Uban di Usia Muda Pasti karena Stres? Mitos atau Fakta #11

Baru 20-an tapi uban sudah muncul? Banyak yang langsung menyalahkan stres. Simak pandangan TCM dan temuan penelitian terbaru di Mitos atau Fakta #11.

Tim Petos Sehat

10/23/20266 min read

Perempuan muda memperhatikan helai uban di rambut hitamnya
Perempuan muda memperhatikan helai uban di rambut hitamnya

Ilustrasi: Uban di usia muda, benarkah selalu karena stres?

Pagi-pagi bercermin, lalu mata tertuju pada sehelai rambut putih yang berkilau di dekat pelipis. Usia baru 24 tahun, kantor sedang sibuk-sibuknya, dan teman langsung berkomentar, "Wah, kebanyakan pikiran, nih!" Benarkah uban yang muncul saat masih muda selalu menjadi tanda hidup sedang penuh tekanan, atau ada penjelasan lain yang jarang dibicarakan?

Selamat datang di Mitos atau Fakta #11 dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah membahas minum es bikin batuk pilek di seri sebelumnya, kali ini kita menguji anggapan populer "uban di usia muda pasti karena stres" dari dua sisi: Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang menjadi dasar pendekatan Petos Sehat, dan penelitian kedokteran modern sebagai pendukungnya.

Dari mana anggapan ini muncul?

Ungkapan "pusing sampai beruban" ada di banyak budaya. Dalam bahasa Mandarin ada istilah 愁白了头, kira-kira berarti "rambut memutih karena cemas". Kisah tokoh yang rambutnya mendadak putih setelah peristiwa berat juga sering diceritakan turun-temurun. Wajar bila banyak orang lalu menyimpulkan bahwa setiap uban di usia muda pasti akibat stres.

Padahal kitab klasik TCM Huangdi Neijing, bagian Suwen bab 1 (Shanggu Tianzhen Lun), sejak awal mengaitkan uban dengan siklus usia. Perempuan disebut mengalami siklus tujuh tahunan dan laki-laki delapan tahunan. Pada usia 42 tahun (enam kali tujuh), kitab ini menulis rambut perempuan "mulai memutih", sedangkan pada laki-laki usia 48 tahun (enam kali delapan) rambut di pelipis mulai beruban. Kutipan ini tercantum dalam materi kuliah Prof. Tong Yao yang dipublikasikan The University of Hong Kong. Artinya, uban yang datang jauh sebelum usia tersebut dianggap sebagai tanda ada keseimbangan yang terganggu.

Bagaimana TCM memandang uban di usia muda?

TCM memiliki dua ungkapan kunci. Pertama, "Ginjal menyimpan esensi, dan kemilaunya tampak pada rambut" (肾藏精,其华在发). Rambut dipandang sebagai "bunga" Ginjal. Artikel edukasi Guangming Daily bersama kanal Capital Chinese Medicine (2026) menjelaskan, bila esensi Ginjal kurang, rambut kehilangan nutrisi lalu memutih. Perlu dicatat, Ginjal, Hati, dan Limpa dalam TCM adalah sistem fungsi tubuh, tidak sama dengan organ ginjal, hati, atau limpa dalam anatomi modern.

Kedua, "rambut adalah sisa darah" (发为血之余). Rambut mendapat nutrisi dari darah, dan sistem Hati berperan "menyimpan darah". Praktisi TCM terdaftar Clara Chan dalam seminar kesehatan HKUST (2021) menyebut keseimbangan Hati paling sering terganggu oleh stres dan emosi. Prof. Xia Meng, dikutip CCTV News (2023), menjelaskan stres berkepanjangan dapat membuat qi Hati tersumbat (肝郁) sehingga aliran ke kulit kepala terganggu. Praktisi TCM Peng Zixin di HK01 (2026) menambahkan, kerja berlebihan dan begadang dapat melemahkan Ginjal lebih awal dari siklus alaminya.

Jadi dalam kacamata TCM, stres memang salah satu jalur, tetapi bukan satu-satunya. Bawaan tubuh, darah yang kurang, pola makan, dan kurang istirahat sama-sama diperhitungkan.

Apa kata kedokteran modern?

Uban disebut dini (premature canities) bila muncul sebelum usia 20 tahun pada orang kulit putih, 25 tahun pada orang Asia, dan 30 tahun pada orang Afrika, seperti dirangkum di Journal of the Pakistan Medical Association (2024). Faktor terbesarnya ternyata keturunan. Studi Sonthalia dan Tobin di Indian Journal of Dermatology (2017) terhadap 71 pasien mencatat 90,1% punya riwayat keluarga beruban dini. Studi yang sama menemukan kaitan dengan kekurangan vitamin B12 dan hipotiroid (kelenjar tiroid kurang aktif).

Stres juga terbukti berperan, setidaknya pada hewan. Penelitian Zhang dkk. dari Harvard University di jurnal Nature (2020) menunjukkan stres mengaktifkan saraf simpatis yang melepaskan norepinefrin ke folikel rambut tikus. Akibatnya, cadangan sel punca melanosit (pembuat pigmen) habis dalam beberapa hari dan uban pada tikus itu menetap.

Faktor gaya hidup dan nutrisi ikut memengaruhi. Studi Indian Dermatology Online Journal (2013) terhadap 207 orang menemukan perokok berpeluang sekitar 2,5 kali lebih besar beruban sebelum usia 30. Penelitian di International Journal of Trichology (2013) pada pelajar dengan uban dini menemukan kadar ferritin (cadangan zat besi), kalsium, dan vitamin D3 lebih rendah. Untuk tembaga, hasilnya beragam; penelitian Universitas Sumatera Utara di Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences (2022) pada 40 pria di bawah 25 tahun justru menemukan kadar seng yang lebih rendah, sedangkan tembaga tidak berbeda.

Kabar baiknya, uban tidak selalu permanen. Penelitian Rosenberg dkk. dari Columbia University di jurnal eLife (2021) menganalisis helai rambut 14 relawan dan mencocokkannya dengan catatan stres harian. Sebagian uban kembali gelap saat stres berkurang; pada satu peserta yang berlibur, lima helai rambut kembali gelap. Namun peneliti menegaskan ini hanya terjadi pada sebagian helai, terutama yang baru mendekati ambang memutih, dan kecil kemungkinannya pada orang tua yang sudah lama beruban.

Jadi, mitos atau fakta?

Sebagian fakta. Stres memang bisa mempercepat munculnya uban; TCM mengaitkannya dengan qi Hati yang tersumbat, dan penelitian Harvard serta Columbia menunjukkan jalurnya secara biologis. Tetapi kata "pasti" di situ keliru. Penyebab terbesar uban di usia muda adalah keturunan, disusul faktor seperti merokok, kekurangan vitamin B12, zat besi, atau vitamin D, serta gangguan tiroid. Dalam TCM pun, uban dini dipandang sebagai gabungan bawaan Ginjal, kecukupan darah, dan gaya hidup.

Bagaimana dengan anggapan "cabut satu uban tumbuh tujuh"? Satu folikel hanya menumbuhkan satu helai rambut, jadi mencabut tidak menambah jumlah uban. Meski begitu, dokter kulit yang dikutip Life Times (生命时报) (2025) mengingatkan bahwa sering mencabut dapat merusak folikel dan memicu infeksi, jadi lebih baik digunting.

Tips merawat rambut dari dalam

Mulailah dari piring makan. Telur, ikan, daging, dan susu menyumbang protein serta vitamin B12, sayuran hijau dan kacang-kacangan membantu kecukupan zat besi, sementara wijen hitam, kacang hitam, dan murbei dianjurkan dalam TCM untuk menutrisi Ginjal dan darah. Konsumsi secukupnya saja, karena manfaatnya datang dari nutrisi, bukan dari warna hitamnya.

Kelola stres dengan cara yang Anda nikmati, misalnya berjalan kaki, olahraga ringan, atau ibadah. Usahakan tidur sebelum pukul 23.00, karena TCM memandang begadang menguras darah dan esensi. Berhenti merokok juga langkah penting. Bila uban bertambah cepat dalam waktu singkat, tanpa riwayat keluarga, atau disertai lemas, pucat, kesemutan, dan rambut rontok, sebaiknya periksakan darah ke dokter untuk mengecek vitamin B12, ferritin, vitamin D, dan fungsi tiroid.

Saat stres membuat leher dan bahu kaku

Stres jarang datang sendirian. Banyak orang merasakannya sebagai leher dan bahu yang kaku, kepala terasa berat, dan tidur yang tidak nyenyak. Terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakan ketegangan ini dengan Tuina, terapi pijat dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), serta Akupresur pada titik-titik di kepala, leher, dan bahu seperti Baihui dan Fengchi yang dalam TCM dipakai untuk relaksasi. Pijat kepala ini ditujukan untuk rasa rileks dan tidur yang lebih nyaman, bukan untuk menghitamkan rambut. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah uban di usia muda pasti karena stres?
Tidak pasti. Stres bisa mempercepat uban, tetapi penyebab terbesar uban dini adalah keturunan, ditambah faktor seperti merokok, kekurangan nutrisi, dan gangguan tiroid.

Usia berapa uban disebut dini?
Uban disebut dini bila muncul sebelum usia 20 tahun pada orang kulit putih, 25 tahun pada orang Asia, dan 30 tahun pada orang Afrika.

Bagaimana TCM memandang uban?
TCM menyebut rambut sebagai "bunga" Ginjal dan "sisa darah". Uban dini dikaitkan dengan esensi Ginjal yang kurang, darah yang kurang, serta qi Hati yang tersumbat akibat stres.

Apakah uban bisa kembali hitam?
Kadang bisa. Penelitian Columbia University (2021) menemukan sebagian helai uban kembali gelap saat stres berkurang, tetapi hanya pada sebagian helai dan jarang pada uban yang sudah lama.

Apakah mencabut uban membuatnya bertambah banyak?
Tidak, satu folikel hanya menumbuhkan satu helai. Namun sering mencabut dapat merusak folikel, jadi uban lebih baik digunting.

Leher dan bahu sering kaku saat banyak pikiran? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Konsep Ginjal, Hati, darah, dan qi dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.