Minum Es Bikin Batuk Pilek? Mitos atau Fakta #10
"Es terus! Nanti batuk pilek." Benarkah minum es bikin sakit? Simak pandangan TCM dan kata penelitian di Mitos atau Fakta #10.
Tim Petos Sehat
10/22/20266 min read


Ilustrasi: anak menikmati es teh manis sementara ibu mengingatkan, adegan yang akrab di banyak rumah
"Es terus! Nanti batuk pilek lagi, lho." Kalimat ini hampir pasti pernah Anda dengar dari ibu, atau mungkin sekarang Anda sendiri yang mengucapkannya ke anak. Siang terik, es teh manis terasa segar sekali, tapi dua hari kemudian si kecil mulai batuk berdahak. Apakah ini cuma kekhawatiran orang tua, atau ada dasarnya?
Selamat datang di Mitos atau Fakta #10 dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah membahas tidur tengkurap dan sakit punggung di seri sebelumnya, kali ini kita membedah larangan minum es dari dua sisi: Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang menjadi dasar pendekatan Petos Sehat, dan penelitian kedokteran modern sebagai pendukungnya.
Dari mana anggapan ini muncul?
Larangan ini jauh lebih tua dari yang kita kira. Kitab klasik TCM Huangdi Neijing, pada bagian Suwen bab 38 tentang batuk, menjelaskan bahwa makanan dan minuman dingin yang masuk ke lambung dapat naik melalui jalur meridian Paru sehingga Paru menjadi dingin, lalu bergabung dengan pengaruh dingin dari luar dan menimbulkan batuk. Bagian ini dikutip oleh Beijing University of Chinese Medicine dan Rumah Sakit TCM Provinsi Sichuan.
Kitab yang sama, bagian Lingshu bab 4, menulis bahwa tubuh yang kedinginan lalu minum yang dingin akan melukai Paru, karena dua dingin bertemu dan melukai luar sekaligus dalam, sehingga qi Paru naik melawan arah. Dalam TCM, qi Paru yang naik melawan arah inilah yang tampak sebagai batuk.
Bagaimana TCM memandang minuman es?
Dalam TCM, pencernaan diatur oleh sistem Limpa–Lambung (Pi Wei), yang tidak sama dengan organ limpa dalam anatomi modern. Menurut dosen klinis School of Chinese Medicine, Hong Kong Baptist University, terlalu banyak makanan mentah, dingin, atau beku, termasuk minuman es, dapat melemahkan yang qi Limpa sehingga fungsinya terganggu dan memicu penumpukan lembap (dampness) di tubuh.
Lembap inilah yang dikaitkan dengan dahak. Ada ungkapan klasik dari kitab Bencao Gangmu karya Li Shizhen: "Limpa adalah sumber dahak, Paru adalah wadahnya." Artinya, bila Limpa lemah dan cairan tidak terolah dengan baik, terbentuk lembap dan dahak yang kemudian "disimpan" di Paru.
Anak-anak mendapat perhatian khusus. Prinsip klasik pediatri TCM menyebut Limpa anak "sering belum cukup kuat" (脾常不足), sehingga lebih mudah terganggu oleh makanan dan minuman dingin. Wakil Rektor Guangzhou University of Chinese Medicine, Zhang Zhongde, dalam konferensi pers Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok yang diberitakan China Daily (2023), menyebut fungsi Limpa–Lambung anak masih rapuh setelah sakit, dan anak dengan kondisi tubuh "dingin" yang makan buah atau makanan dingin lebih mudah batuk, terutama pada malam hari.
Apa kata kedokteran modern?
Dari sisi kedokteran modern, penyebab langsung pilek adalah virus. CDC Amerika Serikat mencatat ada lebih dari 200 jenis virus pernapasan yang bisa menyebabkan pilek, dengan rhinovirus sebagai yang tersering. Namun beberapa penelitian menunjukkan suhu dingin bisa melemahkan pertahanan tubuh. Penelitian Cardiff University di jurnal Family Practice (2005) menemukan 13 dari 90 orang yang kakinya direndam air dingin mengalami gejala pilek, dibanding 5 dari 90 orang di kelompok pembanding.
Dokter spesialis anak konsultan respirologi dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A(K), seperti dikutip Suara.com (2023), menjelaskan es tidak langsung menjadi penyebab infeksi saluran napas; anak sakit karena daya tahan tubuhnya sedang menurun, dan pengaruh es terhadap saluran napas sifatnya tidak langsung. Pada anak dengan asma, penelitian di jurnal Pediatric Allergy and Immunology (1997) mencatat 47% anak yang minum air es mengalami batuk atau mengi, dibanding 4% yang minum air bersuhu ruang.
Jadi, mitos atau fakta?
Sebagian fakta. Es memang bukan penyebab langsung batuk pilek, karena penyebabnya adalah virus. Tetapi TCM sejak ribuan tahun lalu memandang minuman dingin berlebihan melemahkan Limpa–Lambung dan Paru sehingga tubuh lebih mudah batuk dan berdahak, dan sejumlah penelitian modern juga menemukan dingin dapat menurunkan pertahanan tubuh. Risikonya lebih besar pada anak, pada orang yang sedang batuk pilek atau baru pulih dari sakit, dan pada pengidap asma.
Ada pula risiko lain yang sering terlupa. Tinjauan di Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (2021) merangkum temuan bakteri E. coli pada 80% sampel es batu di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, yang lebih berisiko memicu diare. Gula di es teh dan minuman kekinian juga cepat menumpuk, padahal Kementerian Kesehatan menganjurkan maksimal 50 gram gula per hari. Baca juga: bahaya konsumsi gula berlebihan.
Tips minum yang lebih bijak ala TCM
Pedoman kesehatan musiman dari Chinese Medicine Regulatory Office, Departemen Kesehatan Hong Kong menganjurkan minum air hangat, bukan minuman dingin, saat haus setelah banyak berkeringat, karena minuman dingin dapat melemahkan yang qi Limpa dan Lambung. Pedoman yang sama menyarankan suhu makanan dan minuman sebaiknya mendekati suhu tubuh. Jadi saat cuaca terik, air putih bersuhu ruang atau hangat tetap pilihan utama.
Saat sedang batuk pilek, terutama batuk berdahak, pedoman Departemen Kesehatan Hong Kong menyarankan menghindari minuman dingin dan makanan bersifat dingin. Bila sesekali ingin minum es, kami menyarankan menikmatinya setelah makan, sedikit saja dan perlahan, dengan es dari air matang dan gula yang dikurangi. Untuk anak, terlebih yang sering batuk berdahak atau punya riwayat asma, batasi minuman es dan biasakan air hangat.
Bila badan pegal saat daya tahan tubuh menurun
Saat daya tahan tubuh terasa menurun, badan sering ikut pegal dan kaku. Setelah demam reda, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan Tuina, terapi pijat dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), Akupresur pada titik-titik meridian, serta Pijat Limfatik yang membantu saat imun terasa drop. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Saat masih demam, tunda dulu pijat dan perbanyak istirahat. Baca juga: badan pegal saat flu.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah minum es menyebabkan batuk pilek?
Tidak secara langsung, karena penyebab pilek adalah virus. Namun TCM memandang minuman dingin berlebihan melemahkan Limpa–Lambung dan Paru, dan penelitian modern menemukan dingin dapat menurunkan pertahanan tubuh.
Bagaimana pandangan TCM tentang minuman es?
Menurut TCM, minuman es dapat melemahkan yang qi Limpa sehingga terbentuk lembap dan dahak. Ungkapan klasik menyebut Limpa sebagai sumber dahak dan Paru sebagai wadahnya.
Kenapa anak lebih mudah batuk setelah minum es?
Prinsip pediatri TCM menyebut Limpa anak sering belum cukup kuat, sehingga lebih mudah terganggu oleh minuman dan makanan dingin, terutama setelah baru sakit.
Minuman apa yang dianjurkan saat cuaca panas?
Pedoman kesehatan TCM dari Departemen Kesehatan Hong Kong menganjurkan air hangat saat haus setelah berkeringat, dengan suhu minuman mendekati suhu tubuh.
Apa risiko lain dari minuman es?
Es batu dari air yang tidak layak minum bisa tercemar bakteri E. coli dan memicu diare, dan minuman es manis menambah asupan gula. Kemenkes menganjurkan gula maksimal 50 gram per hari.
Badan sering pegal saat daya tahan tubuh menurun? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Konsep Limpa, Paru, dan qi dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
