Saraf: Kenapa Kaki Bisa Tertidur Saat Duduk Bersila?

Duduk bersila lama, lalu kaki kesemutan dan kebas. Apa yang terjadi pada saraf, dan kenapa bisa pulih sendiri? Kenali saraf tepi di Kenali Tubuhmu #8.

Tim Petos Sehat

10/17/20265 min read

Ilustrasi sistem saraf tepi dan saraf skiatik pada tubuh manusia dilihat dari belakang
Ilustrasi sistem saraf tepi dan saraf skiatik pada tubuh manusia dilihat dari belakang

Ilustrasi: sistem saraf tepi dilihat dari belakang. Garis kuning menunjukkan saraf yang keluar dari tulang belakang menuju lengan dan tungkai, termasuk saraf skiatik yang turun dari pinggang melewati bokong ke bagian belakang paha.

Selesai duduk bersila lama di acara keluarga atau pengajian, Anda mencoba berdiri, dan kaki seperti bukan milik sendiri: kesemutan, kebas, bahkan sulit diinjakkan. Beberapa menit kemudian semuanya kembali normal, seolah tidak terjadi apa-apa. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam kaki saat itu, dan kenapa bisa pulih begitu saja?

Di seri Kenali Tubuhmu #8 ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda berkenalan dengan saraf tepi. Setelah membahas betis di Kenali Tubuhmu #7, kali ini kita mengenal jaringan yang membuat betis, telapak kaki, dan seluruh otot lain bisa bergerak dan merasakan.

Apa itu saraf tepi?

Saraf tepi adalah jaringan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh bagian tubuh. Menurut HealthLink BC, sistem ini terdiri dari 12 pasang saraf kranial yang keluar melalui celah di tengkorak dan 31 pasang saraf spinal yang keluar melalui celah-celah tulang belakang.

Karena sebagian besar saraf keluar dari tulang belakang, kesehatan saraf sangat berkaitan dengan kondisi punggung, seperti dibahas di Kenali Tubuhmu #1: Tulang Belakang.

Apa saja tugas saraf?

Saraf bekerja seperti kabel yang membawa pesan bolak-balik antara otak dan tubuh. Berdasarkan arah pesannya, saraf dibagi menjadi:

  • Saraf motorik, membawa perintah dari otak ke otot, misalnya untuk melangkah, menggenggam, atau tersenyum.

  • Saraf sensorik, membawa informasi dari tubuh ke otak, seperti sentuhan, rasa nyeri, dan suhu.

  • Saraf campuran, membawa kedua jenis pesan sekaligus. Semua saraf spinal termasuk saraf campuran.

Saraf terbesar di tubuh ada di mana?

Saraf terbesar adalah saraf skiatik. Menurut Cleveland Clinic, saraf ini berawal di punggung bawah, melewati panggul dan bokong, lalu turun di bagian belakang paha hingga ke tungkai bawah. Di titik terlebarnya, ukurannya kira-kira sebesar sebuah koin.

Saraf skiatik membantu menggerakkan otot tungkai dan kaki, sekaligus membawa rasa sentuhan, nyeri, dan suhu dari kaki ke otak. Jalurnya melewati bokong, area yang kita duduki berjam-jam setiap hari. Baca juga kebiasaan yang sering membuat area ini tertekan di artikel dompet di saku belakang.

Kenapa kaki bisa "tertidur" saat duduk bersila?

Menurut UPMC, kaki atau tangan yang "tertidur" (paresthesia) terjadi ketika tekanan yang berlangsung lama membuat satu atau beberapa saraf di bagian tubuh itu tertekan. Hasilnya muncul rasa kebas, kesemutan, panas, atau seperti ditusuk-tusuk jarum.

Saat posisi diubah dan tekanan hilang, rasa itu biasanya berangsur pulih. Namun UPMC juga mengingatkan, bila kesemutan sering terjadi, sebaiknya diperiksakan ke dokter karena bisa berkaitan dengan kondisi lain. Untuk kesemutan di tangan, simak artikel tangan kesemutan.

Apa bedanya dengan saraf kejepit?

Kaki yang "tertidur" bersifat sementara karena tekanannya datang dari luar dan hilang begitu posisi berubah. Pada saraf kejepit, tekanan berasal dari dalam tubuh sehingga keluhannya bisa menetap. Cleveland Clinic menyebut nyeri saraf skiatik bisa dipicu antara lain oleh bantalan tulang belakang yang menonjol (herniated disk), penyempitan saluran tulang belakang (spinal stenosis), dan pengapuran sendi. Penyebab pastinya perlu dipastikan lewat pemeriksaan dokter.

Pelajari lebih lanjut di artikel saraf kejepit dan stenosis spinal.

Bagaimana menjaga saraf dari tekanan sehari-hari?

  1. Ganti posisi duduk secara berkala, terutama saat duduk bersila atau menyilangkan kaki.

  2. Keluarkan dompet tebal dari saku belakang sebelum duduk lama.

  3. Jangan menumpu siku atau pergelangan tangan di tepi meja yang keras terlalu lama.

  4. Hindari tidur menindih lengan dalam waktu lama.

  5. Berdiri dan bergerak di sela duduk, seperti dibahas di artikel rajin olahraga tapi duduk seharian.

Kapan perlu dibantu terapis?

Otot yang kaku dan tegang di leher, punggung, pinggang, atau bokong sering membuat area di sekitarnya terasa pegal dan tidak nyaman. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu menyesuaikan layanannya:

  • Petos Fresh untuk relaksasi dan stretching seluruh badan.

  • Physical Problem Intensive untuk membantu meredakan satu area yang paling kaku, misalnya pinggang atau bokong.

  • Petos Sehat Komplit bila keluhan ada di dua area sekaligus.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa banyak saraf tepi di tubuh manusia?
Sistem saraf tepi terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal, yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Apa saraf terbesar di tubuh?
Saraf skiatik. Saraf ini berjalan dari punggung bawah, melewati bokong, hingga tungkai, dan di titik terlebarnya kira-kira sebesar sebuah koin.

Kenapa kaki kesemutan setelah duduk bersila?
Tekanan yang berlangsung lama membuat saraf di kaki tertekan sehingga muncul rasa kebas atau kesemutan. Biasanya rasa itu pulih setelah posisi diubah.

Apakah kaki yang sering kesemutan perlu diperiksakan?
Ya. Bila kesemutan sering terjadi atau tidak kunjung hilang, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mencari penyebabnya.

Apa bedanya saraf motorik dan sensorik?
Saraf motorik membawa perintah dari otak ke otot agar tubuh bergerak, sedangkan saraf sensorik membawa informasi seperti sentuhan, nyeri, dan suhu dari tubuh ke otak.

Saraf bekerja tanpa henti agar kita bisa bergerak dan merasakan. Memberi jeda dari posisi yang menekan adalah cara sederhana untuk menjaganya. Bila otot leher, punggung, atau pinggang Anda sering terasa kaku dan pegal, konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.