Duduk Kaki Silang Bikin Varises? Mitos atau Fakta #12

Sering duduk kaki silang lalu diingatkan soal varises dan tulang miring? Simak pandangan TCM dan temuan penelitian terbaru di Mitos atau Fakta #12.

Tim Petos Sehat

10/24/20266 min read

Perempuan berhijab duduk di kursi kantor dengan kaki disilangkan
Perempuan berhijab duduk di kursi kantor dengan kaki disilangkan

Ilustrasi: Perempuan berhijab duduk santai di kursi kantor dengan kaki disilangkan.

Rapat sudah berjalan satu jam. Tanpa sadar, kaki kanan naik ke atas lutut kiri, lalu beberapa menit kemudian berganti sisi. Tiba-tiba rekan di sebelah berbisik, "Hati-hati, nanti kakinya varises, tulangnya miring juga, lho." Anda pun buru-buru menurunkan kaki. Tapi benarkah kebiasaan sesederhana ini bisa meninggalkan jejak sebesar itu pada tubuh?

Selamat datang di Mitos atau Fakta #12 dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah membahas uban di usia muda di seri sebelumnya, kali ini kita menguji anggapan "duduk kaki silang bikin varises dan tulang miring" dari dua sisi: Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang menjadi dasar pendekatan Petos Sehat, dan penelitian kedokteran modern sebagai pendukungnya.

Mengapa kita suka menyilangkan kaki?

Bagi banyak orang, menyilangkan kaki terasa nyaman, sopan, dan membuat badan lebih stabil saat duduk lama. Menariknya, praktisi TCM Taiwan Huang Xian-ming, dikutip TVBS Health (2023), menyebut kebiasaan ini bisa jadi justru akibat, bukan penyebab. Saat otot penopang panggul lemah atau panggul sudah tidak seimbang, tubuh mencari posisi yang terasa lebih stabil, dan kaki silang adalah salah satu caranya. Ia juga mengaitkan kebiasaan ini terutama dengan duduk terlalu lama.

Jadi sebelum menyalahkan posisi kaki, ada baiknya bertanya dulu: mengapa tubuh saya "meminta" posisi ini?

Bagaimana TCM memandang duduk kaki silang?

Dalam TCM, qi dan darah mengalir melalui jalur meridian. Dr. Gao Fu, dokter bagian Tuina di Rumah Sakit Afiliasi Universitas TCM Shanxi, dalam artikel Life Times (生命时报) yang dimuat ulang Juni 2026, menjelaskan bahwa kaki silang memuntir panggul dan tulang belakang sehingga meridian yang melekat padanya ikut tertarik. Meridian Kandung Empedu di sisi luar paha dapat tertekan oleh kaki yang diangkat sehingga aliran qi dan darah melambat; pegal atau kebas di paha luar dianggap sebagai tandanya. Meridian Kandung Kemih di punggung teregang saat badan membungkuk, sedangkan meridian Hati di sisi dalam paha bisa ikut terhambat oleh rotasi pinggul.

TCM juga punya ungkapan klasik dari Huangdi Neijing: "duduk terlalu lama melukai otot" (久坐伤肉). Tang Ling, Wakil Direktur Rumah Sakit Afiliasi Ketiga Beijing University of Chinese Medicine, dikutip Xinhua (2026), menjelaskan bahwa Limpa mengatur otot, dan kurang gerak melemahkan fungsi Limpa sehingga otot kurang mendapat nutrisi lalu mudah pegal dan lelah. Perlu dicatat, Limpa, Hati, dan Kandung Empedu dalam TCM adalah sistem fungsi tubuh, tidak sama dengan organ limpa, hati, atau kandung empedu dalam anatomi modern.

Apa kata penelitian modern?

Tekanan darah. Ini efek yang paling jelas terukur. Studi Pinar dan rekan di Journal of Clinical Nursing (2010) terhadap 283 pasien hipertensi menemukan tekanan sistolik naik sekitar 10 mmHg dan diastolik sekitar 8 mmHg saat kaki disilangkan di lutut. Kenaikan ini sesaat dan kembali saat kaki diturunkan, tetapi cukup untuk membuat hasil pengukuran tidak akurat. Itulah alasan petugas kesehatan meminta kedua telapak kaki menapak lantai saat tensi diukur.

Varises. Dr. Mohammed Moursi, dokter bedah pembuluh darah di University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS), menegaskan bahwa menyilangkan kaki tidak menyebabkan varises. Varises berasal dari masalah pada katup pembuluh vena itu sendiri. Faktor yang berperan antara lain keturunan, berat badan berlebih, jenis kelamin, usia, kehamilan, kurang gerak, dan riwayat bekuan darah. Berdiri lama dapat memperberat varises yang sudah ada, tetapi posisi kaki saat duduk bukan penyebabnya.

Panggul, otot, dan tulang belakang. Prof. Adam Taylor, ahli anatomi Lancaster University (2023), menjelaskan bahwa menyilangkan kaki membuat satu sisi pinggul lebih tinggi. Bila dilakukan berjam-jam setiap hari selama bertahun-tahun, panjang otot di sekitar panggul dapat berubah sehingga otot kiri dan kanan tidak lagi seimbang. Ia juga menyebut kemungkinan kaitan dengan skoliosis, meski penelitian langsung soal ini masih terbatas. Menariknya, ia mengutip studi kecil (2016) yang justru menemukan pada orang dengan panjang tungkai berbeda, kaki silang dapat membantu menyeimbangkan tinggi panggul.

Saraf peroneal. Saraf ini melintas tepat di bawah kulit di sisi luar lutut, sehingga mudah tertekan saat lutut ditumpuk. Tinjauan Journal of Korean Neurosurgical Society (2013) terhadap 26 pasien kelumpuhan saraf peroneal akibat postur mencatat enam di antaranya dipicu duduk bersila atau kaki silang, dengan rata-rata posisi dipertahankan sekitar dua jam. Gejalanya kaki terkulai (sulit mengangkat ujung kaki) dan kesemutan. Sebagian besar pulih bertahap dalam beberapa minggu. Kasus seperti ini jarang; kesemutan singkat setelah kaki silang beberapa menit biasanya hilang sendiri.

Jadi, mitos atau fakta?

Varises: mitos. Tidak ada bukti bahwa menyilangkan kaki menyebabkan varises; penyebab utamanya keturunan dan kondisi katup vena, dengan berdiri lama dan kurang gerak sebagai faktor yang memperberat.

Tulang miring: sebagian fakta, bila jadi kebiasaan lama. Sesekali menyilangkan kaki tidak membuat tulang bengkok. Namun duduk berjam-jam dengan posisi yang selalu sama, apalagi selalu di sisi yang sama, dapat ikut membentuk panggul yang tidak seimbang dan otot yang tegang di satu sisi. Dalam bahasa TCM, aliran qi dan darah di meridian tungkai dan punggung menjadi kurang lancar. Kaitan langsung dengan skoliosis belum terbukti kuat. Yang pasti: kaki silang menaikkan tekanan darah sesaat dan, bila terlalu lama, dapat menekan saraf peroneal.

Kebiasaan duduk yang lebih ramah tubuh

Usahakan kedua telapak kaki menapak lantai, lutut kira-kira membentuk sudut 90 derajat, dan punggung bawah bersandar pada kursi. Bila sulit lepas dari kebiasaan kaki silang, kurangi durasinya, bergantian sisi, atau silangkan di pergelangan kaki saja. Dr. Gao Fu menyarankan peregangan sederhana seperti menekuk badan ke samping dengan satu lengan terangkat selama tiga tarikan napas, serta posisi "kupu-kupu" (telapak kaki saling menempel sambil menggerakkan lutut naik turun) sekitar satu menit.

Yang paling penting adalah bergerak. Tang Ling menganjurkan jeda 1 sampai 2 menit setiap 40 menit duduk untuk berjinjit dan menghentakkan tumit ringan. Gerakan betis seperti ini juga membantu aliran darah vena di tungkai. Untuk orang tua yang lebih banyak duduk, jalan kaki ringan di dalam rumah sudah cukup bermakna.

Saat pinggul dan punggung terasa tidak seimbang

Duduk lama sering meninggalkan pinggul yang terasa kaku, punggung bawah pegal, atau paha luar kebas. Terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakan keluhan ini dengan Tuina, terapi pijat dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang bekerja pada otot dan jalur meridian, serta Akupresur pada titik-titik di pinggul dan tungkai. Pijat Limfatik dapat menjadi pilihan saat tungkai terasa berat setelah seharian duduk, sedangkan Bone Setting membantu merilekskan area panggul dan punggung yang terasa tidak seimbang, bertahap sesuai respons tubuh. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah duduk kaki silang menyebabkan varises?
Tidak. Varises disebabkan masalah katup vena, dengan faktor utama keturunan, usia, kehamilan, berat badan, dan kurang gerak. Berdiri lama dapat memperberat varises yang sudah ada.

Apakah kaki silang bisa membuat tulang miring?
Sesekali tidak. Namun kebiasaan duduk kaki silang berjam-jam selama bertahun-tahun dapat ikut membuat panggul dan otot tidak seimbang. Kaitan langsung dengan skoliosis belum terbukti kuat.

Apakah kaki silang menaikkan tekanan darah?
Ya, sesaat. Studi tahun 2010 mencatat tekanan sistolik naik sekitar 10 mmHg saat kaki disilangkan di lutut, jadi kedua kaki sebaiknya menapak lantai saat tensi diukur.

Bagaimana TCM memandang duduk kaki silang?
TCM memandang posisi ini dapat menekan dan menarik meridian di tungkai dan punggung sehingga aliran qi dan darah melambat, ditambah duduk lama yang melemahkan otot.

Mengapa kaki kesemutan setelah duduk kaki silang?
Saraf peroneal di sisi luar lutut tertekan. Kesemutan singkat biasanya hilang sendiri, tetapi tekanan berjam-jam dapat membuat kaki sulit diangkat selama beberapa minggu.

Pinggul atau punggung terasa kaku setelah duduk lama? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Konsep qi, darah, meridian, Limpa, dan Hati dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.