokter.
Bagaimana dengan terapi di Petos Sehat?
Osteoporosis perlu diperiksa dan ditangani dokter. Bila Anda memiliki osteoporosis atau dicurigai mengalaminya, beri tahu terapis sebelum terapi. Terapis Petos Sehat Estetika akan menyesuaikan teknik dengan tekanan yang lebih lembut dan tidak melakukan teknik kretek yang tidak sesuai. Peran kami adalah membantu meredakan otot yang pegal dan kaku. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus untuk keluhan yang sudah lama.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kapan Hari Osteoporosis Sedunia?
Setiap 20 Oktober. Tema kampanye 2026 adalah "THAT'S OSTEOPOROSIS".
Apa itu osteoporosis?
Kondisi tulang menjadi tipis dan rapuh sehingga mudah patah, sering tanpa gejala sampai terjadi patah tulang.
Seberapa umum osteoporosis?
Menurut IOF, sekitar 200 juta orang mengalaminya, dan 1 dari 3 perempuan serta 1 dari 5 laki-laki berusia 50 tahun ke atas akan mengalami patah tulang terkait osteoporosis.
Siapa yang berisiko osteoporosis?
Antara lain orang yang pernah patah tulang setelah usia 50 karena jatuh ringan, tinggi badan berkurang lebih dari 4 cm, memakai steroid jangka panjang, berat badan rendah, atau punya orang tua dengan osteoporosis.
Bolehkah pijat bila punya osteoporosis?
Beri tahu terapis sebelum terapi agar teknik dan tekanan disesuaikan dengan lebih lembut. Penanganan osteoporosis tetap oleh dokter.
Punggung dan pinggang sering pegal seiring bertambah usia? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
