Tas Berat Bikin Tulang Belakang Bengkok? Mitos atau Fakta

Ransel penuh buku atau tas selempang di satu bahu sering disebut bikin bungkuk hingga skoliosis. Benarkah? Simak kata penelitian di sini.

Tim Petos Sehat

10/28/20265 min read

Perempuan berhijab membawa ransel berat di kedua bahu di trotoar dekat halte, ilustrasi mitos tas berat merusak tulang belakang
Perempuan berhijab membawa ransel berat di kedua bahu di trotoar dekat halte, ilustrasi mitos tas berat merusak tulang belakang

Ilustrasi: Membawa ransel berat setiap hari sering dikhawatirkan merusak tulang belakang.

"Jangan bawa tas berat-berat, nanti tulang belakangmu bengkok!" Nasihat ini akrab bagi anak sekolah, pekerja, dan komuter yang setiap hari memikul ransel atau tas selempang di satu bahu. Bahu terasa pegal, punggung terasa kaku, lalu muncul kekhawatiran: jangan-jangan tas berat merusak tulang belakang dan membuat badan bungkuk atau skoliosis. Benarkah begitu?

Selamat datang di Mitos atau Fakta #17. Sebelumnya kita sudah membahas kebiasaan tidur dengan rambut basah di Mitos atau Fakta #16. Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda menelusuri asal anggapan tersebut, apa kata penelitian dan lembaga ortopedi, cara pandang pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), serta cara aman membawa tas setiap hari.

Dari mana anggapan tas berat merusak tulang belakang muncul?

Anggapan ini muncul karena tas berat memang terasa langsung di badan: bahu tertarik ke bawah, tubuh condong ke depan atau ke satu sisi, dan setelah beberapa jam punggung terasa pegal. Dari situ orang menyimpulkan beban yang berulang lama-lama membengkokkan tulang belakang.

Kekhawatiran makin kuat karena skoliosis sering pertama kali terlihat pada usia sekolah, masa ketika anak mulai membawa tas penuh buku. Dua hal yang terjadi bersamaan mudah dianggap berkaitan, padahal belum tentu.

Apa kata penelitian tentang tas berat dan nyeri punggung?

Penelitian terbesar sejauh ini tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa penggunaan tas sekolah meningkatkan risiko nyeri punggung. Tinjauan sistematis dari University of Sydney yang terbit di British Journal of Sports Medicine (2018) mengumpulkan 69 studi dengan 72.627 peserta. Studi-studi prospektif di dalamnya tidak menemukan hubungan antara berat tas (dibandingkan berat badan) dan nyeri punggung, dan cara membawa tas juga tidak terbukti menaikkan risiko.

Beberapa studi potong lintang memang mencatat hubungan antara membawa tas di satu bahu dan keluhan punggung, tetapi hasilnya tidak konsisten, dan studi semacam itu hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat. Meski begitu, lembaga ortopedi tetap menyarankan beban yang wajar. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS, 2026) menganjurkan tas berisi tidak lebih dari 15% berat badan anak, sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut batas 10–20% berat badan.

Jadi, tas berat merusak tulang belakang: mitos atau fakta?

Sebagian besar mitos. Tas berat tidak menyebabkan skoliosis. Pediatric Orthopaedic Society of North America (POSNA) menegaskan bahwa ransel bisa menimbulkan nyeri, tetapi tidak menyebabkan skoliosis, dan anggapan tersebut tidak pernah terbukti. Yang benar adalah tas yang terlalu berat atau dibawa dengan cara kurang tepat dapat dikaitkan dengan rasa pegal dan tegang di bahu, leher, dan punggung.

Bila Anda melihat bahu anak tampak tidak sejajar atau punggungnya tampak miring, jangan langsung menyalahkan tas. Penilaian dan diagnosis skoliosis adalah ranah dokter anak atau dokter spesialis ortopedi. Sebagai langkah awal di rumah, Anda bisa membaca cara melakukan tes Adams forward bend untuk skrining skoliosis.

Bagaimana TCM memandang bahu pegal karena tas?

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, rasa pegal akibat beban di bahu dipandang sebagai tanda aliran qi dan darah yang tersendat di area bahu dan punggung atas. Otot di puncak bahu dilalui jalur meridian kandung empedu, dan di sana terdapat titik Jianjing (GB21), kira-kira di tengah antara pangkal leher dan ujung bahu. Tali tas yang terus menekan area ini membuat otot di sekitarnya mudah tegang dan terasa berat.

Karena itu, terapis TCM biasanya memijat lembut dan melonggarkan otot di sepanjang bahu dan punggung atas agar aliran qi dan darah kembali lancar. Pandangan ini sejalan dengan penelitian: yang terdampak tas berat adalah otot, bukan bentuk tulang belakang.

Baca juga: Kenali Tubuhmu: Tulang Belakang

Bagaimana cara aman membawa tas setiap hari?

Cara paling sederhana adalah meringankan isi tas dan memakai kedua tali. AAOS menyarankan memilih ransel ringan dengan dua tali bahu yang lebar dan berbantalan, mengencangkan tali agar tas menempel di punggung, dan tidak membiarkan tas menggantung jauh di bawah pinggang. Letakkan barang yang paling berat di bagian bawah dan dekat dengan punggung.

Bagi pekerja dan komuter yang memakai tas selempang, biasakan berganti bahu secara bergantian dan keluarkan barang yang tidak dibutuhkan hari itu. Saat mengangkat tas dari lantai, tekuk lutut. Di rumah, kompres hangat di bahu, gerakan memutar bahu perlahan, dan peregangan leher ke samping bisa membantu otot yang tegang terasa lebih ringan. Pijat lembut di sekitar titik Jianjing juga boleh dicoba, kecuali bagi ibu hamil yang sebaiknya tidak menekan titik ini.

Baca juga: Kenali Tubuhmu: Leher dan Bahu

Bagaimana bila pegal bahu dan punggung tidak kunjung reda?

Bila pegal tetap terasa walau isi tas sudah dikurangi, terapi manual bisa membantu. Di Petos Sehat Estetika, Petos Fresh cocok untuk relaksasi dan peregangan seluruh badan, Physical Problem Intensive untuk fokus pada satu area seperti bahu, sedangkan Petos Sehat Komplit menangani dua area, misalnya bahu dan punggung, dan paling disarankan untuk keluhan menahun.

Metode yang dipakai dapat berupa Tuina, Akupresur pada titik seperti Jianjing, Bone Setting, atau Pijat Limfatik. Terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu memilih teknik yang membantu meredakan otot pegal dan kaku secara bertahap sesuai respons tubuh. Terapi ini tidak dimaksudkan untuk mengubah kelengkungan tulang belakang.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah tas berat bisa menyebabkan skoliosis?
Tidak. POSNA menyatakan ransel bisa menimbulkan nyeri, tetapi tidak menyebabkan skoliosis. Diagnosis skoliosis tetap ditentukan oleh dokter anak atau dokter spesialis ortopedi.

Berapa berat tas yang dianjurkan untuk anak sekolah?
AAOS menganjurkan tidak lebih dari 15% berat badan anak, sedangkan AAP menyebut kisaran 10–20% berat badan.

Apakah tas selempang satu bahu lebih buruk daripada ransel?
Beberapa studi mencatat hubungan antara tas satu bahu dan keluhan punggung, tetapi hasilnya tidak konsisten.

Kenapa bahu terasa pegal setelah membawa tas seharian?
Tali tas menekan otot di puncak bahu, area titik Jianjing (GB21) pada meridian kandung empedu, sehingga dalam TCM qi dan darah di sana mudah tersendat.

Apakah pijat bisa meluruskan tulang belakang yang miring?
Tidak. Terapi di Petos Sehat Estetika membantu meredakan otot yang pegal dan kaku, bukan memperbaiki kelengkungan tulang belakang.

Punya keluhan bahu atau punggung pegal karena terbiasa membawa tas berat? Konsultasikan dengan terapis kami lewat WhatsApp 085143764545 atau reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, yang bisa Anda lihat di petossehat.id/lokasi-kami, dan buka setiap hari pukul 08.00–21.00 waktu setempat.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.