Betis: Kenapa Otot Ini Disebut Jantung Kedua?

Kaki terasa berat dan betis sering kram setelah seharian duduk? Kenali otot betis yang dijuluki jantung kedua dan cara mudah mengaktifkannya tiap hari.

Tim Petos Sehat

10/16/20265 min read

Ilustrasi anatomi otot betis gastrocnemius dan soleus dilihat dari belakang beserta tendon Achilles
Ilustrasi anatomi otot betis gastrocnemius dan soleus dilihat dari belakang beserta tendon Achilles

Ilustrasi: otot betis dilihat dari belakang. Bagian merah-oranye adalah otot gastrocnemius dan soleus yang bekerja memompa darah dari kaki kembali ke jantung.

Pernah merasa kaki berat dan sepatu terasa lebih sempit di sore hari, padahal seharian hanya duduk? Atau betis tiba-tiba kram di tengah malam sampai terbangun? Bagian tubuh di belakang tulang kering ini ternyata punya julukan yang tidak main-main di kalangan peneliti: jantung kedua. Kenapa otot sebesar genggaman tangan bisa disamakan dengan jantung?

Di seri Kenali Tubuhmu #7 ini, Tim Petos Sehat Estetika mengajak Anda berkenalan dengan otot betis. Di Kenali Tubuhmu #5 kita mengenal lutut, dan di #6 kita turun ke telapak kaki. Kali ini kita naik sedikit, ke otot yang menghubungkan keduanya.

Otot apa saja yang ada di betis?

Betis terutama dibentuk oleh dua otot besar yang bekerja bersama, dikenal sebagai triceps surae:

  • Gastrocnemius, otot berbentuk seperti hati terbalik yang terlihat menonjol saat Anda berjinjit. Otot ini punya dua kepala dan melintasi sendi lutut serta pergelangan kaki.

  • Soleus, otot pipih yang lebih dalam di bawah gastrocnemius. Soleus didominasi serabut otot yang tahan lelah, sehingga bisa bekerja lama saat kita berdiri dan berjalan.

Keduanya menyatu di bagian bawah menjadi tendon Achilles, tendon terbesar dan terkuat di tubuh, yang menempel di tulang tumit.

Apa fungsi otot betis?

Otot betis menggerakkan pergelangan kaki ke bawah, gerakan yang kita pakai setiap kali berjalan, naik tangga, berlari, melompat, dan berjinjit. Saat berdiri, soleus terus bekerja kecil-kecilan agar tubuh tidak jatuh ke depan. Tanpa betis yang kuat, langkah kaki terasa berat dan keseimbangan lebih mudah goyah.

Kenapa betis disebut jantung kedua?

Jantung memompa darah ke seluruh tubuh, tetapi untuk kembali dari kaki ke jantung, darah harus melawan gravitasi. Di sinilah betis bekerja. Setiap kali otot betis berkontraksi, pembuluh balik (vena) di dalamnya ikut terperas, dan darah terdorong ke atas. Katup-katup kecil di dalam vena menahan darah agar tidak turun lagi. Mekanisme ini disebut pompa otot betis.

Seberapa penting pompa ini? Sebuah penelitian Mayo Clinic tahun 2020 yang menelusuri data 2.728 orang menemukan, setelah sekitar sepuluh tahun, angka kematian pada kelompok dengan fungsi pompa betis lemah sekitar 18%, dibandingkan sekitar 6% pada kelompok dengan pompa yang baik, seperti dilaporkan BBC Science Focus dan Vienna.at. Para peneliti menekankan ini adalah hubungan, bukan sebab-akibat: pompa betis yang lemah sering menjadi cerminan tubuh yang kurang bergerak.

Apa yang terjadi kalau betis jarang bergerak?

Saat kita duduk atau berdiri diam berjam-jam, pompa betis hampir tidak bekerja. Darah dan cairan lebih mudah tertahan di tungkai bawah. Penelitian pada 20 tenaga kesehatan di Brasil yang dimuat Jornal Vascular Brasileiro (2008) mencatat volume tungkai bertambah rata-rata sekitar 107 mL selama satu sif kerja pagi, bahkan pada orang tanpa gangguan pembuluh darah.

Akibatnya yang sering terasa sehari-hari:

  • Kaki terasa berat dan pegal di sore atau malam hari.

  • Pergelangan kaki tampak sedikit bengkak setelah duduk lama, misalnya saat perjalanan jauh.

  • Betis kaku atau mudah kram, terutama setelah aktivitas yang tidak biasa.

Kebiasaan duduk terlalu lama juga kami bahas di Sedentary Lifestyle: Arti, Dampak, dan Cara Mengatasinya.

Bagaimana cara merawat otot betis sehari-hari?

Kabar baiknya, pompa betis bisa diaktifkan dengan gerakan sederhana:

  1. Jinjit berulang (heel raise). Berdiri berpegangan, angkat tumit perlahan, tahan sebentar, lalu turunkan. Lakukan 10–15 kali, 2–3 set.

  2. Pompa pergelangan kaki saat duduk. Tarik ujung kaki ke arah tubuh lalu dorong menjauh, bergantian. Studi Doppler di jurnal Phlebology (2018) pada 20 orang yang duduk menemukan gerakan pergelangan dan jari kaki seperti ini meningkatkan kecepatan aliran darah balik di belakang lutut berkali-kali lipat dibanding saat diam.

  3. Soleus pushup. Saat duduk, telapak kaki tetap menapak, angkat tumit sambil ujung kaki tetap di lantai, lalu biarkan turun. Penelitian University of Houston di jurnal iScience (2022) menemukan gerakan ini, dilakukan berulang sambil duduk, membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah minum larutan gula sekitar 52%.

  4. Berdiri dan berjalan 2–3 menit setiap 30–60 menit duduk. Lihat juga Berapa Langkah per Hari yang Ideal?

  5. Regangkan betis. Berdiri menghadap dinding, satu kaki di belakang dengan tumit menempel lantai, condongkan badan ke depan sampai terasa tarikan di betis, tahan 20–30 detik.

  6. Angkat kaki sebelum tidur beberapa menit, seperti dibahas di Manfaat Mengangkat Kaki Sebelum Tidur.

Kapan betis perlu dibantu terapi?

Betis yang terus terasa kaku, pegal, atau berat meski sudah banyak bergerak sering berkaitan dengan otot yang tegang dan cairan yang tertahan. Di Petos Sehat Estetika, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi lebih dulu, lalu menyesuaikan layanannya:

  • Physical Problem Intensive untuk membantu meredakan otot betis dan tungkai yang kaku atau pegal.

  • Pijat Limfatik untuk membantu kaki yang terasa berat dan bengkak, seperti dibahas di Badan Terasa Bengkak dan Berat? Kenali Pijat Limfatik.

  • Petos Fresh untuk relaksasi dan stretching seluruh badan setelah hari yang panjang.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa betis disebut jantung kedua?
Karena setiap kali otot betis berkontraksi, vena di dalamnya terperas dan darah terdorong kembali ke jantung melawan gravitasi. Katup di dalam vena menahan darah agar tidak turun lagi.

Otot apa saja yang membentuk betis?
Terutama otot gastrocnemius dan soleus. Keduanya menyatu menjadi tendon Achilles yang menempel di tulang tumit.

Kenapa kaki terasa berat setelah duduk lama?
Saat duduk diam, pompa otot betis hampir tidak bekerja sehingga darah dan cairan lebih mudah tertahan di tungkai bawah. Berdiri, berjalan, atau menggerakkan pergelangan kaki secara berkala membantu mengaktifkannya kembali.

Latihan apa yang paling mudah untuk betis?
Jinjit berulang saat berdiri, pompa pergelangan kaki, dan soleus pushup saat duduk. Semuanya bisa dilakukan di rumah atau di kantor tanpa alat.

Apakah betis yang besar berarti pompanya kuat?
Tidak selalu. Yang penting adalah betis rutin digerakkan. Otot yang jarang dipakai, sebesar apa pun, tidak banyak membantu memompa darah.

Betis bekerja diam-diam setiap kali kita melangkah. Semakin sering ia digerakkan, semakin ringan langkah kaki terasa. Bila betis atau tungkai Anda sering terasa pegal, kaku, atau berat, konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.