Plester Demam Bikin Detak Jantung Turun saat Lari?
Trik menempel plester demam di tengkuk saat lari viral, katanya bikin detak jantung lebih adem. Apa kata penelitian soal mendinginkan leher?
Tim Petos Sehat
10/20/20265 min read


Ilustrasi: seorang pelari memegang tengkuknya sambil memeriksa detak jantung di jam tangan olahraga.
Ada trik lari baru yang ramai di media sosial: tempel plester demam di tengkuk, tepat di bawah leher, sebelum mulai berlari. Katanya, cara ini membuat detak jantung lebih "adem" sehingga lari terasa lebih ringan. Di tengah cuaca panas, trik ini terdengar menggoda. Tapi apakah mendinginkan leher benar-benar menurunkan kerja jantung?
Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas apa yang sebenarnya terjadi saat leher didinginkan, apa kata penelitian, dan cara aman berlari saat cuaca panas.
Apa kata dokter soal trik ini?
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO, seperti dikutip detikHealth (16 Oktober 2026), menjelaskan bahwa cara ini termasuk external cooling, yaitu mendinginkan tubuh dari luar saat berolahraga. Metode yang paling banyak didukung penelitian adalah menggunakan es, misalnya rompi pendingin. Rasa dingin bisa membuat pelari lebih rileks, tetapi ia meragukan plester demam benar-benar menurunkan detak jantung secara berarti. Rasa nyaman dan sugesti bisa ikut berperan.
Apa yang terjadi saat leher didinginkan?
Penelitian di Journal of Athletic Training (2011) menguji kalung pendingin di leher pada 8 pelari terlatih yang berlari di ruangan panas. Hasilnya, mereka mampu berlari sekitar 13,5% lebih lama. Namun detak jantung tidak menjadi lebih rendah. Saat berhenti karena kelelahan, detak jantung mereka justru sedikit lebih tinggi (181 dibanding 178 per menit), dan suhu inti tubuh juga lebih tinggi (39,6°C dibanding 39,2°C).
Para peneliti menyimpulkan bahwa leher yang dingin meredam rasa panas yang dirasakan, sehingga pelari sanggup menahan beban lebih lama. Artinya, tubuh sebenarnya tetap bekerja keras dan tetap memanas, hanya saja rasanya tidak seberat itu.
Jadi, apakah trik ini perlu dicoba?
Rasa segar di leher mungkin membuat lari lebih nyaman, tetapi tidak ada bukti bahwa plester demam menurunkan detak jantung. Yang perlu diwaspadai justru sebaliknya: karena rasa panas teredam, pelari bisa memaksakan diri melewati batas. Saat cuaca panas, hal ini meningkatkan risiko kepanasan atau heat illness. Detak jantung tetap menjadi panduan yang lebih jujur dibanding rasa di kulit.
Bagaimana berlari dengan aman saat cuaca panas?
Pilih waktu pagi atau sore saat matahari tidak terik, dan turunkan kecepatan dibanding biasanya. Minum cukup sebelum, selama, dan setelah berlari. Pakai pakaian tipis yang menyerap keringat dan topi. Bila ingin mendinginkan badan, membasahi kepala dan leher dengan air atau memakai handuk dingin bisa membantu kenyamanan, asalkan tetap memantau detak jantung dan tidak memaksakan diri.
Hentikan lari bila muncul pusing, mual, kram, kulit terasa sangat panas, atau kebingungan, lalu segera cari tempat teduh dan minum. Saat udara berasap, sebaiknya pindah ke dalam ruangan atau tunda latihan. Baca juga: persiapan dan pemulihan setelah lari.
Bagaimana memulihkan kaki setelah rutin berlari?
Rutin berlari membuat betis, paha, dan pinggang bekerja keras. Untuk membantu meredakan otot yang pegal dan kaku, terapis Petos Sehat Estetika menyesuaikan teknik pijat dan Akupresur dengan kondisi otot Anda. Petos Fresh cocok untuk relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area seperti betis, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah plester demam bisa menurunkan detak jantung saat lari?
Belum ada bukti. Dokter spesialis kedokteran olahraga meragukan efeknya terhadap detak jantung, dan rasa nyaman lebih banyak dipengaruhi sugesti.
Apa efek mendinginkan leher saat berlari?
Penelitian di Journal of Athletic Training 2011 menemukan pelari bisa berlari lebih lama, tetapi detak jantung dan suhu inti tubuh tidak lebih rendah.
Apa risikonya?
Rasa panas yang teredam bisa membuat pelari memaksakan diri sehingga risiko kepanasan meningkat, terutama saat cuaca panas.
Bagaimana cara lari aman saat cuaca panas?
Lari pagi atau sore, turunkan kecepatan, minum cukup, pakai pakaian tipis, dan pantau detak jantung.
Kapan harus berhenti berlari?
Bila muncul pusing, mual, kram, kulit sangat panas, atau kebingungan. Segera ke tempat teduh dan minum.
Betis dan paha sering pegal setelah lari? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
