Sakit Pinggang Pasti Masalah Ginjal, Benarkah?

Begitu pinggang pegal, banyak orang langsung cemas ginjalnya bermasalah. Benarkah sakit pinggang tanda ginjal, atau ada penyebab yang lebih sering?

Tim Petos Sehat

10/20/20265 min read

Perempuan berhijab memegang punggung bawah saat bekerja di depan laptop, ilustrasi sakit pinggang yang sering dikira tanda ginjal
Perempuan berhijab memegang punggung bawah saat bekerja di depan laptop, ilustrasi sakit pinggang yang sering dikira tanda ginjal

Ilustrasi: seorang perempuan memegang punggung bawahnya setelah lama duduk di depan laptop. Pegal di area ini lebih sering berasal dari otot daripada ginjal.

"Pinggangnya pegal terus? Hati-hati, itu tanda ginjal!" Kalimat seperti ini sering terdengar dari teman kantor, keluarga, atau iklan minuman herbal. Apalagi belakangan ramai dibahas apakah kebiasaan minum teh dan kopi setiap hari bisa memengaruhi ginjal. Begitu pinggang terasa pegal, banyak orang langsung cemas. Benarkah sakit pinggang hampir selalu berarti ginjal bermasalah?

Selamat datang di Mitos atau Fakta #6 dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah membahas anggapan mandi malam bikin rematik di seri sebelumnya, kali ini kita membedah anggapan bahwa sakit pinggang pasti berasal dari ginjal.

Dari mana anggapan ini muncul?

Ginjal memang terletak di bagian belakang tubuh, sehingga wajar bila orang mengira nyeri di area punggung bawah berasal dari sana. Ditambah lagi, sebagian penyakit ginjal seperti batu ginjal atau infeksi ginjal memang bisa menimbulkan nyeri di area belakang. Dari dua hal itu lahir kesimpulan bahwa semua sakit pinggang adalah tanda ginjal.

Apa kata penelitian?

Seri jurnal The Lancet tahun 2018 tentang nyeri punggung bawah menyebutkan bahwa pada hampir semua orang yang mengalaminya, tidak bisa ditemukan satu penyebab spesifik. Nyeri seperti ini disebut nyeri punggung bawah nonspesifik dan umumnya berkaitan dengan otot, sendi, dan jaringan di sekitar tulang belakang. Hanya sebagian kecil yang disebabkan kondisi tertentu seperti patah tulang, infeksi, atau tumor. Laporan yang sama juga mencatat nyeri punggung bawah sebagai penyebab utama disabilitas di dunia.

Penjelasan dokter penyakit dalam dari Harvard Health Publishing, seperti dikutip detikHealth, sejalan dengan itu. Sakit punggung paling sering berasal dari otot yang tegang atau kejang dan masalah tulang belakang. Letak ginjal juga lebih tinggi dari yang dikira banyak orang, sehingga sakit pinggang bawah yang umum jarang disebabkan oleh ginjal.

Jadi, mitos atau fakta?

Sebagian besar mitos. Sakit pinggang paling sering berasal dari otot dan sendi, misalnya karena duduk terlalu lama, salah posisi saat mengangkat beban, atau kurang bergerak. Namun ginjal tetap bisa menjadi penyebab pada sebagian kecil kasus, karena itu penting mengenali bedanya.

Bagaimana membedakan nyeri otot dan nyeri ginjal?

Menurut Banner Health, nyeri otot punggung biasanya terasa pegal atau kaku di punggung bawah, bertambah saat membungkuk, mengangkat, memutar badan, atau duduk lama, dan mereda saat beristirahat. Nyeri ginjal biasanya terasa lebih tinggi, di sisi tubuh tepat di bawah tulang rusuk, bisa datang bergelombang dan tajam, dan tidak banyak berubah dengan gerakan.

Nyeri yang berasal dari ginjal juga umumnya disertai gejala lain, seperti demam, mual atau muntah, nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau urine yang keruh dan berdarah. Bila nyeri pinggang muncul bersama gejala seperti ini, segera periksakan diri ke dokter. Dokter dapat memeriksa urine, fungsi ginjal, dan bila perlu melakukan USG.

Apa yang bisa dilakukan saat pinggang pegal karena otot?

Untuk pegal pinggang yang berkaitan dengan otot, tetap bergerak ringan biasanya lebih membantu daripada berbaring seharian. Jalan kaki santai, peregangan perlahan, dan berganti posisi setiap 30 menit saat bekerja dapat membantu otot tidak terus tegang. Saat mengangkat barang, tekuk lutut dan dekatkan beban ke tubuh agar pinggang tidak menanggung beban sendirian. Baca juga: sakit pinggang bawah dan kenali tubuhmu: tulang belakang.

Bila pegal pinggang tidak kunjung reda

Untuk pinggang yang pegal dan kaku karena otot, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, dan Tuina. Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan seperti pinggang, Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus, misalnya pinggang dan punggung atas, serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Bila nyeri disertai demam atau keluhan saat buang air kecil, periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah sakit pinggang selalu tanda ginjal?
Tidak. Menurut seri jurnal The Lancet 2018, pada hampir semua orang dengan nyeri punggung bawah tidak ditemukan satu penyebab spesifik, dan umumnya berkaitan dengan otot serta sendi.

Di mana letak nyeri ginjal?
Nyeri ginjal biasanya terasa lebih tinggi, di sisi tubuh tepat di bawah tulang rusuk, bisa di satu atau kedua sisi.

Apa tanda nyeri pinggang perlu ke dokter?
Bila disertai demam, mual atau muntah, nyeri saat buang air kecil, urine keruh atau berdarah, atau nyeri hebat yang tidak membaik.

Bagaimana meredakan pegal pinggang karena otot?
Tetap bergerak ringan, lakukan peregangan perlahan, ganti posisi duduk secara berkala, dan angkat beban dengan menekuk lutut.

Apakah pijat boleh untuk sakit pinggang?
Pijat dapat membantu meredakan otot pinggang yang pegal dan kaku. Bila ada gejala yang mengarah ke ginjal, periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Pinggang sering pegal dan kaku? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.