Jahe, Kunyit, Serai untuk Badan Pegal: Apa Kata Penelitian?

Wedang jahe, kunyit, dan serai sering diminum saat badan pegal. Benarkah membantu? Simak pandangan TCM, penelitian, resep, dan siapa yang perlu hati-hati.

Tim Petos Sehat

10/27/20266 min read

Wanita menuang minuman hangat jahe kunyit dan serai di dapur rumah
Wanita menuang minuman hangat jahe kunyit dan serai di dapur rumah

Ilustrasi: Minuman hangat jahe, kunyit, dan serai yang dituang di dapur rumah

Selepas seharian menyetir mudik, pundak Mas Arif terasa kaku dan punggungnya pegal sampai ke pinggang. Begitu tiba di rumah, ibunya tidak menawarkan obat apa pun. Ia hanya merebus jahe, kunyit, dan sebatang serai, lalu menyodorkan segelas minuman hangat yang harum. "Diminum pelan-pelan, biar badannya enakan," katanya. Setengah jam kemudian Mas Arif memang merasa lebih nyaman. Tapi ia jadi penasaran: apakah ramuan dapur turun-temurun ini benar-benar bekerja di dalam tubuh, atau rasa nyaman itu hanya datang dari hangatnya gelas dan perhatian seorang ibu?

Di artikel ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda mengenal tiga bahan minuman hangat tradisional Indonesia, yaitu jahe, kunyit, dan serai: bagaimana Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) memandang sifatnya, apa yang sudah dan belum dibuktikan penelitian, resep sederhana di rumah, serta siapa saja yang perlu berhati-hati. Pendekatan utamanya adalah TCM, dengan penelitian kedokteran modern sebagai pendukung.

Apakah minuman jahe, kunyit, dan serai bisa membantu badan pegal?

Bisa membantu tubuh terasa hangat dan lebih nyaman, tetapi efeknya ringan dan bukan pengganti istirahat, peregangan, atau pemeriksaan bila keluhan berat. Penelitian terbaik ada pada jahe untuk nyeri otot setelah olahraga dan kurkumin (zat aktif kunyit) untuk nyeri sendi lutut, itu pun dengan dosis terukur dalam bentuk bubuk atau ekstrak. Untuk serai, bukti pada manusia masih sangat terbatas.

Minuman hangat seperti ini sudah lama menjadi bagian keseharian kita. Ada wedang jahe yang diminum saat hujan atau masuk angin, kunyit asam yang akrab di kalangan perempuan, dan serai yang sering ditambahkan agar aroma minuman lebih segar. Dalam TCM, ketiganya termasuk bahan bersifat hangat. Untuk mengenal cara TCM memakai bahan alami secara umum, baca juga: Mengenal terapi herbal TCM.

Bagaimana TCM memandang jahe, kunyit, dan serai?

Dalam TCM, setiap bahan dinilai dari sifat (hangat, dingin, netral), rasa, dan meridian yang dimasukinya. Menurut basis data herbal TCM Me & Qi, ketiganya punya sifat hangat dan rasa pedas, tetapi perannya berbeda:

  1. Jahe segar, Sheng Jiang (生姜). Sifatnya agak hangat, rasanya pedas, dan masuk ke meridian Paru, Limpa, dan Lambung. Perannya membantu mengusir Angin-Dingin dari permukaan tubuh dan menghangatkan bagian tengah (pencernaan). Inilah alasan wedang jahe identik dengan badan meriang dan masuk angin. Baca juga: Masuk angin itu apa?

  2. Kunyit, Jiang Huang (姜黄). Sifatnya hangat, rasanya pedas dan pahit, masuk ke meridian Limpa dan Hati. Dalam teori TCM, kunyit melancarkan darah dan menggerakkan Qi untuk meredakan nyeri, serta dipakai pada kondisi Bi (nyeri karena aliran tersumbat), terutama di bahu dan lengan.

  3. Serai, Xiang Mao (香茅). Sifatnya hangat, rasanya pedas dan sedikit manis. Dalam TCM, serai dipakai untuk mengusir Angin-Lembap yang dikaitkan dengan pegal di sendi dan badan, serta menghangatkan perut yang terasa dingin.

Logikanya sederhana: dalam TCM, rasa pegal dan kaku sering dikaitkan dengan aliran Qi dan darah yang tersendat, apalagi bila tubuh terpapar dingin dan lembap. Bahan yang hangat dan pedas dianggap membantu "membuka" aliran itu. Penting dicatat, ini adalah teori TCM, bukan hasil uji klinis modern.

Apa kata penelitian tentang jahe untuk nyeri otot?

Ada bukti awal yang menjanjikan. Penelitian Black dan rekan di The Journal of Pain (2010) melibatkan 74 orang dalam dua uji acak tersamar ganda. Peserta mengonsumsi 2 gram jahe, mentah atau yang dipanaskan, atau plasebo setiap hari selama 11 hari, lalu melakukan latihan berat pada otot lengan. Sehari setelah latihan, nyeri otot pada kelompok jahe mentah sekitar 25% lebih rendah dan pada jahe yang dipanaskan sekitar 23% lebih rendah dibanding plasebo.

Hasil ini menarik, tetapi perlu dibaca apa adanya. Jahe diminum rutin selama 11 hari sebelum latihan, bukan sekali minum langsung pegal hilang. Penurunannya juga sedang, bukan lenyap. NCCIH, lembaga riset kesehatan komplementer Amerika Serikat, menyebut suplemen jahe mungkin membantu gejala radang sendi lutut (osteoartritis), tetapi banyak penelitiannya berkualitas rendah. Bila pegal Anda muncul setelah olahraga, baca juga: DOMS, nyeri otot setelah olahraga.

Bagaimana dengan kunyit untuk nyeri sendi?

Kunyit punya bukti yang lebih banyak, tetapi kualitasnya masih rendah. Meta-analisis di BMC Complementary Medicine and Therapies (2022) yang mengumpulkan 15 uji acak dengan 1.670 penderita osteoartritis lutut menemukan bahwa kurkuminoid menurunkan skor nyeri lebih baik daripada plasebo, dan tidak kalah dibanding obat antinyeri golongan NSAID. Efek samping juga tidak meningkat dibanding plasebo. Namun, para peneliti sendiri menilai kualitas buktinya rendah dengan hasil antarpenelitian yang cukup beragam, sehingga menganjurkan sikap hati-hati.

NCCIH merangkum hal serupa: beberapa meta-analisis menunjukkan hasil awal yang positif untuk nyeri dan kaku lutut, tetapi masih diperlukan penelitian yang lebih berkualitas. Satu hal yang sering terlupa: penelitian memakai ekstrak kurkumin dalam kapsul dengan dosis terukur. Kadar kurkumin dalam segelas minuman kunyit dapur jauh lebih rendah, jadi hasil penelitian tidak bisa langsung disamakan dengan segelas kunyit asam.

Serai, harum tapi buktinya paling sedikit

Untuk serai, penelitian pada manusia masih sangat terbatas. Ringkasan herbal dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center menyebut efek menenangkan yang terlihat pada hewan belum terbukti pada manusia, dan dalam uji klinis teh serai tidak menurunkan kecemasan. Belum ada uji klinis yang kuat tentang serai untuk pegal otot. Jadi, nikmati serai sebagai penambah aroma dan rasa hangat yang menenangkan, bukan sebagai "obat pegal".

Bagaimana cara membuat minuman jahe, kunyit, dan serai di rumah?

Takaran dapur yang wajar untuk dua gelas cukup sederhana, dan sebaiknya diminum hangat, tidak mendidih:

  1. Siapkan bahan: jahe sekitar 2–3 cm (lebih kurang sebesar ibu jari), kunyit sekitar 2 cm, 1 batang serai, dan 500 ml air.

  2. Memarkan dan iris: cuci bersih, memarkan jahe dan serai, iris tipis kunyit. Jahe tidak perlu dikupas bila kulitnya bersih.

  3. Rebus dengan api kecil selama 10–15 menit sampai air berwarna kuning keemasan dan harum.

  4. Saring dan beri rasa: tambahkan sedikit madu atau gula aren, atau perasan jeruk nipis. Bagi penyandang diabetes, lebih baik tanpa pemanis.

  5. Minum secukupnya: satu gelas setelah beraktivitas berat atau saat cuaca dingin sudah cukup. Lebih banyak tidak berarti lebih baik.

Agar badan pegal benar-benar terasa ringan, padukan minuman hangat dengan istirahat cukup, peregangan ringan, dan mandi atau rendam kaki dengan air hangat.

Siapa yang perlu berhati-hati?

Meski berasal dari dapur, jahe dan kunyit tetap bisa berinteraksi dengan obat dan kondisi tertentu, terutama bila diminum banyak setiap hari atau dalam bentuk suplemen. Panduan herbal dari Michigan Medicine dan NCCIH menyebut beberapa kelompok berikut:

  1. Pengguna obat pengencer darah atau penderita gangguan pembekuan darah. Panduan jahe dan kunyit dari Michigan Medicine menganjurkan bertanya ke dokter lebih dulu.

  2. Penderita batu empedu atau gangguan kandung empedu. Masalah kandung empedu termasuk kondisi yang perlu dikonsultasikan sebelum minum kunyit, dan dalam TCM kunyit juga dipakai dengan hati-hati pada batu empedu karena merangsang aliran empedu.

  3. Penderita maag atau GERD (asam lambung naik). NCCIH mencatat jahe bisa memicu rasa panas di ulu hati dan perut tidak nyaman, sedangkan kunyit dapat memicu refluks asam dan mual.

  4. Ibu hamil dan menyusui. Kunyit dalam takaran bumbu masakan umumnya dianggap aman, tetapi dalam jumlah besar atau suplemen dinilai tidak aman saat hamil. Serai juga sebaiknya dihindari saat hamil menurut Memorial Sloan Kettering. Konsultasikan dulu dengan dokter atau bidan.

  5. Menjelang operasi atau cabut gigi. Michigan Medicine menganjurkan berhenti minum kunyit setidaknya 2 minggu sebelumnya.

  6. Penyandang diabetes yang minum obat. Jahe dan kunyit sama-sama masuk daftar yang perlu ditanyakan ke dokter bila Anda memakai obat diabetes, agar gula darah tidak turun berlebihan.

Dalam TCM, bahan hangat seperti jahe juga kurang cocok bagi yang sedang "panas dalam", misalnya mulut kering, sariawan, atau sakit tenggorokan. Satu catatan lagi dari NCCIH: suplemen kurkumin yang diformulasikan agar mudah diserap pernah dikaitkan dengan gangguan hati. Bila muncul lemas, mual, urine gelap, atau kulit dan mata menguning, hentikan dan segera periksa ke dokter.

Pelengkap dari luar: terapi manual

Minuman hangat membantu dari dalam, sementara otot yang kaku juga perlu dilemaskan dari luar. Petos Sehat Estetika tidak menjual atau memberikan ramuan herbal; layanan kami adalah terapi manual sebagai pelengkap gaya hidup sehat. Terapis kami membantu meredakan pegal dan kaku dengan Tuina, terapi pijat dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) yang bekerja di sepanjang jalur meridian, Akupresur, Pijat Limfatik, Manual Therapy, serta Bone Setting bila sesuai dengan kondisi Anda. Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan seperti pundak atau pinggang, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, termasuk menanyakan obat yang sedang diminum, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan bertahap sesuai respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah wedang jahe bisa meredakan badan pegal?
Wedang jahe membantu tubuh terasa hangat dan nyaman. Penelitian di The Journal of Pain (2010) menemukan 2 gram jahe setiap hari selama 11 hari menurunkan nyeri otot setelah latihan sekitar 25% dibanding plasebo, tetapi efeknya sedang dan butuh konsumsi rutin.

Apakah kunyit bagus untuk nyeri sendi lutut?
Meta-analisis 2022 terhadap 15 uji acak menemukan ekstrak kurkumin membantu menurunkan nyeri lutut dibanding plasebo, tetapi kualitas buktinya rendah. Kadar kurkumin dalam minuman kunyit dapur jauh lebih rendah daripada kapsul penelitian.

Apa sifat jahe, kunyit, dan serai menurut TCM?
Ketiganya bersifat hangat dan pedas. Jahe segar (Sheng Jiang) mengusir Angin-Dingin dan menghangatkan pencernaan, kunyit (Jiang Huang) melancarkan darah dan Qi, sedangkan serai (Xiang Mao) mengusir Angin-Lembap yang dikaitkan dengan pegal.

Siapa yang sebaiknya tidak sembarangan minum jahe dan kunyit?
Pengguna obat pengencer darah, penderita batu empedu, maag atau GERD, ibu hamil, orang yang akan operasi, dan penyandang diabetes yang minum obat sebaiknya bertanya ke dokter lebih dulu.

Berapa takaran minuman jahe, kunyit, dan serai yang wajar?
Untuk dua gelas: jahe 2–3 cm, kunyit 2 cm, 1 batang serai, dan 500 ml air, direbus 10–15 menit. Satu gelas setelah beraktivitas berat sudah cukup.

Badan sering pegal dan kaku meski sudah minum yang hangat-hangat? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Konsep sifat bahan, Qi, darah, Angin-Dingin, Angin-Lembap, dan meridian dalam artikel ini adalah teori Pengobatan Tradisional Tiongkok, bukan hasil uji klinis modern. Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Bila Anda minum obat rutin, sedang hamil, atau punya penyakit tertentu, tanyakan ke dokter sebelum minum ramuan herbal secara rutin.