Migrain atau Sakit Kepala Biasa, Apa Bedanya?
Kepala berdenyut, silau, dan mual: migrain atau sekadar sakit kepala biasa? Kenali ciri, pemicu, dan kebiasaan yang membantu menurut WHO.
Tim Petos Sehat
11/5/20265 min read


Ilustrasi: Perempuan memijat kedua pelipis di meja kerja saat kepala terasa sakit.
Kepala berdenyut sejak pagi, cahaya layar terasa menyilaukan, dan suara orang mengobrol pun terasa mengganggu. Sebagian orang langsung menyebutnya "migrain", sebagian lagi menganggapnya sakit kepala biasa karena kurang tidur. Padahal keduanya tidak sama, dan cara menghadapinya pun bisa berbeda. Lalu bagaimana cara tahu migrain atau sakit kepala biasa yang sedang Anda alami?
Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas perbedaan migrain dan sakit kepala tegang (tension headache) berdasarkan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), apa saja pemicunya, serta kebiasaan sehari-hari yang membantu kepala terasa lebih ringan.
Apa bedanya migrain dan sakit kepala biasa?
Migrain biasanya berupa nyeri berdenyut sedang hingga berat, sering di satu sisi kepala, dan disertai mual serta peka terhadap cahaya dan suara; sedangkan sakit kepala tegang terasa seperti ditekan atau diikat di sekeliling kepala. Menurut lembar fakta WHO tentang gangguan sakit kepala, migrain adalah gangguan sakit kepala primer yang datang berulang dalam serangan, umumnya berlangsung 4 sampai 72 jam.
Sakit kepala tegang, yang sering dianggap "sakit kepala biasa", digambarkan WHO sebagai rasa tertekan atau kencang, sering seperti ada ikatan di sekeliling kepala, dan kadang menjalar ke atau dari leher. Keluhan ini bisa berkaitan dengan stres atau masalah otot dan tulang di leher. Pembahasan lengkapnya ada di artikel Tension Headache: Sakit Kepala Tegang.
Seperti apa ciri serangan migrain?
WHO menjelaskan bahwa nyeri kepala saat migrain sering memiliki ciri: intensitasnya sedang atau berat, terasa di satu sisi kepala atau di belakang mata, berdenyut, dan bertambah berat dengan aktivitas fisik sehari-hari. Serangan dapat disertai mual, muntah, serta rasa tidak nyaman terhadap cahaya dan suara.
Pada sebagian orang, serangan didahului aura, yaitu gejala sementara yang bisa berupa gangguan penglihatan, perubahan rasa di kulit, atau gejala lain yang kemudian hilang. Pada anak-anak, WHO mencatat serangan migrain biasanya lebih singkat dan keluhan perut lebih menonjol.
Siapa yang sering mengalami migrain?
Menurut WHO, migrain paling sering mulai muncul pada masa pubertas dan umumnya dialami orang berusia 35 sampai 45 tahun. Migrain lebih sering dialami perempuan, kemungkinan karena pengaruh hormon.
Dampaknya pun tidak kecil. WHO mencatat migrain menempati urutan ketiga sebagai penyumbang beban penyakit saraf secara keseluruhan pada tahun 2021, diukur dari jumlah tahun hidup sehat yang hilang. WHO juga menyebutkan bahwa di seluruh dunia hanya sebagian kecil penderita gangguan sakit kepala yang didiagnosis dan ditangani dengan tepat oleh tenaga kesehatan.
Apa saja pemicu migrain?
Penyebab pasti migrain belum diketahui. WHO menjelaskan bahwa migrain diduga terjadi karena pelepasan zat pemicu nyeri dan peradangan di sekitar saraf dan pembuluh darah kepala. Serangan dapat dipicu oleh alkohol, gangguan tidur, dan makanan tertentu.
Karena pemicunya berbeda pada tiap orang, mencatat kapan serangan datang sangat membantu. Tulis jam tidur, makanan dan minuman hari itu, tingkat stres, serta aktivitas sebelum serangan. Setelah beberapa minggu, pola pemicu Anda biasanya mulai terlihat dan catatan ini juga berguna saat berkonsultasi dengan dokter.
Kenapa sakit kepala sering terasa sampai leher dan bahu?
Pada sakit kepala tegang, WHO menyebutkan nyeri bisa menjalar ke atau dari leher dan berkaitan dengan masalah otot di leher. Kebiasaan menunduk lama ke layar, posisi duduk yang membungkuk, dan stres membuat otot leher dan bahu terus bekerja sehingga terasa kencang.
Mengenali ciri masing-masing penting agar Anda tahu kapan cukup beristirahat dan merilekskan leher, dan kapan perlu berkonsultasi ke dokter. Baca juga: Stres Bikin Bahu dan Leher Kaku.
Kebiasaan di rumah yang membantu
Jaga jam tidur tetap teratur. Karena gangguan tidur termasuk pemicu migrain, usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Baca juga: Tidur Larut di Akhir Pekan, Senin Jadi Berat.
Kenali dan batasi pemicu pribadi. Bila catatan harian menunjukkan makanan atau minuman tertentu sering diikuti serangan, coba kurangi dan perhatikan perubahannya. Alkohol termasuk pemicu yang disebut WHO.
Istirahatkan mata dan leher dari layar. Beri jeda dari layar secara berkala, atur posisi layar sejajar mata, dan lakukan peregangan leher ringan. Baca juga: Mata Lelah karena Layar: Aturan 20-20-20.
Cari tempat tenang saat serangan datang. Karena serangan migrain membuat peka terhadap cahaya dan suara, ruangan yang redup dan tenang biasanya terasa lebih nyaman untuk beristirahat.
Layanan Petos Sehat Estetika yang sesuai
Petos Sehat Estetika tidak menangani serangan migrain itu sendiri; untuk migrain yang sering kambuh, konsultasikan dengan dokter. Namun bila sakit kepala Anda disertai leher, bahu, dan punggung atas yang kencang, terapis kami dapat membantu meredakan ketegangan otot tersebut secara bertahap sesuai respons tubuh. Sebaiknya datang di luar waktu serangan migrain, dan sampaikan riwayat sakit kepala Anda kepada terapis.
Untuk area leher dan bahu, layanan Physical Problem Intensive berfokus pada satu area. Bila kencang terasa sampai punggung atau pinggang, Petos Sehat Komplit yang mencakup dua area paling disarankan, sementara Petos Fresh cocok untuk relaksasi dan peregangan seluruh badan. Layanan tambahan Totok Aura & Wajah juga dapat membantu wajah dan kepala terasa lebih rileks. Terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, dan pengecekan ini sudah termasuk dalam layanan.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa ciri utama migrain?
Menurut WHO, migrain biasanya berupa nyeri berdenyut sedang hingga berat, sering di satu sisi kepala atau di belakang mata, berlangsung 4–72 jam, dan disertai mual serta peka terhadap cahaya dan suara.
Apa bedanya dengan sakit kepala tegang?
Sakit kepala tegang terasa seperti ditekan atau diikat di sekeliling kepala, kadang menjalar ke leher, dan sering berkaitan dengan stres atau otot leher yang tegang.
Apa saja pemicu migrain?
WHO menyebutkan serangan dapat dipicu alkohol, gangguan tidur, dan makanan tertentu. Pemicunya berbeda pada setiap orang, sehingga mencatat pola serangan sangat membantu.
Apakah boleh dipijat saat sedang migrain?
Sebaiknya beristirahat di tempat redup dan tenang saat serangan. Pijat untuk leher dan bahu yang tegang lebih nyaman dilakukan di luar waktu serangan, dengan memberi tahu terapis riwayat sakit kepala Anda.
Bagaimana cara reservasi di Petos Sehat Estetika?
Reservasi bisa melalui reservasi.petossehat.id atau WhatsApp 085143764545. Petos Sehat Estetika buka setiap hari pukul 08.00–21.00 waktu setempat di 11 lokasi, yang daftarnya bisa dilihat di halaman lokasi kami.
Sakit kepala yang disertai leher dan bahu kencang tidak perlu ditahan terus. Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika melalui WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
