Naik Motor Tiap Hari, Apa Kabar Punggung Anda?

Tiap hari naik motor, lalu pinggang dan leher mulai kaku? Kenali apa yang terjadi pada tulang belakang pengendara dan cara meringankannya.

Tim Petos Sehat

10/8/20264 min read

Ilustrasi pengendara motor di tengah kemacetan kota memegang pinggang karena sakit punggung
Ilustrasi pengendara motor di tengah kemacetan kota memegang pinggang karena sakit punggung

Ilustrasi: pengendara motor di jalanan kota pada jam sibuk, kebiasaan harian yang diam-diam membebani punggung

Setiap pagi Anda menembus macet di atas motor, sore harinya pulang dengan rute yang sama. Badan terasa biasa saja, sampai suatu hari bangun tidur pinggang terasa kaku, leher berat, dan tangan sesekali kesemutan. Apa hubungannya dengan motor yang setiap hari Anda kendarai?

Ternyata cukup erat. Sakit punggung pada pengendara motor umumnya datang dari tiga hal yang terjadi bersamaan: getaran mesin dan jalan yang terus merambat ke tulang belakang, posisi duduk yang sama berjam-jam, dan beban helm serta tas yang ditanggung leher dan bahu. Kabar baiknya, sebagian besar bisa dikurangi dengan penyesuaian kecil.

Kenapa naik motor tiap hari bisa bikin sakit punggung?

Penyebab utamanya adalah getaran seluruh tubuh yang terus-menerus diterima tulang belakang selama berkendara. Getaran dari mesin dan jalan berlubang merambat lewat jok ke tulang ekor, pinggang, sampai leher.

Penelitian pada pengemudi ojek online di Jakarta yang dimuat di Majalah Kedokteran Indonesia (Journal of the Indonesian Medical Association, 2020) menemukan hubungan antara paparan getaran seluruh tubuh dan nyeri punggung bawah. Semua responden yang terpapar getaran melebihi ambang batas mengalami nyeri punggung bawah.

Selain getaran, ada beberapa pemicu lain:

  • Posisi duduk statis. Satu jam di kemacetan berarti otot pinggang menahan posisi yang sama tanpa jeda. Baca juga: Sedentary Lifestyle: Arti, Dampak, dan Cara Mengatasinya.

  • Badan membungkuk ke depan. Motor sport atau setang yang terlalu jauh membuat punggung melengkung dan bahu terangkat.

  • Jalan rusak dan polisi tidur. Hentakan berulang menekan bantalan antar-ruas tulang belakang.

  • Beban tambahan. Tas selempang berat atau barang dagangan di pangkuan membuat tubuh miring ke satu sisi.

Bagian tubuh mana saja yang paling sering protes?

Keluhan pengendara motor paling sering muncul di pinggang, leher, bahu, dan tangan.

Posisi berkendara yang lebih ramah untuk punggung

Posisi yang baik membuat beban tersebar rata dan otot tidak bekerja berlebihan.

  1. Punggung tegak, sedikit condong ke depan, bukan membungkuk dengan bahu naik.

  2. Siku sedikit ditekuk dan rileks, jangan dikunci lurus karena getaran langsung diteruskan ke bahu.

  3. Pergelangan tangan sejajar lengan, tidak menekuk ke bawah saat menggenggam gas.

  4. Kaki menapak penuh di pijakan, paha sejajar jok, lutut merapat ringan ke tangki atau bodi.

  5. Spion diatur pas, agar cukup melirik, bukan memutar kepala setiap saat.

Kebiasaan kecil yang meringankan beban tulang belakang

Penyesuaian sederhana pada motor dan rutinitas harian sudah sangat membantu.

  • Cek tekanan ban dan kondisi shockbreaker. Suspensi yang keras atau ban terlalu keras membuat getaran lebih terasa.

  • Pakai jok yang empuk atau tambahkan pelapis jok bila perlu.

  • Gunakan ransel dua tali yang menempel ke punggung, bukan tas selempang.

  • Pilih helm yang pas dan tidak terlalu berat untuk perjalanan harian.

  • Untuk perjalanan lebih dari satu jam, berhenti sebentar setiap 45–60 menit untuk berdiri dan meregangkan badan.

  • Kurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang dan polisi tidur.

Peregangan 5 menit setelah sampai tujuan

Lakukan gerakan berikut setelah turun dari motor, masing-masing 20–30 detik, pelan dan tanpa memaksa.

  • Tarik dagu ke belakang lalu miringkan kepala ke kanan dan kiri untuk melemaskan leher.

  • Putar bahu ke belakang 10 kali.

  • Peregangan pinggang berdiri: tangan di pinggang, dorong panggul sedikit ke depan, tahan.

  • Peregangan pergelangan tangan: luruskan lengan, tarik jari-jari ke belakang dengan tangan lainnya.

  • Jalan santai 2–3 menit sebelum langsung duduk lagi di kantor.

Ingin tahu lebih dalam cara kerja tulang belakang Anda? Baca juga: Kenali Tubuhmu: Tulang Belakang.

Kalau pegal sudah jadi langganan

Bila pinggang, leher, atau bahu sudah terasa kaku hampir setiap hari, otot biasanya perlu bantuan untuk dilemaskan kembali. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi otot, tulang, dan sendi Anda terlebih dahulu di lokasi, lalu memilih teknik yang sesuai seperti Bone Setting, Akupresur, Tuina, atau Traksi untuk membantu meredakan ketegangan secara bertahap sesuai respons tubuh.

Layanan yang sesuai:

  • Petos Fresh: relaksasi dan stretching seluruh badan untuk melepas penat setelah seminggu berkendara.

  • Physical Problem Intensive: fokus pada satu area yang paling terasa, misalnya pinggang.

  • Petos Sehat Komplit: menangani dua area, cocok bila pinggang dan leher sama-sama sering kaku.

  • Traksi: layanan tambahan untuk membantu memberi ruang pada ruas tulang belakang.

Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi: Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bekasi, Cibinong, Yogyakarta, Denpasar, Jimbaran, Mataram, dan Bandar Lampung. Buka setiap hari pukul 08.00–21.00 waktu setempat. Lihat alamat lengkap di halaman Lokasi Kami.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah motor matic lebih aman untuk punggung daripada motor sport?
Motor matic umumnya membuat posisi duduk lebih tegak dibanding motor sport yang menuntut badan membungkuk. Namun getaran tetap ada, jadi kondisi jok, ban, dan suspensi tetap perlu diperhatikan.

Kenapa tangan kesemutan setelah lama naik motor?
Genggaman yang terus-menerus dan pergelangan yang menekuk menekan jalur saraf di tangan. Longgarkan genggaman sesekali dan regangkan pergelangan saat berhenti.

Apakah pakai korset pinggang membantu saat berkendara?
Korset dapat memberi rasa lebih stabil untuk perjalanan jauh, tetapi jangan dipakai terus-menerus karena otot inti bisa menjadi malas bekerja. Penguatan otot perut dan punggung lebih bermanfaat jangka panjang.

Berapa lama sebaiknya berkendara tanpa istirahat?
Untuk perjalanan jauh, usahakan berhenti setiap 45–60 menit untuk berdiri, berjalan sebentar, dan meregangkan badan.

Pinggang dan leher sering kaku karena berkendara setiap hari? Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika melalui WhatsApp 085143764545 atau buat jadwal di reservasi.petossehat.id.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.