Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman Bikin Pegal? Cek Faktanya

Bangun tidur leher kaku dan badan pegal, kipas angin langsung disalahkan. Benarkah kipas yang menyala semalaman bikin badan pegal? Ini faktanya.

Tim Petos Sehat

10/21/20265 min read

Pria Indonesia bangun tidur memegang leher kaku di samping kipas angin yang menyala semalaman
Pria Indonesia bangun tidur memegang leher kaku di samping kipas angin yang menyala semalaman

Ilustrasi: pria bangun tidur dengan leher kaku setelah kipas angin menyala semalaman

Udara panas akhir-akhir ini membuat kipas angin menyala dari malam sampai pagi di banyak rumah. Lalu suatu pagi, Anda bangun dengan leher kaku dan bahu pegal. Orang rumah langsung berkomentar, "Itu gara-gara kena kipas semalaman, masuk angin!" Ada juga yang pernah mendengar cerita kipas angin bisa berbahaya bila menyala di kamar tertutup. Benarkah kipas angin yang menyala semalaman membuat badan pegal?

Selamat datang di Mitos atau Fakta #7 dari Tim Petos Sehat Estetika. Setelah membahas anggapan sakit pinggang pasti masalah ginjal di seri sebelumnya, kali ini kita membedah kebiasaan tidur dengan kipas angin.

Dari mana anggapan ini muncul?

Di Indonesia, angin sering dianggap bisa "masuk" ke tubuh dan menyebabkan masuk angin, pegal, atau leher kaku. Di Korea Selatan bahkan dikenal cerita "fan death", yaitu anggapan bahwa kipas angin yang menyala di kamar tertutup bisa membahayakan nyawa orang yang tidur. Cerita ini sudah lama disebut sebagai mitos urban, seperti dibahas Korea JoongAng Daily, karena tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Lalu bagaimana dengan rasa pegal di pagi hari?

Apa kata para ahli?

Pakar tidur Martin Seeley, seperti dikutip detikProperti, menjelaskan bahwa kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh bisa membuat otot terlalu dingin sehingga terasa kaku, terutama di leher dan bahu. Akibatnya, sebagian orang bangun dengan otot yang tegang dan pegal. Embusan angin langsung juga bisa membuat mata dan kulit terasa kering, serta tenggorokan tidak nyaman. Pakar lain dalam artikel yang sama mengingatkan bahwa kipas tidak membersihkan udara, melainkan ikut menyebarkan debu dan tungau yang bisa memicu alergi.

Penelitian di Swedia yang dimuat di International Archives of Occupational and Environmental Health (2023) terhadap 3.843 pekerja menemukan bahwa paparan dingin yang tinggi berkaitan dengan nyeri leher dan bahu, dengan risiko sekitar 1,5 kali lebih tinggi. Penelitian ini memang membahas lingkungan kerja yang dingin, bukan kipas angin, tetapi memberi gambaran bahwa otot leher dan bahu memang sensitif terhadap suhu dingin yang berlangsung lama.

Jadi, mitos atau fakta?

Sebagian mitos, sebagian fakta. Kipas angin tidak membuat angin "masuk" ke dalam tubuh, dan cerita kipas angin membahayakan nyawa saat tidur adalah mitos. Namun, kipas yang diarahkan langsung ke leher dan bahu sepanjang malam memang bisa membuat otot terasa kaku dan pegal saat bangun, ditambah mata dan kulit yang kering. Jadi yang perlu diperhatikan bukan kipasnya, melainkan arah dan lamanya embusan angin.

Perlu diingat juga, leher kaku saat bangun tidur tidak selalu karena kipas. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, posisi tidur tengkurap, dan otot yang sudah tegang karena seharian menunduk ke layar ponsel juga sering menjadi penyebab. Baca juga: leher kaku saat bangun tidur dan masuk angin itu apa?

Bagaimana tidur dengan kipas angin yang lebih nyaman?

Arahkan kipas ke dinding atau ke seluruh ruangan, bukan langsung ke leher dan wajah. Bila kipas punya mode berputar, nyalakan agar angin tidak terus mengenai satu bagian tubuh. Gunakan pengatur waktu agar kipas mati sendiri setelah Anda terlelap, atau atur kecepatan paling rendah. Jaga jarak kipas dari tempat tidur, dan bersihkan baling-balingnya setiap beberapa hari agar debu tidak ikut beterbangan.

Pilih bantal dengan ketinggian yang membuat leher sejajar dengan badan, dan pakai selimut tipis untuk menutupi bahu bila angin terasa dingin. Saat bangun, lakukan peregangan ringan dengan menoleh perlahan ke kanan dan kiri serta memutar bahu sebelum beraktivitas.

Kapan leher kaku perlu diperiksakan?

Periksakan diri ke dokter bila leher kaku disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, kesemutan atau lemah di lengan, atau tidak membaik setelah beberapa hari.

Bila leher dan bahu sering kaku saat bangun

Untuk leher dan bahu yang kaku dan pegal karena otot tegang, terapis Petos Sehat Estetika dapat membantu meredakannya dengan teknik pijat, Akupresur, dan Tuina. Physical Problem Intensive berfokus pada satu area keluhan seperti leher dan bahu, Petos Fresh memberi relaksasi dan peregangan seluruh badan termasuk teknik kretek khas Petos, dan Petos Sehat Komplit menangani dua area sekaligus, misalnya leher dan punggung, serta paling disarankan untuk keluhan yang sudah lama. Baca juga: kenali tubuhmu: leher dan bahu.

Sebelum terapi, terapis mengecek kondisi Anda di lokasi, lalu menyesuaikan teknik dan tekanan dengan respons tubuh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah tidur dengan kipas angin semalaman bikin badan pegal?
Bisa, bila kipas diarahkan langsung ke leher dan bahu sepanjang malam. Otot yang terus terkena angin dingin bisa terasa kaku saat bangun.

Apakah kipas angin bisa membuat angin masuk ke tubuh?
Tidak. Angin tidak masuk ke dalam tubuh. Rasa pegal lebih berkaitan dengan otot yang dingin dan tegang.

Benarkah kipas angin di kamar tertutup berbahaya bagi nyawa?
Tidak ada bukti ilmiah. Cerita "fan death" dari Korea Selatan sudah lama disebut sebagai mitos urban.

Bagaimana cara aman tidur dengan kipas angin?
Arahkan kipas ke dinding atau ruangan, nyalakan mode berputar, pakai pengatur waktu, jaga jarak, dan bersihkan baling-balingnya.

Apa lagi penyebab leher kaku saat bangun tidur?
Bantal yang tidak pas, posisi tidur tengkurap, dan otot yang sudah tegang karena terlalu lama menunduk ke layar.

Leher dan bahu sering kaku saat bangun tidur? Konsultasikan keluhan Anda dengan terapis profesional Petos Sehat melalui WhatsApp 085143764545 atau lakukan reservasi di reservasi.petossehat.id. Petos Sehat Estetika hadir di 11 lokasi, buka setiap hari 08.00–21.00 waktu setempat; cek lokasi terdekat di petossehat.id/lokasi-kami.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis.