Maraton Drakor Semalaman, Kenapa Leher Jadi Kaku?
Drakor baru Oktober bikin betah menonton sampai larut. Besoknya leher kaku dan bahu pegal. Seberapa berat beban leher saat kepala menunduk?
Tim Petos Sehat
10/19/20263 min read


Ilustrasi: seorang perempuan menonton drama di tablet sambil menunduk di sofa pada malam hari.
Deretan drama Korea baru di bulan Oktober membuat banyak orang betah menonton "satu episode lagi" sampai larut malam. Sambil rebahan, HP atau tablet dipegang di depan dada dan kepala menunduk berjam-jam. Besok paginya, leher kaku saat menoleh dan bahu terasa pegal. Seberapa berat sebenarnya beban leher saat kepala menunduk?
Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas apa yang terjadi pada leher saat menonton dengan kepala menunduk, posisi menonton yang lebih nyaman, dan peregangan sederhana untuk leher.
Seberapa berat beban leher saat menunduk?
Penelitian dr. Kenneth Hansraj yang dimuat di jurnal Surgical Technology International (2014), seperti diberitakan NPR, menghitung beban yang ditanggung tulang leher pada berbagai posisi kepala. Saat kepala tegak, beban itu sekitar 10 sampai 12 pon atau kurang lebih 5 kg. Begitu kepala menunduk 15 derajat, bebannya naik menjadi sekitar 27 pon (±12 kg). Pada sudut 60 derajat, beban leher mencapai sekitar 60 pon atau kurang lebih 27 kg.
Semakin dalam kepala menunduk, semakin keras otot leher dan bahu bekerja menahannya. Bila dilakukan berjam-jam, wajar kalau otot terasa kaku dan pegal.
Kenapa menonton sambil rebahan juga bisa bikin pegal?
Rebahan dengan kepala ditopang bantal tinggi, miring sambil menyangga kepala dengan tangan, atau tengkurap sambil mengangkat dada membuat leher dan bahu berada di posisi tertekuk dalam waktu lama. Kebiasaan ini mirip dengan penyebab leher kaku saat bangun tidur. Baca juga: leher kaku saat bangun tidur.
Bagaimana posisi menonton yang lebih nyaman?
Kuncinya adalah membawa layar ke arah mata, bukan membawa kepala ke arah layar. Letakkan HP atau tablet di penyangga setinggi mata, atau pindahkan tontonan ke laptop dan TV. Duduklah bersandar dengan punggung tertopang, bukan membungkuk di tepi kasur. Posisi tengkurap atau miring sambil menyangga kepala dengan satu tangan sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama.
Manfaatkan jeda antar-episode untuk berdiri, minum, dan menggerakkan leher sebentar. Menetapkan batas jumlah episode per malam juga membantu, supaya jam tidur tidak terlalu larut dan otot punya waktu untuk pulih.
Peregangan leher apa yang bisa dilakukan?
Mulailah dengan menarik dagu perlahan ke belakang, seperti membuat dagu berlipat, sebanyak 10 kali. Gerakan ini melatih otot leher bagian dalam yang menahan kepala tetap tegak. Setelah itu, miringkan kepala ke kanan dan tahan 20 sampai 30 detik, lalu lakukan hal yang sama ke kiri.
Lanjutkan dengan memutar bahu ke belakang secara perlahan 10 kali untuk melemaskan otot bahu yang tegang. Terakhir, buka dada dengan menautkan kedua tangan di belakang punggung, tarik bahu ke belakang, dan tahan sekitar 20 detik.
Lakukan perlahan tanpa memaksa. Bila peregangan menimbulkan nyeri tajam, hentikan.
Kapan perlu diperiksakan?
Kaku leher karena posisi biasanya mereda dalam beberapa hari. Periksakan ke dokter bila nyeri leher disertai kesemutan atau lemah di lengan, sakit kepala hebat, atau tidak membaik. Baca juga: kenali tubuhmu: leher dan bahu.
Layanan Petos Sehat yang sesuai
Untuk leher dan bahu yang kaku, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, dan Tuina. Bila kaku terasa di leher dan bahu saja, Physical Problem Intensive memberi penanganan terfokus pada area tersebut. Petos Fresh cocok bagi yang ingin relaksasi dan peregangan seluruh badan, termasuk teknik kretek khas Petos. Sementara Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus, misalnya leher dan punggung, dan paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kenapa leher kaku setelah lama menonton di HP atau tablet?
Kepala yang menunduk membuat otot leher dan bahu bekerja lebih keras. Bila dilakukan berjam-jam, otot terasa kaku dan pegal.
Seberapa berat beban leher saat menunduk?
Menurut penelitian Hansraj (2014), sekitar 27 pon (±12 kg) saat menunduk 15 derajat dan 60 pon (±27 kg) saat menunduk 60 derajat, dibanding 10–12 pon saat kepala tegak.
Bagaimana posisi menonton yang baik?
Layar setinggi mata, duduk bersandar dengan punggung tertopang, dan beri jeda antar-episode untuk bergerak.
Peregangan apa untuk leher kaku?
Tarik dagu ke belakang, miringkan kepala ke kanan dan kiri, putar bahu, dan buka dada, masing-masing perlahan tanpa memaksa.
Kapan leher kaku perlu ke dokter?
Bila disertai kesemutan atau lemah di lengan, sakit kepala hebat, atau tidak membaik dalam beberapa hari.
Leher dan bahu sering kaku setelah lama menatap layar? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
