Kaki Datar Pasti Bermasalah? Mitos atau Fakta #28
Jejak kaki menempel penuh di lantai, apakah kaki datar pasti bermasalah dan harus pakai sepatu khusus? Simak kata penelitian di Mitos atau Fakta #28.
Tim Petos Sehat
11/4/20264 min read


Ilustrasi: perempuan duduk di lantai melihat jejak kaki basahnya di karton yang menunjukkan bentuk kaki datar (flat feet)
"Telapak kakimu rata, nanti gampang capek dan harus pakai sepatu khusus seumur hidup." Nasihat seperti ini sering terdengar saat seseorang melihat jejak kakinya yang basah menempel penuh di lantai. Tidak sedikit orang tua yang langsung cemas melihat telapak kaki anaknya tampak datar. Benarkah kaki datar atau flat feet selalu menjadi masalah?
Selamat datang di Mitos atau Fakta #28. Edisi sebelumnya membahas apakah saraf kejepit di pinggang pasti harus operasi. Kali ini, Tim Petos Sehat Estetika mengupas anggapan seputar telapak kaki rata.
Dari mana anggapan kaki datar pasti bermasalah muncul?
Lengkung telapak kaki memang berperan sebagai peredam kejut saat berjalan dan berlari. Karena itu muncul anggapan bahwa kaki tanpa lengkung pasti lebih cepat lelah, mudah cedera, bahkan dulu dianggap tidak cocok untuk tugas fisik berat seperti militer. Bentuk kaki yang terlihat "berbeda" juga membuat orang mudah menyimpulkan ada yang salah.
Apa itu kaki datar (flat feet)?
Kaki datar atau pes planus adalah kondisi saat lengkung bagian dalam telapak kaki rendah atau hilang sehingga hampir seluruh telapak menyentuh lantai ketika berdiri. Cleveland Clinic membaginya menjadi dua jenis. Jenis yang paling umum adalah kaki datar fleksibel: lengkung kaki tampak saat duduk atau berjinjit, lalu hilang saat berdiri. Jenis yang jarang adalah kaki datar kaku, yang lengkungnya tidak muncul dalam posisi apa pun.
Cara cek sederhana di rumah: basahi telapak kaki lalu injak kertas karton. Jejak yang penuh tanpa lekukan di sisi dalam menandakan kaki cenderung datar. Lalu coba berjinjit; bila lengkung muncul saat berjinjit, kemungkinan besar termasuk jenis fleksibel.
Apa kata penelitian?
Kaki datar ternyata cukup umum dan sering tidak menimbulkan keluhan. Penelitian di Journal of Clinical and Diagnostic Research (2017) pada 500 orang dewasa muda sehat menemukan 13,6% memiliki kaki datar fleksibel di kedua kaki, dan tidak satu pun dari mereka mengeluhkan kakinya.
Bagaimana dengan anggapan mudah cedera? Sebuah tinjauan di Clinical Journal of Sport Medicine (1998) yang mencakup penelitian pada calon tentara menyimpulkan bukti yang ada tidak mendukung anggapan bahwa lengkung kaki rendah merugikan. Studi pada peserta latihan infanteri Angkatan Darat Amerika Serikat bahkan mencatat yang berkaki lebih datar justru berisiko cedera paling rendah, sedangkan yang berlengkung tinggi berisiko lebih besar. Namun hasil penelitian tidak seragam: studi lain pada calon pasukan khusus Angkatan Laut menemukan kaki datar saat bergerak termasuk salah satu faktor risiko cedera akibat penggunaan berlebihan.
Pada anak, NHS menjelaskan lengkung kaki umumnya baru terbentuk antara usia 3 hingga 10 tahun. Jadi telapak kaki balita yang tampak rata adalah hal yang wajar.
Jadi, mitos atau fakta?
MITOS. Kaki datar tidak selalu bermasalah. NHS menyebut kaki datar umum terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan; bila tidak menimbulkan keluhan, tidak ada yang perlu dilakukan. Penanganan pun tidak mengubah bentuk kaki, melainkan membantu meredakan nyeri bila ada.
Yang perlu diperhatikan adalah kaki datar yang baru muncul saat dewasa, hanya terjadi di satu kaki, terasa kaku, atau disertai nyeri dan bengkak di sisi dalam pergelangan kaki. Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan tendon di sisi dalam pergelangan kaki dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Cara merawat kaki datar agar tetap nyaman
Latihan short foot bisa dicoba: duduk dengan telapak menapak, lalu tarik bagian tengah telapak ke atas seolah memendekkan kaki tanpa menekuk jari, tahan beberapa detik, ulangi. Penelitian kecil di Journal of Physical Therapy Science (2016) mencatat latihan ini selama 5 minggu memperbaiki penurunan tulang navikular lebih baik dibanding sol lengkung saja.
Tambahkan peregangan betis dan latihan berjinjit pelan untuk memperkuat otot penyangga lengkung. Pilih alas kaki yang menopang dengan baik untuk aktivitas lama berdiri, dan beri waktu istirahat bila kaki mulai pegal. Kenali juga bagian-bagian kaki lewat Kenali Tubuhmu: telapak kaki.
Bila kaki tetap pegal setelah lama berdiri
Pada sebagian orang, kaki datar membuat telapak, betis, atau lutut lebih cepat pegal setelah lama berdiri atau berjalan. Terapis Petos Sehat Estetika mengecek kondisi kaki dan postur lebih dulu, lalu memadukan Tuina, Akupresur, dan peregangan untuk membantu meredakan otot telapak dan betis yang tegang. Physical Problem Intensive cocok untuk fokus di area kaki, sedangkan Petos Sehat Komplit bisa menangani kaki dan pinggang sekaligus. Baca juga: nyeri tumit di langkah pertama pagi hari.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Kaki Terkilir Harus Langsung Diurut?.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah kaki datar harus ditangani?
Tidak bila tidak menimbulkan keluhan. Menurut NHS, kaki datar umum terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Bagaimana cara mengetahui kaki datar?
Basahi telapak kaki lalu injak karton. Jejak penuh tanpa lekukan di sisi dalam menandakan kaki cenderung datar.
Apakah kaki datar pada anak normal?
Ya. Lengkung kaki umumnya baru terbentuk antara usia 3 hingga 10 tahun.
Apakah orang berkaki datar lebih mudah cedera?
Hasil penelitian beragam. Beberapa studi pada calon tentara tidak menemukan risiko lebih tinggi, sementara studi lain mencatat kaki datar sebagai salah satu faktor risiko cedera akibat penggunaan berlebihan.
Kapan kaki datar perlu diperiksakan?
Bila baru muncul saat dewasa, hanya di satu kaki, terasa kaku, atau disertai nyeri dan bengkak di sisi dalam pergelangan kaki.
Telapak kaki dan betis sering pegal? Konsultasikan dengan terapis profesional Petos Sehat Estetika lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Cek 11 lokasi kami di petossehat.id/lokasi-kami.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.
