Hari Stroke Sedunia: Kenali Tanda Stroke dengan BE FAST
Wajah tak simetris, bicara pelo, mendadak sempoyongan: kapan harus ke IGD? Kenali BE FAST, golden period, data stroke Indonesia, pencegahan, dan pandangan TCM.
Tim Petos Sehat
10/26/20269 min read


Ilustrasi: Wajah terasa kebas atau aneh secara mendadak termasuk tanda yang perlu diwaspadai
Minggu pagi, Pak Hadi sarapan bersama keluarganya seperti biasa. Tiba-tiba sendok di tangan kanannya jatuh ke piring. Ia tertawa kecil, tapi tawanya terdengar aneh, dan ucapannya mendadak sulit dipahami. "Bapak kecapekan, masuk angin itu," kata istrinya sambil mengambil minyak kayu putih. Anaknya ragu: tunggu sebentar sampai membaik, atau langsung berangkat? Setiap menit yang dipakai untuk menimbang-nimbang itu ternyata sangat menentukan. Kalau Anda ada di meja makan itu, apa yang akan Anda lakukan, dan seberapa cepat?
Menyambut Hari Stroke Sedunia setiap 29 Oktober, Tim Petos Sehat Estetika merangkum cara mengenali tanda stroke dengan BE FAST, data stroke di Indonesia, faktor risiko dan pencegahannya, pandangan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) tentang stroke, serta peran terapi manual setelah masa darurat lewat. Pengetahuan ini sederhana, tetapi bisa menyelamatkan orang yang Anda sayangi.
Apa itu Hari Stroke Sedunia?
Hari Stroke Sedunia diperingati setiap 29 Oktober oleh World Stroke Organization (WSO) untuk mengajak masyarakat mengenali tanda stroke dan segera mencari pertolongan. Laman kampanye WSO untuk 2026 mengusung tema "Every Minute Counts" (setiap menit berarti) dengan ajakan "kenali tanda stroke hari ini, ubah hidup seseorang besok". Tema ini melanjutkan kampanye 2025 yang memakai tagar #ActFAST, sebuah ajakan untuk bertindak cepat saat melihat gejala stroke.
Kenapa perlu satu hari khusus? Menurut Global Stroke Fact Sheet 2025 WSO yang dimuat di International Journal of Stroke, setiap tahun terjadi sekitar 11,9 juta stroke baru dan sekitar 7 juta kematian akibat stroke di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 1 dari 4 orang dewasa akan mengalami stroke semasa hidupnya.
Seberapa besar masalah stroke di Indonesia?
Stroke adalah penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI dalam rilis Hari Stroke Sedunia 2024 menyebut prevalensi stroke menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, dan stroke menyumbang 11,2% kecacatan serta 18,5% kematian. Dalam rilis yang sama, Kemenkes menegaskan bahwa 90% stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya.
Pada Desember 2025, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, seperti dikutip laman Kemenkes, menyampaikan bahwa stroke menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun di Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa golden period hanya 4,5 jam, dihitung dari mulai gejala sampai pasien ditangani dengan obat.
Apa itu BE FAST?
BE FAST adalah singkatan untuk mengenali tanda stroke dengan cepat: Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, dan Time. Dokter spesialis neurologi Ade Wijaya dalam artikel RS Premier Jatinegara menjelaskan cara mengeceknya:
B, Balance (keseimbangan): pusing berputar atau kehilangan keseimbangan dan koordinasi secara mendadak, misalnya tiba-tiba sempoyongan.
E, Eyes (mata): penglihatan mendadak kabur, gelap sebagian, atau berbayang (dobel).
F, Face (wajah): minta orang tersebut tersenyum. Perhatikan apakah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris.
A, Arm (lengan): minta ia mengangkat kedua lengan. Waspadai bila satu lengan turun sendiri atau tidak bisa diangkat.
S, Speech (bicara): minta ia mengulang kalimat sederhana. Perhatikan bicara yang pelo, kacau, atau sulit dipahami.
T, Time (waktu): bila satu saja tanda muncul, ini keadaan darurat. Segera bawa ke IGD rumah sakit terdekat dan catat jam pertama gejala muncul.
Kenapa ada tambahan B dan E? Penelitian Aroor dan rekan di jurnal Stroke (2017), dirangkum oleh University of Kentucky, menemukan bahwa lebih dari 14% dari 736 pasien stroke tidak menunjukkan satu pun gejala FAST klasik. Dengan menambahkan gangguan keseimbangan dan penglihatan, porsi stroke yang terlewat turun menjadi 4,4%.
Di Indonesia, Kemenkes juga memperkenalkan SeGeRa Ke RS: Senyum tidak simetris, Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicaRa pelo, Kebas separuh tubuh, Rabun atau pandangan kabur mendadak, dan Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Pesannya sama: jangan menunggu.
Kenapa setiap menit sangat menentukan bagi otak?
Stroke terjadi saat aliran darah ke otak terhenti, baik karena pembuluh darah tersumbat maupun pecah. WHO menyebut stroke sebagai keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera, termasuk pemeriksaan pencitraan otak (CT atau MRI) secepatnya. Pada stroke akibat sumbatan, obat penghancur bekuan darah perlu diberikan secepat mungkin, dalam hitungan jam sejak gejala muncul, dan dokter di Indonesia memakai patokan sekitar 4,5 jam itu.
Itulah sebabnya mencatat jam pertama gejala muncul sangat membantu dokter. Bila gejala muncul saat bangun tidur, yang dicatat adalah terakhir kali orang tersebut terlihat normal.
Satu hal yang sering terjadi di rumah: waktu habis untuk cara-cara yang belum terbukti. Dokter spesialis saraf Adika Mianoki dalam artikel Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes (2022) menjelaskan bahwa menusuk jari, telinga, atau ujung kaki dengan jarum saat stroke adalah mitos. Rasa nyerinya justru bisa menaikkan tekanan darah, dan tusukan jarum yang tidak steril berisiko infeksi. Langkah pertama tetap membawa orang yang diduga stroke ke rumah sakit. Begitu pula kerokan, pijat, atau menunggu "sampai reda" tidak boleh menggantikan perjalanan ke IGD.
Apa saja faktor risiko stroke?
Faktor risiko stroke yang terbesar adalah tekanan darah tinggi. Global Stroke Fact Sheet 2025 mencatat 84% beban stroke dunia berkaitan dengan 23 faktor risiko yang bisa diubah, dengan tekanan darah sistolik tinggi sebagai penyumbang terbesar. Menurut WHO, faktor risiko yang bisa diubah meliputi:
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Merokok, termasuk paparan asap rokok orang lain.
Kolesterol LDL tinggi dan diabetes.
Kegemukan dan kurang aktivitas fisik.
Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula.
Konsumsi alkohol dan polusi udara.
Ada juga faktor yang tidak bisa diubah, seperti usia, riwayat stroke sebelumnya, serta penyakit jantung seperti gangguan irama jantung (fibrilasi atrium). Kemenkes mengingatkan bahwa stroke bisa terjadi pada usia berapa pun, bukan hanya pada orang tua. Tubuh yang tampak bugar pun belum tentu bebas risiko; ini mirip dengan cerita di artikel sehat bugar tapi kena serangan jantung.
Bagaimana cara mencegah stroke?
Pencegahan stroke paling penting adalah mengenali dan mengendalikan tekanan darah. Kemenkes merangkum langkahnya dalam perilaku CERDIK:
Cek kesehatan secara berkala, terutama tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Manfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Enyahkan asap rokok.
Rajin aktivitas fisik. WHO menganjurkan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Diet seimbang, dengan sedikitnya lima porsi buah dan sayur per hari serta lebih sedikit garam, lemak jenuh, dan gula.
Istirahat cukup.
Kelola stres.
Bagi yang sudah punya hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, minum obat sesuai anjuran dokter dan kontrol rutin adalah bagian dari pencegahan. Duduk terlalu lama juga patut dikurangi; baca juga bahaya gaya hidup sedentari.
Bagaimana pandangan TCM tentang stroke?
Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, stroke dikenal sebagai zhong feng (中风), yang secara harfiah berarti "terkena angin". Menurut tinjauan praktisi akupunktur Attilio D'Alberto tentang perkembangan konsep angin dalam TCM, pada masa awal zhong feng diduga disebabkan angin dari luar tubuh. Pengalaman klinis kemudian menunjukkan angin luar bukan penyebabnya, sehingga para tabib masa Dinasti Song dan Yuan mengembangkan teori angin dari dalam tubuh (nei feng, 内风).
Angin internal ini digambarkan muncul dari ketidakseimbangan di dalam tubuh: kekurangan darah atau yin, panas yang berlebihan, serta energi yang dari Hati yang naik tak terkendali (liver yang rising) sehingga membawa qi dan darah ke atas. Dahak (tan) juga dianggap ikut berperan, terbawa angin dan menyumbat "lubang" jantung sehingga kesadaran terganggu. Tabib Zhu Danxi bahkan menganjurkan merawat darah lebih dulu sebelum menangani anginnya.
TCM membagi zhong feng menjadi dua tingkat: yang hanya mengenai jalur meridian tanpa hilang kesadaran, dan yang mengenai organ dalam (zangfu), kondisi berat yang dapat menyebabkan cacat permanen atau kematian. Artinya, sejak dulu pun stroke dipandang sebagai kondisi serius. Konsep ini menarik untuk memahami pentingnya keseimbangan tubuh dan pencegahan, tetapi bukan pengganti penanganan darurat di rumah sakit. Saat tanda BE FAST muncul, langkahnya hanya satu: segera ke IGD.
Apakah terapi manual dan akupresur membantu setelah stroke?
Terapi manual dan akupresur hanya berperan sebagai pendamping pemulihan, setelah stroke ditangani dokter dan atas persetujuan dokter yang merawat. Setelah fase darurat lewat, pemulihan stroke biasanya panjang, dan Kemenkes menyebut rehabilitasi dengan fisioterapi diperlukan agar tidak terjadi kecacatan permanen.
Penelitian tentang pendamping ini masih berkembang. Tinjauan sistematis Cabanas-Valdés dan rekan di International Journal of Environmental Research and Public Health (2021) menganalisis 18 uji acak terkontrol dengan 1.989 penyintas stroke. Pijat terapeutik, terutama Tuina, yang ditambahkan pada fisioterapi biasa dikaitkan dengan perbaikan fungsi gerak lengan dan berkurangnya kekakuan otot (spastisitas) dibanding fisioterapi saja. Sementara itu, tinjauan Cochrane (2018) atas 33 uji akupunktur pada 3.946 peserta menilai kualitas buktinya masih rendah sampai sangat rendah, dan manfaatnya belum terkonfirmasi saat dibandingkan dengan akupunktur pura-pura.
Kesimpulan yang adil: terapi manual bisa membantu otot yang kaku dan pegal selama pemulihan, tetapi bukan pengganti rehabilitasi dan kontrol ke dokter. Waktu mulai, area yang boleh dipijat, dan tekanan perlu disesuaikan dengan kondisi penyintas.
Layanan yang sesuai di Petos Sehat Estetika
Petos Sehat Estetika tidak menangani stroke akut. Untuk keluarga yang sedang mendampingi penyintas stroke dan sudah mendapat persetujuan dokter, terapis dapat membantu meredakan otot bahu, lengan, punggung, atau tungkai yang kaku dan pegal dengan Tuina, Akupresur, dan Manual Therapy, dengan tekanan lembut yang disesuaikan bertahap sesuai respons tubuh.
Physical Problem Intensive: fokus pada satu area keluhan, misalnya bahu atau lengan yang kaku.
Petos Sehat Komplit: dua area sekaligus, paling disarankan untuk keluhan menahun.
Petos Fresh: relaksasi dan peregangan seluruh badan, cocok bagi pendamping (caregiver) yang ikut kelelahan dan stres.
Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi di lokasi, menanyakan riwayat kesehatan, obat yang sedang diminum (termasuk pengencer darah), dan persetujuan dokter. Bila ada keraguan, terapi ditunda sampai berkonsultasi dengan dokter.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa kepanjangan BE FAST pada stroke?
Balance (keseimbangan), Eyes (penglihatan), Face (wajah tidak simetris), Arm (lengan lemah), Speech (bicara pelo), dan Time (segera ke IGD dan catat jam mulai gejala).
Berapa lama golden period stroke?
Kemenkes menyebut golden period sekitar 4,5 jam sejak gejala muncul sampai pasien mendapat obat. Makin cepat tiba di rumah sakit, makin besar peluang menyelamatkan jaringan otak.
Bolehkah menusuk jari dengan jarum saat stroke?
Tidak. Menurut dokter spesialis saraf di laman Kemenkes, cara ini mitos, bisa menaikkan tekanan darah dan berisiko infeksi. Segera bawa ke rumah sakit.
Bagaimana jika gejala stroke hilang sendiri dalam beberapa menit?
Tetap periksakan segera ke IGD. Gejala yang muncul lalu hilang bisa menjadi tanda peringatan, dan hanya dokter yang bisa memastikannya.
Apakah pijat atau akupresur bisa menggantikan rehabilitasi stroke?
Tidak. Pijat atau akupresur hanya pendamping pemulihan setelah ditangani dokter dan atas persetujuan dokter, untuk membantu meredakan otot yang kaku dan pegal.
Sedang mendampingi orang tua atau keluarga yang dalam masa pemulihan dan ototnya sering kaku? Setelah mendapat persetujuan dokter, konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.
Konsep zhong feng, angin internal, qi, dan meridian dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Bila muncul tanda BE FAST, segera hubungi ambulans atau bawa ke IGD rumah sakit terdekat.
