Tidur Tindihan, Apa Kata Penelitian?

Terbangun tapi badan tidak bisa digerakkan, dada terasa ditekan? Simak apa kata penelitian tentang tidur tindihan dan kebiasaan tidur yang membantu.

Tim Petos Sehat

11/6/20265 min read

Perempuan terbangun telentang di tempat tidur dengan badan sulit digerakkan saat tidur tindihan
Perempuan terbangun telentang di tempat tidur dengan badan sulit digerakkan saat tidur tindihan

Ilustrasi: perempuan terbangun telentang di tempat tidur, menggambarkan pengalaman tidur tindihan (sleep paralysis).

Mata sudah terbuka, Anda sadar sedang di kamar, tetapi badan sama sekali tidak bisa digerakkan. Dada terasa berat seperti ditekan, mau berteriak pun suara tidak keluar. Beberapa detik kemudian semuanya kembali normal, meninggalkan jantung yang berdebar. Di Indonesia pengalaman ini disebut tindihan atau ketindihan. Lalu, apa kata penelitian tentang kejadian ini?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika merangkum hasil penelitian tentang tidur tindihan: apa yang terjadi di otak dan otot, seberapa banyak orang mengalaminya, apa pemicunya, dan kebiasaan tidur yang membantu.

Apa itu tidur tindihan menurut ilmu tidur?

Dalam ilmu tidur, tindihan disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur: kondisi saat seseorang sudah sadar, tetapi otot tubuhnya masih "terkunci" seperti saat tidur fase REM. REM (Rapid Eye Movement) adalah fase tidur saat kita bermimpi. Pada fase ini otak sengaja melemaskan hampir semua otot agar kita tidak ikut bergerak mengikuti mimpi.

Menurut UCLA Health (2021), pada tindihan kelemasan otot ini masih berlangsung saat kesadaran sudah kembali. Otot mata dan otot napas tetap bekerja, sehingga kita bisa melirik dan tetap bernapas, meskipun dada terasa berat. Episodenya biasanya hanya beberapa detik sampai beberapa menit.

Seberapa banyak orang yang pernah tindihan?

Tinjauan besar oleh Sharpless dan Barber di jurnal Sleep Medicine Reviews (2011) merangkum 35 penelitian dengan 36.533 peserta. Hasilnya, sekitar 7,6% masyarakat umum pernah mengalami tindihan setidaknya sekali seumur hidup. Angkanya jauh lebih tinggi pada mahasiswa, sekitar 28%, dan pada pasien gangguan kejiwaan, sekitar 32%.

Angka-angka ini menunjukkan tindihan cukup sering dialami orang, terutama di kelompok tertentu. Ini temuan berupa hubungan, bukan sebab-akibat.

Kenapa terasa ada "sosok" atau dada ditekan?

Saat tindihan, otak masih membawa sebagian suasana mimpi ke dalam kesadaran, sehingga muncul halusinasi. Tinjauan di jurnal Cureus (2024) membagi pengalaman ini menjadi tiga kelompok: merasa ada sosok atau penyusup di kamar, merasa dada ditekan atau tercekik, dan sensasi melayang atau keluar dari tubuh.

Apa saja pemicu tidur tindihan?

Kurang tidur dan jadwal tidur yang tidak teratur adalah pemicu yang paling sering disebut, baik oleh UCLA Health maupun tinjauan Cureus 2024. Begadang dan pola tidur yang berubah-ubah termasuk contohnya.

Stres dan kecemasan juga berkaitan erat. Baca juga: Burnout, lelah bukan sekadar kurang tidur.

Posisi tidur telentang ternyata juga berpengaruh. Penelitian Cheyne di Journal of Sleep Research (2002) terhadap 6.730 orang menemukan posisi telentang 3–4 kali lebih sering terjadi saat tindihan dibanding saat tidur biasa.

Kebiasaan tidur yang membantu

Kunci utamanya adalah jadwal tidur yang konsisten. UCLA Health menyarankan tidur 6–8 jam dengan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Hindari kafein dan alkohol menjelang malam, lalu buat rutinitas santai sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, atau peregangan ringan. Kamar yang gelap dan tenang juga membantu.

Bila Anda sering tindihan saat telentang, coba tidur miring. Saat tindihan terjadi, usahakan tetap tenang dan ingatkan diri bahwa episode tindihan umumnya berlalu dalam hitungan detik sampai menit. Bila tindihan terjadi hampir setiap malam, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Tidur yang cukup tetapi tetap lelah juga perlu diperhatikan, baca Tidur cukup tapi tetap lelah?

Layanan yang sesuai di Petos Sehat Estetika

Badan yang tegang dan pikiran yang penuh sering membuat tidur kurang nyenyak. Petos Fresh membantu tubuh rileks lewat relaksasi dan peregangan seluruh badan, cocok dijadwalkan di akhir hari yang sibuk. Bila tegang terkumpul di leher dan bahu, Physical Problem Intensive fokus pada area tersebut, sedangkan Petos Sehat Komplit menangani dua area untuk pegal yang sudah lama. Teknik Akupresur juga dapat membantu tubuh terasa lebih tenang.

Terapis mengecek kondisi Anda lebih dulu di lokasi dan menyesuaikan tekanan sesuai respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa nama ilmiah tidur tindihan?
Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur, yaitu saat kesadaran sudah kembali tetapi otot masih lemas seperti pada tidur fase REM.

Berapa banyak orang yang pernah tindihan?
Tinjauan di Sleep Medicine Reviews (2011) menemukan sekitar 7,6% masyarakat umum, sekitar 28% mahasiswa, dan sekitar 32% pasien gangguan kejiwaan pernah mengalaminya.

Berapa lama tindihan berlangsung?
Umumnya beberapa detik sampai beberapa menit.

Apakah tidur telentang membuat lebih mudah tindihan?
Penelitian tahun 2002 terhadap 6.730 orang menemukan posisi telentang 3–4 kali lebih sering terjadi saat tindihan. Tidur miring bisa dicoba.

Bagaimana cara mencegah tidur tindihan?
Tidur cukup dengan jadwal teratur, kelola stres, hindari kafein dan alkohol menjelang malam, dan buat kamar gelap serta tenang.

Badan tegang dan tidur terasa kurang nyenyak? Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Kami hadir di 11 lokasi Petos Sehat Estetika, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.