Pickleball Mulai Dilirik, Cedera Apa yang Perlu Diwaspadai?

Pickleball mulai dilirik sebagai olahraga raket yang ramah pemula. Tapi di Amerika, cedera akibat pickleball melonjak. Apa saja yang perlu diwaspadai?

Tim Petos Sehat

10/21/20265 min read

Empat orang dewasa bermain pickleball ganda di lapangan luar ruangan, salah satu pemain menjangkau bola rendah di dekat net
Empat orang dewasa bermain pickleball ganda di lapangan luar ruangan, salah satu pemain menjangkau bola rendah di dekat net

Ilustrasi: pemain pickleball ganda di lapangan luar ruangan

Setelah padel, kini pickleball mulai dilirik warga kota. Olahraga raket ini disebut lebih mudah dipelajari karena bolanya lebih lambat, lapangannya lebih kecil, dan bisa dimainkan berbagai usia, dari anak muda sampai orang tua. Kelihatannya santai dan aman. Namun di negara asalnya, jumlah pemain yang datang ke unit gawat darurat karena pickleball justru terus naik. Apa yang membuat olahraga yang tampak ringan ini bisa menimbulkan cedera?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas cedera yang paling sering terjadi saat bermain pickleball dan cara bermain yang lebih aman.

Apa itu pickleball?

Menurut detikHealth (9 Oktober 2026), pickleball adalah perpaduan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja yang lahir pada 1965 di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Pemain memukul bola plastik berlubang dengan raket datar. Seorang pemain pemula di Jakarta yang diwawancarai menyebut pickleball lebih mudah dari padel karena arah bolanya lebih gampang dibaca.

Cedera apa yang paling sering terjadi?

Penelitian di Orthopaedic Journal of Sports Medicine (2025) yang menganalisis data unit gawat darurat di Amerika Serikat selama 2013–2022 memperkirakan ada 66.350 cedera akibat pickleball. Penyebab paling sering adalah jatuh, yaitu 65,5% dari seluruh cedera. Jenis cedera terbanyak adalah patah tulang (32,7%) dan keseleo atau otot tertarik (30,8%), dengan pergelangan tangan sebagai bagian tubuh yang paling sering cedera.

Penelitian lain di Arthroscopy, Sports Medicine, and Rehabilitation (2024) mencatat bahwa cedera pickleball di Amerika Serikat naik 91% dalam dua tahun, dari 2020 ke 2022, dan sekitar 73% dialami pemain berusia 60–79 tahun.

Kenapa olahraga santai bisa membuat cedera?

Pickleball penuh gerakan pendek yang cepat: melangkah ke samping, maju mendadak ke dekat net, lalu mundur mengejar bola lambung. Saat badan bergerak mundur atau berhenti mendadak, keseimbangan mudah hilang, apalagi bila otot kaki belum kuat. Saat jatuh, refleks menahan badan dengan tangan membuat pergelangan tangan menanggung beban besar.

Karena dianggap ringan, banyak pemain juga langsung bermain tanpa pemanasan, memakai sepatu lari yang kurang stabil untuk gerakan ke samping, dan bermain berjam-jam. Bahu, siku, dan punggung bawah ikut bekerja keras karena gerakan memukul yang berulang.

Bagaimana bermain pickleball dengan aman?

Lakukan pemanasan 10 menit sebelum bermain, seperti jalan cepat, langkah ke samping, dan memutar bahu serta pergelangan tangan. Pakai sepatu khusus lapangan yang stabil untuk gerakan ke samping. Saat mengejar bola lambung, lebih aman membalikkan badan dan berlari daripada berjalan mundur. Atur durasi bermain, sisipkan jeda minum, dan tutup dengan peregangan.

Bagi pemain berusia lanjut atau yang lama tidak berolahraga, latihan keseimbangan dan kekuatan kaki di luar lapangan, seperti berdiri satu kaki dan squat ringan, membantu mengurangi risiko jatuh. Baca juga: lagi tren main padel, kenapa siku malah nyeri?

Kapan perlu ke dokter?

Segera periksakan diri bila setelah jatuh pergelangan tangan bengkak, berubah bentuk, atau tidak bisa digerakkan, atau bila lutut dan pergelangan kaki tidak bisa menumpu badan.

Layanan Petos Sehat yang sesuai

Untuk bahu, lengan, punggung, dan betis yang pegal setelah bermain pickleball, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, dan Tuina. Physical Problem Intensive memberi penanganan terfokus pada satu area seperti bahu, Petos Fresh cocok untuk relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Untuk dugaan patah tulang, periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa penyebab cedera pickleball yang paling sering?
Jatuh. Menurut penelitian di Orthopaedic Journal of Sports Medicine 2025, jatuh menyebabkan 65,5% cedera pickleball di unit gawat darurat Amerika Serikat.

Bagian tubuh mana yang paling sering cedera?
Pergelangan tangan, karena refleks menahan badan dengan tangan saat jatuh.

Siapa yang paling sering cedera saat bermain pickleball?
Sekitar 73% cedera dialami pemain berusia 60–79 tahun, menurut penelitian di Arthroscopy, Sports Medicine, and Rehabilitation 2024.

Bagaimana mencegah cedera pickleball?
Pemanasan, sepatu lapangan yang stabil, membalikkan badan saat mengejar bola lambung alih-alih berjalan mundur, dan latihan keseimbangan.

Apakah pickleball cocok untuk pemula?
Cocok, asalkan memulai dengan durasi pendek, pemanasan cukup, dan menaikkan intensitas secara bertahap.

Bahu dan punggung pegal setelah main pickleball? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.