Peregangan Sebelum Olahraga Cegah Cedera? Mitos atau Fakta
Sejak sekolah kita diajari meregangkan otot sebelum olahraga agar tidak cedera. Benarkah? Simak kata penelitian dan pandangan TCM di Mitos atau Fakta #19.
Tim Petos Sehat
10/30/20265 min read


Ilustrasi: Pria muda berkaos olahraga melakukan peregangan di lintasan lari stadion pada pagi hari
Sebelum lari pagi atau main futsal, banyak orang langsung menarik kaki ke belakang dan menahannya lama sambil mengobrol. Kebiasaan peregangan sebelum olahraga ini diajarkan turun-temurun sejak pelajaran olahraga di sekolah, dengan pesan yang sama: "Biar tidak cedera!" Tapi pernahkah Anda bertanya, apakah menahan posisi meregang selama puluhan detik itu benar-benar melindungi otot, atau hanya terasa melindungi?
Selamat datang di Mitos atau Fakta #19. Sebelumnya kita sudah membahas anggapan keringat banyak berarti lemak terbakar di Mitos atau Fakta #18. Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengupas peregangan statis dan pemanasan dinamis dari sisi penelitian, pandangan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) tentang otot dan tendon, serta cara memulai olahraga yang lebih aman.
Apakah peregangan statis sebelum olahraga mencegah cedera?
Sebagian besar mitos. Penelitian menunjukkan peregangan statis saja, yaitu menahan satu posisi meregang tanpa bergerak, tidak terbukti jelas mengurangi risiko cedera olahraga. Yang lebih berperan adalah pemanasan yang menggerakkan tubuh secara bertahap dan latihan kekuatan yang rutin. Nuansanya, peregangan statis tetap ada gunanya: ia membantu kelenturan sendi, dan bila dilakukan singkat lalu diikuti gerakan dinamis, ia boleh menjadi bagian dari pemanasan.
Apa beda peregangan statis dan pemanasan dinamis?
Peregangan statis berarti menahan otot dalam posisi memanjang, misalnya menarik tumit ke bokong lalu diam selama 30 detik atau lebih. Pemanasan dinamis justru bergerak: ayunan kaki, jalan sambil mengangkat lutut, putaran lengan, atau jogging pelan yang makin lama makin cepat. Gerakan dinamis menaikkan suhu otot, mempercepat napas, dan meniru gerakan olahraga yang akan dilakukan. Itulah sebabnya pemanasan dinamis lebih dekat dengan arti "memanaskan" tubuh yang sebenarnya.
Apa kata penelitian tentang peregangan dan cedera?
Meta-analisis Lauersen dan rekan di British Journal of Sports Medicine (2014) menggabungkan 25 uji klinis dengan 26.610 peserta dan 3.464 cedera. Hasilnya, peregangan tidak menunjukkan efek perlindungan yang berarti terhadap cedera. Sebaliknya, latihan kekuatan menurunkan cedera olahraga hingga kurang dari sepertiganya, dan latihan keseimbangan (propriosepsi) juga menunjukkan efek perlindungan.
Tinjauan sistematis Behm dan rekan di jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism (2016) menemukan peregangan statis rata-rata menurunkan performa sekitar 3,7% bila tes dilakukan segera sesudahnya. Penurunannya lebih besar bila tiap otot ditahan 60 detik atau lebih (sekitar 4,6%) dibanding kurang dari 60 detik (sekitar 1,1%). Peregangan dinamis justru sedikit meningkatkan performa, sekitar 1,3%. Para peneliti menyarankan peregangan dimasukkan dalam pemanasan yang diikuti aktivitas dinamis, bukan berdiri sendiri.
Bagaimana pandangan TCM tentang otot, tendon, dan pemanasan?
Dalam TCM, otot, tendon, dan ligamen disebut jin (筋), dan jin dikuasai oleh Hati. Hati menyimpan darah, dan darah inilah yang diyakini menutrisi jin agar lentur dan kuat. Ketika tubuh masih dingin dan aliran qi serta darah belum lancar, jin dipandang kaku dan lebih mudah tegang bila langsung ditarik keras. Karena itu, TCM menekankan "menghangatkan" tubuh dengan gerakan lembut lebih dulu, sejalan dengan prinsip pemanasan dinamis.
Titik akupresur yang paling dikenal untuk jin adalah Yanglingquan (GB34), di cekungan depan bawah kepala tulang betis sisi luar, sedikit di bawah lutut. Titik ini disebut titik pertemuan seluruh jin. Titik pendukung lainnya adalah Taichong (LR3) di punggung kaki antara jari pertama dan kedua, serta Zusanli (ST36) sekitar empat jari di bawah tempurung lutut sisi luar. Tekan lembut 1–2 menit di tiap titik. Konsep qi dan jin adalah teori TCM, bukan hasil pengukuran klinis modern.
Bagaimana urutan pemanasan yang lebih aman sebelum olahraga?
Mulailah dengan aktivitas ringan 5–10 menit, seperti jalan cepat atau jogging pelan, sampai napas sedikit lebih cepat dan badan terasa hangat. Lanjutkan dengan gerakan dinamis yang mirip olahraga Anda, misalnya ayunan kaki depan-belakang, jalan sambil mengangkat lutut, dan putaran bahu. Bila ingin peregangan statis, lakukan singkat di bawah 60 detik per otot, lalu tutup lagi dengan gerakan dinamis. Peregangan statis yang lebih lama lebih cocok dilakukan setelah olahraga, saat pendinginan.
Tips di rumah agar otot dan tendon tetap siap bergerak
Tambahkan latihan kekuatan sederhana dua kali sepekan, seperti squat, lunge, dan jinjit betis, karena penelitian di atas menunjukkan latihan kekuatan paling kuat hubungannya dengan berkurangnya cedera. Jangan memaksakan olahraga berat hanya di akhir pekan setelah lima hari duduk, seperti dibahas di weekend warrior, olahraga akhir pekan. Bila paha belakang sering terasa tertarik saat menunduk, kenali lebih jauh lewat Kenali Tubuhmu: paha belakang. Untuk nyeri otot yang muncul sehari atau dua hari setelah olahraga, baca DOMS, nyeri otot setelah olahraga.
Layanan Petos Sehat Estetika untuk otot kaku dan tegang
Bila otot terasa kaku, tertarik, atau pegal setelah rutin berolahraga, layanan Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakan ketegangan otot secara bertahap sesuai respons tubuh. Terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu. Petos Fresh cocok untuk relaksasi dan stretching seluruh badan, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan, sedangkan Petos Sehat Komplit menangani dua area dan paling disarankan untuk keluhan menahun.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah peregangan statis sebelum olahraga mencegah cedera?
Sebagian besar mitos. Meta-analisis di British Journal of Sports Medicine (2014) tidak menemukan efek perlindungan yang berarti dari peregangan terhadap cedera.
Apakah peregangan statis sebelum olahraga berbahaya?
Tidak berbahaya, tetapi bila ditahan 60 detik atau lebih per otot, performa sesaat sesudahnya bisa sedikit menurun. Lakukan singkat dan ikuti dengan gerakan dinamis.
Lebih baik pemanasan dinamis atau peregangan statis?
Untuk sebelum olahraga, pemanasan dinamis lebih dianjurkan karena menghangatkan otot dan meniru gerakan olahraga. Peregangan statis yang lama lebih cocok saat pendinginan.
Apa yang paling berhubungan dengan berkurangnya cedera olahraga?
Dalam meta-analisis yang sama, latihan kekuatan menurunkan cedera hingga kurang dari sepertiganya, disusul latihan keseimbangan.
Bagaimana TCM memandang otot yang kaku sebelum olahraga?
TCM memandang otot dan tendon (jin) dikuasai Hati dan dinutrisi darah. Tubuh perlu dihangatkan dengan gerakan lembut agar qi dan darah lancar, dan titik Yanglingquan (GB34) dikenal sebagai titik pertemuan jin.
Punya keluhan otot kaku dan tegang setelah berolahraga? Konsultasikan dengan terapis kami lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, yang bisa Anda lihat di petossehat.id/lokasi-kami, dan buka setiap hari pukul 08.00–21.00 waktu setempat.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
