Sekolah Bola Bapak-bapak, Kenapa Paha Mudah Cedera?

Sekolah bola untuk bapak-bapak viral di media sosial. Main bola lagi memang seru, tapi kenapa paha belakang dan lutut sering jadi korban?

Tim Petos Sehat

10/20/20263 min read

Sekelompok pria paruh baya berlatih menggiring bola dengan arahan pelatih di lapangan mini soccer, ilustrasi sekolah bola bapak-bapak
Sekelompok pria paruh baya berlatih menggiring bola dengan arahan pelatih di lapangan mini soccer, ilustrasi sekolah bola bapak-bapak

Ilustrasi: sekelompok pria paruh baya berlatih menggiring bola dengan arahan pelatih. Pemanasan rutin membantu menurunkan risiko cedera.

Media sosial sedang ramai dengan sekolah sepak bola khusus bapak-bapak. Para ayah yang dulu hanya mengantar anak latihan kini ikut berlatih menggiring dan mengoper bola, sambil menjaga kebugaran dan bernostalgia dengan masa kecil. Serunya terasa, tapi besok paginya ada yang turun tangga sambil meringis karena paha belakang terasa tertarik. Kenapa kembali main bola setelah bertahun-tahun bisa membuat badan protes?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika membahas cedera yang sering dialami pemain bola dewasa, cara mencegahnya, dan cara memulihkan badan setelah latihan.

Apa yang viral dari sekolah bola bapak-bapak?

Belakangan, bapak-bapak yang kembali bermain sepak bola ramai menarik perhatian warganet. Lengkap dengan jersey dan sepatu bola, mereka berlatih dengan semangat yang tak kalah dari pemain muda, menikmati lagi olahraga yang mungkin sudah lama ditinggalkan karena kesibukan pekerjaan dan keluarga.

Menurut detikHealth (17 Oktober 2026), sekolah sepak bola (SSB) khusus pria paruh baya ini digagas oleh Coach Romi Maulidin Oktafian, guru pendidikan jasmani (PJOK) yang berpengalaman melatih sepak bola usia dini dan tingkat akar rumput. Pesertanya datang dari Depok, Jakarta, hingga Tangerang Selatan, dari yang sudah lancar bermain sampai yang benar-benar pemula. Latihannya santai dan dimulai dari teknik dasar seperti menggiring dan mengoper bola. Kegiatan seperti ini membantu memenuhi anjuran WHO yang dikutip Kementerian Kesehatan, yaitu aktivitas fisik sedang 150–300 menit per minggu untuk orang dewasa.

Kenapa paha dan lutut mudah cedera saat main bola?

Sepak bola penuh gerakan lari cepat, berhenti mendadak, berbelok, dan menendang. Otot paha belakang (hamstring) bekerja keras untuk mengerem kaki saat berlari kencang, sementara lutut dan pergelangan kaki menahan beban saat badan berbelok tiba-tiba. Bagi orang dewasa yang lama tidak berolahraga, otot dan sendinya belum terbiasa dengan beban mendadak ini, sehingga lebih mudah tertarik atau terkilir.

Semangat berlebihan juga berperan. Banyak peserta langsung bermain dengan intensitas tinggi seperti saat masih muda, tanpa pemanasan cukup, padahal kelenturan dan kekuatan otot sudah berubah.

Apakah pemanasan memang bisa mencegah cedera?

Bisa. Analisis gabungan berbagai penelitian di British Journal of Sports Medicine (2017) menemukan bahwa program pemanasan FIFA 11+ menurunkan angka cedera pemain sepak bola sekitar 39%. Untuk tungkai, penurunannya cukup besar: cedera paha belakang turun 60%, lutut 48%, pinggul dan selangkangan 41%, serta pergelangan kaki 32%.

Program FIFA 11+ berisi lari ringan dengan berbagai arah, latihan keseimbangan, latihan kekuatan seperti squat dan Nordic hamstring, lalu lari dengan kecepatan bertahap. Durasinya sekitar 20 menit dan bisa dipakai sebagai rutinitas sebelum latihan.

Bagaimana memulai main bola lagi dengan aman?

Naikkan intensitas secara bertahap, misalnya mulai dengan latihan teknik dan permainan santai sebelum ikut pertandingan penuh. Selalu luangkan waktu untuk pemanasan, minum cukup, dan pakai sepatu yang sesuai lapangan. Setelah latihan, lakukan pendinginan dan peregangan paha depan, paha belakang, serta betis. Bila otot paha terasa tertarik tajam saat berlari, berhenti bermain dan istirahatkan kaki. Baca juga: kenali tubuhmu: lutut.

Kapan perlu ke dokter?

Periksakan diri bila lutut atau pergelangan kaki bengkak, terasa goyang, tidak bisa menumpu badan, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.

Layanan Petos Sehat yang sesuai

Untuk paha, betis, dan pinggang yang pegal setelah bermain bola, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat dan Akupresur. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area seperti paha belakang, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa paha belakang sering cedera saat main bola?
Otot paha belakang bekerja keras mengerem kaki saat lari kencang. Pada orang dewasa yang lama tidak berolahraga, otot ini lebih mudah tertarik.

Apakah pemanasan benar-benar mengurangi cedera?
Ya. Menurut analisis di British Journal of Sports Medicine 2017, program FIFA 11+ menurunkan cedera sekitar 39%, termasuk cedera paha belakang hingga 60%.

Berapa lama aktivitas fisik yang dianjurkan?
WHO, seperti dikutip Kementerian Kesehatan, menganjurkan aktivitas fisik sedang 150–300 menit per minggu untuk orang dewasa.

Apa yang dilakukan setelah latihan bola?
Pendinginan, peregangan paha dan betis, minum cukup, dan beri waktu istirahat sebelum latihan berikutnya.

Kapan cedera bola perlu ke dokter?
Bila sendi bengkak, terasa goyang, tidak bisa menumpu badan, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.

Paha dan betis pegal setelah main bola? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.