Dolce Far Niente: Benarkah Melamun Bisa Kurangi Stres?

Orang Italia punya seni menikmati waktu tanpa melakukan apa-apa. Apa kata penelitian tentang melamun, stres, dan otot yang tegang? Simak di sini.

Tim Petos Sehat

10/13/20265 min read

Duduk santai di teras memandang taman sambil minum teh, praktik dolce far niente untuk mengurangi stres
Duduk santai di teras memandang taman sambil minum teh, praktik dolce far niente untuk mengurangi stres

Ilustrasi: menikmati waktu santai tanpa ponsel di teras sambil memandang taman, salah satu cara mempraktikkan dolce far niente.

Kapan terakhir kali Anda duduk 15 menit tanpa ponsel, tanpa musik, tanpa melakukan apa-apa? Kalau terasa sulit, Anda tidak sendirian. Sebuah penelitian menemukan banyak orang ternyata lebih memilih menyetrum dirinya sendiri daripada berdiam diri dengan pikirannya. Padahal, orang Italia punya seni khusus untuk momen "tidak melakukan apa-apa" ini, dan mereka menyebutnya manis.

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda mengenal dolce far niente, apa kata penelitian tentang melamun, dan bagaimana kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi stres sekaligus membuat otot lebih rileks.

Apa itu dolce far niente?

Dolce far niente adalah ungkapan Italia yang berarti "manisnya tidak melakukan apa-apa" (the sweetness of doing nothing). Ini bukan malas, melainkan kebiasaan menikmati waktu santai tanpa rasa bersalah: duduk di teras sambil memandang jalan, menikmati kopi pelan-pelan, atau sekadar membiarkan pikiran melayang.

Budaya serupa juga ada di Belanda dengan sebutan niksen. Keduanya sejalan dengan gaya hidup slow living yang makin banyak dilirik orang yang lelah dengan ritme serba cepat.

Kenapa kita sulit berdiam diri?

Penelitian Timothy Wilson dari University of Virginia di jurnal Science (2014) meminta peserta duduk sendirian selama 15 menit tanpa melakukan apa-apa. Di ruangan itu tersedia tombol untuk menyetrum diri sendiri. Hasilnya mengejutkan: 12 dari 18 pria (67%) dan 6 dari 24 perempuan (25%) memilih menekan tombol setrum daripada hanya berdiam dengan pikirannya.

Kebiasaan selalu sibuk, ditambah ponsel yang selalu di tangan, membuat banyak orang lupa cara beristirahat. Dampak kebiasaan menggulir layar tanpa henti dibahas di artikel doom scrolling.

Apa manfaat dolce far niente dan melamun?

Saat kita berhenti fokus pada tugas, otak tidak benar-benar diam. Ia beralih ke mode istirahat aktif yang membantu merapikan pikiran. Beberapa manfaat yang didukung penelitian:

  1. Ide lebih kreatif. Penelitian Baird dan Schooler dari University of California, Santa Barbara di jurnal Psychological Science (2012) melibatkan 145 mahasiswa. Mereka yang mengisi jeda 12 menit dengan aktivitas ringan yang membuat pikiran melayang meningkatkan skor kreativitasnya rata-rata 41%, sementara kelompok lain tidak mengalami peningkatan.

  2. Stres berkurang. Jeda tanpa tuntutan memberi kesempatan tubuh keluar dari mode "siaga" dan napas menjadi lebih pelan.

  3. Lebih sehat bila dilakukan di alam. Studi Mathew White dari University of Exeter di jurnal Scientific Reports (2019) terhadap hampir 20.000 orang menemukan bahwa menghabiskan minimal 120 menit per minggu di alam berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

  4. Otot lebih rileks. Saat stres, bahu cenderung terangkat dan otot leher menegang tanpa disadari, seperti dibahas di Kenali Tubuhmu #2: Otot Leher & Bahu. Waktu santai membantu otot-otot ini mengendur.

  5. Fokus kembali lebih segar. Jeda singkat membuat kita kembali bekerja dengan pikiran yang lebih jernih, berbeda dengan multitasking yang justru menguras energi.

Apakah semua jenis melamun baik?

Tidak selalu. Penelitian Killingsworth dan Gilbert dari Harvard University di jurnal Science (2010) melacak 2.250 orang lewat aplikasi ponsel. Pikiran mereka ternyata melayang hampir 47% dari waktu terjaga, dan saat pikiran melayang tanpa disadari, mereka cenderung merasa kurang bahagia.

Bedanya ada pada niat dan isi lamunan. Dolce far niente adalah jeda yang disengaja, santai, dan dinikmati, bukan terjebak memikirkan kekhawatiran berulang-ulang. Bila pikiran mulai berputar pada hal yang membuat cemas, alihkan perhatian ke hal di sekitar: suara burung, aroma kopi, atau napas sendiri.

Bagaimana cara mempraktikkan dolce far niente?

  1. Sisihkan 10–15 menit sehari tanpa layar, misalnya setelah makan siang atau sore hari.

  2. Duduk di tempat yang nyaman, seperti teras, taman, atau dekat jendela.

  3. Nikmati minuman hangat pelan-pelan tanpa sambil membaca atau menonton.

  4. Jalan santai tanpa tujuan di sekitar rumah atau taman.

  5. Biarkan pikiran melayang dan jangan merasa bersalah karena "tidak produktif".

  6. Tidur siang singkat juga bisa menjadi bagian dari jeda, seperti dibahas di artikel power nap.

Kapan tubuh bisa dibantu dengan terapi?

Stres yang menumpuk sering "tersimpan" di tubuh dalam bentuk pundak keras, leher kaku, dan punggung pegal. Bila jeda santai saja belum cukup, terapi manual bisa membantu otot kembali rileks. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu menyesuaikan layanannya:

  • Petos Fresh untuk relaksasi dan stretching seluruh badan setelah pekan yang padat.

  • Totok Aura & Wajah, layanan tambahan untuk membuat wajah dan pikiran terasa lebih segar.

  • Physical Problem Intensive bila ketegangan berpusat di satu area, misalnya leher dan pundak.

Baca juga: Bingung Pilih Layanan Petos Sehat? Ini Panduannya

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa arti dolce far niente?
Ungkapan Italia yang berarti "manisnya tidak melakukan apa-apa", yaitu kebiasaan menikmati waktu santai tanpa rasa bersalah.

Apa manfaat melamun bagi kesehatan?
Melamun yang disengaja dan santai dapat membantu mengurangi stres, memunculkan ide kreatif (penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas hingga 41%), membuat otot lebih rileks, dan menyegarkan fokus.

Apakah melamun sama dengan malas?
Tidak. Dolce far niente adalah jeda singkat yang disengaja untuk memulihkan pikiran dan tubuh, lalu kembali beraktivitas dengan lebih segar.

Berapa lama waktu yang ideal untuk dolce far niente?
Mulailah dengan 10–15 menit sehari tanpa layar, dan bila memungkinkan, habiskan sekitar 2 jam per minggu di alam.

Kadang tubuh dan pikiran hanya butuh jeda yang manis. Bila stres sudah terasa di pundak, leher, atau punggung, konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.